Investor Reksa Dana Meningkat, Strategi SIP Kian Dilirik
Strategi investasi berkala SIP semakin diminati di Indonesia, didorong oleh peningkatan literasi keuangan dan jumlah investor muda.
(Bisnis.Com) 14/04/26 05:54 190289
Bisnis.com, JAKARTA — Strategi investasi berkala atau Systematic Investment Plan (SIP) kian menjadi sorotan sebagai pendekatan disiplin dalam membangun kekayaan jangka panjang, seiring dengan meningkatnya literasi dan partisipasi investor di pasar keuangan domestik.
Systematic Investment Plan (SIP) adalah metode investasi disiplin dengan menyetorkan sejumlah dana tetap secara berkala (bulanan/triwulanan) ke produk investasi, seperti reksa dana atau saham.
Jumlah investor pasar modal pun kian bertumbuh. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor saham, obligasi, reksa dana telah mencapai 24,52 juta single investor identification (SID) per Maret 2026. Sebanyak 54% investor pasar modal tercatat berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.
Praktisi perencana investasi sekaligus dosen Universitas Indonesia, Dede Suryanto, menilai konsep menabung telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan menyimpan dana di tabungan atau deposito, kini masyarakat mulai beralih ke instrumen investasi seperti reksa dana untuk menjaga nilai aset dari tekanan inflasi, biaya administrasi, dan pajak.
Menurutnya, keberhasilan mencapai tujuan keuangan (financial goals) sangat ditentukan oleh kedisiplinan berinvestasi dan ketepatan dalam memilih instrumen.
“SIP pada dasarnya adalah komitmen menyisihkan dana secara rutin dalam jangka waktu tertentu, sekaligus menahan godaan untuk mencairkan investasi sebelum target tercapai,” ujarnya.
Dia menambahkan, SIP tidak menuntut investasi dalam jumlah besar, melainkan konsistensi dan perencanaan yang matang. Diversifikasi juga menjadi elemen penting guna menekan risiko.
“SIP merupakan strategi investasi jangka panjang yang relatif aman dan terbukti memberikan hasil optimal,” katanya.
Di sisi lain, platform investasi digital Bibit.id menegaskan perannya dalam mendorong adopsi investasi berkala melalui program Nabung Rutin. Perusahaan menilai pendekatan ini relevan bagi masyarakat yang membutuhkan solusi investasi sederhana dan efektif.
Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, menyampaikan terkait dengan tema utama dalam gerakan bersama ini, Systematic Investment Plan (SIP) merupakan gabungan dari strategi the power of compounding dan Dollar Cost Averaging.
SIP mewajibkan investor untuk menyetorkan uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka.
Misalnya, apabila investor ingin membeli hunian impian dalam waktu 10 tahun ke depan, maka strategi SIP sangat cocok untuk membantunya berinvestasi dengan disiplin, mudah, fleksibel, dan tentunya dalam portofolio yang terdiversifikasi.
Menurut India Times, Systematic Investment Plan (SIP) adalah strategi investasi di mana investor menginvestasikan jumlah uang dengan nominal yang sama ke reksa dana tertentu secara berkala atau rutin. Salah satu alasan mengapa SIP menjadi kian populer adalah tersedianya dukungan dari berbagai teknologi finansial.
Di India, sejak digulirkannya kampanye “Mutual Fund Sahi Hai” (reksa dana adalah pilihan tepat) oleh Association of Mutual Funds in India (AMFI) di tahun 2017, SIP terbukti menjadi strategi yang berhasil mengubah lanskap investasi di negara tersebut.
Dari periode Februari 2017 sampai Maret 2019, Average Assets Under Management (AAUM) reksa dana di India bertumbuh 33%. Yang lebih mencengangkan lagi, dari akhir tahun 2019 sampai akhir 2023, AAUM di reksa dana di India tercatat tumbuh dua kali lipat.
“Berkaca dari kisah sukses di India, tentu saja kami optimis kita bersama dapat mencapai kesuksesan yang sama di Indonesia," kata William.
Terlebih, data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjukkan hal yang menggembirakan. Pada akhir 2022, jumlah investor reksa dana mencapai 9,6 juta investor, sementara di akhir Januari 2026 angkanya telah naik dua kali lipat lebih mencapai 19,84 juta investor.
Pekan Reksa Dana 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kampanye sesaat, tetapi juga menjadi katalis bagi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan. Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan platform digital seperti Bibit menjadi kunci dalam mempercepat transformasi literasi keuangan di Indonesia.
#investor-reksa-dana #strategi-sip #investasi-berkala #systematic-investment-plan #pasar-keuangan-domestik #investor-pasar-modal #reksa-dana-saham #investasi-jangka-panjang #diversifikasi-investasi #pl