Viral Anggaran EO Rp 113,9 Miliar, BGN Ungkap Kebutuhan dan Skemanya

Viral Anggaran EO Rp 113,9 Miliar, BGN Ungkap Kebutuhan dan Skemanya

BGN jelaskan anggaran EO Rp 113,9 miliar. Kebutuhan operasional, keterbatasan SDM, hingga strategi komunikasi jadi alasan utama.

(Kompas.com) 12/04/26 10:33 188796

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait daftar anggaran untuk penyelenggara acara atau event organizer (EO) sebesar Rp 113,91 miliar yang beredar di media sosial.

Kepala BGN Dadan Hindayana membenarkan adanya anggaran tersebut. Ia menyebut penggunaan jasa EO menjadi kebutuhan strategis lembaga.

BGN masih berada pada tahap awal pembentukan. Lembaga ini masih menyusun sistem, struktur organisasi, dan tata kelola operasional.

Kondisi ini membuat BGN belum memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan kegiatan berskala besar secara mandiri.

"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

Dadan menjelaskan, EO memiliki keahlian manajemen acara yang belum dimiliki secara penuh oleh BGN. Kemampuan tersebut mencakup perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis di lapangan, hingga mitigasi risiko operasional.

Penggunaan EO juga dinilai membantu penataan administrasi dan keuangan. Proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat berjalan lebih terpusat dan sistematis.

"Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya.

Dadan menilai penggunaan EO lebih efisien dibanding membentuk tim internal dalam waktu singkat. Proses rekrutmen dan pelatihan dinilai membutuhkan waktu.

"Sementara kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu," kata Dadan.

Ia menegaskan, kegiatan yang melibatkan EO tidak sebatas acara seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional.

Peran EO terlihat dalam kampanye publik, sosialisasi nasional, hingga kegiatan teknis seperti bimbingan teknis (bimtek) penjamah makanan.

"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," ungkapnya.

EO juga memberi masukan dalam perencanaan kegiatan. Masukan mencakup strategi komunikasi, pengelolaan audiens, hingga optimalisasi anggaran.

Dadan memastikan penggunaan anggaran dilakukan sesuai aturan. Prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap dijaga.

"Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal," tuturnya.

Informasi anggaran ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial X. Unggahan tersebut memuat daftar 16 perusahaan EO untuk 16 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 113.916.541.381.

Daftar itu ramai diperbincangkan di tengah isu efisiensi anggaran dan prioritas belanja pemerintah.

Perusahaan Maria Utara Jaya tercatat memperoleh nilai kontrak terbesar, mencapai Rp 18,47 miliar untuk satu paket pekerjaan.

Perusahaan Anugrah Duta Promosindo menyusul dengan nilai Rp 17,42 miliar untuk empat paket pekerjaan. Falah Eka Cahya mendapat Rp 16,59 miliar untuk satu paket pekerjaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bgn #anggaran-bgn #dadan-hidayana

https://money.kompas.com/read/2026/04/12/103318626/viral-anggaran-eo-rp-1139-miliar-bgn-ungkap-kebutuhan-dan-skemanya