#30 tag 24jam
DPR-Danantara Bahas DDMF, Ini Peran Lembaga Baru Pendanaan Proyek Strategis
Danantara dan DPR bahas peran DDMF dalam pendanaan proyek strategis jangka panjang. Fokus pada tata kelola, investasi swasta, dan risiko fiskal. [957] url asal
#dpr-danantara #ddmf #proyek-strategis #investasi-jangka-panjang #tata-kelola-kredibel #investasi-swasta #risiko-fiskal #proyek-prioritas #return-investasi #sektor-swasta #pembiayaan-proyek #apbn #inve
(Bisnis.Com - Market) 02/07/26 07:24
v/265825/
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Komisi XI DPR/RI mulai membahas peran Danantara Development Management Fund (DDMF) sebagai kendaraan investasi untuk proyek-proyek strategis berimbal hasil jangka panjang dalam rapat tertutup pada Rabu (1/7/2026).
Namun, keberhasilan lembaga baru itu dinilai akan sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun tata kelola yang kredibel, menarik investasi swasta, serta menghindari bertambahnya beban birokrasi dan risiko fiskal.
Ketua Komisi XI DPR/RI Mukhamad Misbakhun mengatakan pembahasan mencakup sejumlah proyek prioritas beserta rencana pendanaan DDMF. Namun, seluruh substansi rapat belum dapat disampaikan kepada publik karena bersifat tertutup.
Dia menjelaskan pada intinya DDMF akan diarahkan membiayai sektor-sektor yang selama ini kurang diminati investor swasta karena tingkat pengembalian investasinya baru dapat diperoleh dalam jangka panjang.
Dia menambahkan tantangan utama dalam pembiayaan proyek-proyek tersebut adalah rendahnya internal rate of return atau IRR apabila dikerjakan sepenuhnya oleh sektor swasta. Oleh sebab itu, negara perlu mengambil peran untuk memastikan proyek strategis tetap dapat berjalan.
"Yang intinya itu adalah mengenai bagaimana melakukan upaya pembangunan terhadap sektor-sektor yang selama ini tingkat return of investmentnya itu bersifat jangka panjang. Kalau diserahkan kepada swasta, sangat rendah dan sangat minim partisipasi swastanya. Maka kehadiran negara ditetapkan bahwa DDMF harus masuk ke sana," ujarnya usai rapat tertutup, Rabu (1/7/2026).
Menurut Misbakhun, mekanisme pembiayaan proyek juga tidak akan sekadar membagi porsi antara Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan DDMF. Pemerintah masih menyusun skema pendanaan yang akan diterapkan pada masing-masing proyek.
Namun, ia menegaskan dana APBN tidak akan disalurkan langsung ke DDMF.
"Strateginya sedang dirumuskan. Bukan berarti dana APBN masuk ke DDMF. Nanti mekanismenya berbeda dan akan dijelaskan secara transparan setelah seluruh skemanya matang," imbuhnya.
Dia menambahkan DDMF juga telah mempresentasikan strategi untuk menarik investasi global. DPR akan mengevaluasi implementasi strategi tersebut secara berkala melalui rapat pengawasan berikutnya.
Sementara itu, Managing Director Danantara Rohan Hafas menegaskan seluruh investasi yang dilakukan oleh DDMF tetap akan mengedepankan prinsip komersial meski memiliki horizon investasi jangka panjang.
Pihaknya juga berkomitmen untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program secara berkala kepada Komisi XI DPR/RI.
"Kami akan terus berkonsultasi dengan Komisi XI sebagai mitra. Walaupun returnnya jangka panjang, tetap harus dihitung aspek komersialnya. Perkembangan dan kinerjanya juga akan kami laporkan secara periodik," ujarnya.
Adapun saat ditanya mengenai target kontribusi investasi Danantara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, baik Misbakhun dan Rohan belum bersedia menyatakan rinciannya. Menurut mereka, seluruh target masih berada pada tahap penyusunan rencana kerja dan akan dihitung berdasarkan karakteristik masing-masing proyek.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan DDMF berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung pembiayaan proyek-proyek jangka panjang yang menjadi prioritas pemerintah.
Menko AHY menyoroti sejumlah proyek prioritas yang membutuhkan dukungan investasi besar dan berkelanjutan. Salah satunya adalah pembangunan Giant Sea Wall untuk melindungi kawasan pesisir yang menghadapi ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut, terutama di wilayah Teluk Jakarta serta kawasan Semarang, Kendal, dan Demak.
Selain itu, Menko AHY juga mendorong percepatan pengembangan sektor perkeretaapian melalui revitalisasi jalur eksisting, reaktivasi jalur yang tidak beroperasi, serta pembangunan jalur baru di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Menurutnya, pengembangan jaringan kereta api memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan efisiensi logistik.
Urgensi DDMF
Pembentukan Danantara Development Mutual Fund (DDMF) sebagai bagian dari ekosistem investasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dinilai masih menyimpan sejumlah tantangan. Selain berpotensi menambah lapisan birokrasi, skema tersebut juga dinilai dapat meningkatkan risiko terhadap posisi utang publik apabila tidak dirancang dengan tata kelola yang kuat.
Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan mengatakan keberadaan DDMF lebih banyak potensi risiko dibandingkan dengan manfaatnya.
Menurutnya, berbeda dengan entitas pengelola investasi yang dapat menghimpun dana melalui aktivitas investasi, DDMF akan bergantung pada badan induknya untuk memperoleh pendanaan. Konsekuensinya, badan tersebut berpotensi menerbitkan surat utang atau instrumen pembiayaan lain yang pada akhirnya dapat meningkatkan eksposur utang publik.
"Kalau pendanaannya berasal dari badan yang menerbitkan obligasi atau surat berharga, risikonya tentu ada. Apabila tidak dikelola dengan baik, utang publik bisa meningkat," katanya.
Selain aspek pembiayaan, keberadaan DDMF juga dinilai berpotensi memperpanjang proses birokrasi dalam penyaluran investasi BUMN.
Selama ini, pengajuan penyertaan modal negara (PMN) dilakukan melalui kementerian terkait dan Kementerian Keuangan. Dengan hadirnya DDMF, menurutnya, akan muncul satu lapis proses baru yang justru berpotensi mengurangi efisiensi.
"Rantai birokrasi menjadi lebih panjang. Semakin banyak tahapan koordinasi, semakin besar potensi keterlambatan dalam pengambilan keputusan investasi," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa operasional DDMF pada tahap awal masih berpotensi ditopang oleh anggaran negara maupun pengelolaan dividen BUMN. Kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan tumpang tindih fungsi dengan lembaga yang telah lebih dahulu menjalankan pengelolaan investasi pemerintah.
Karena itu, ia mempertanyakan urgensi pembentukan DDMF apabila fungsi-fungsi yang dijalankan sebenarnya telah tersedia di bawah struktur Danantara saat ini.
"Kalau investasi baru sudah bisa ditangani oleh Danantara Investment Management dan aset eksisting dikelola oleh Danantara Asset Management, sebenarnya urgensi pembentukan DDMF menjadi perlu dikaji kembali agar tidak menambah biaya birokrasi maupun potensi duplikasi fungsi," katanya.
Dia menilai tujuan utama Danantara seharusnya tetap berfokus pada peningkatan investasi riil di dalam negeri. Keberhasilan lembaga itu, menurutnya, tidak cukup diukur dari besaran keuntungan investasi semata, melainkan dari kemampuannya mendorong rasio investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Menurutnya, Danantara perlu berperan sebagai akselerator investasi dengan menciptakan proyek-proyek yang memiliki skala ekonomi besar sehingga mampu menarik partisipasi investor swasta, termasuk investor asing, khususnya pada sektor riil.
Senada, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Erwin Aksa mengatakan indikator keberhasilan Danantara perlu mencerminkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh.
"Keberhasilan Danantara harus diukur dari dampak ekonominya terhadap Indonesia secara keseluruhan, bukan hanya kinerja keuangannya," katanya.
Di sisi lain, Kadin menilai strategi menarik investor global tidak cukup hanya mengandalkan dukungan modal dari pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN). Faktor yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan membangun kepercayaan investor.
Tips Membangun Kesiapan Finansial
Kesadaran finansial penting untuk kesejahteraan jangka panjang. Kelola arus kas dengan metode 50/30/20, siapkan dana darurat, dan investasi rutin. [385] url asal
#kesiapan-finansial #perencanaan-keuangan #investasi-jangka-panjang #edukasi-keuangan #pengembangan-karakter #kesuksesan-finansial #pola-pikir-sukses #pengelolaan-keuangan #literasi-keuangan #arus-kas
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 25/06/26 19:30
v/261258/
Bisnis.com, JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan kesejahteraan finansial jangka panjang.
Di tengah semakin tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik, kebutuhan akan edukasi keuangan yang mudah diakses dan relevan menjadi semakin penting.
Founder ESQ Corporation, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan berdasarkan berbagai riset dan pengalaman yang dilakukan selama bertahun-tahun dalam pengembangan karakter manusia, dari 100 orang yang ingin berhasil, hanya sekitar 5% yang benar-benar mencapai kesuksesan, sementara 95% lainnya gagal tanpa pernah mengetahui ataupun menyadari apa yang menjadi penyebabnya.
"Banyak orang memiliki mimpi dan tujuan yang besar, tetapi tidak semua memahami faktor yang menentukan keberhasilan mereka. Sering kali yang menghambat bukanlah kemampuan, melainkan pola pikir, karakter, kebiasaan, dan kurangnya persiapan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Karena itu, katanya, penting menemukan potensi terbaik dalam diri agar mampu mencapai kehidupan yang lebih sukses dan bermakna," ujar Ary Ginanjar Agustian.
Direktur PT Generasi Paham Investasi (Ayovest), Sonny Afriansyah, menyampaikan, orang perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik.
Karena baginya, kesuksesan jangka panjang perlu didukung oleh pengelolaan keuangan yang sehat dan kebiasaan investasi yang konsisten.
"Kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk memahami investasi sesuai profil risiko, kebutuhan, dan tujuan keuangan masing-masing," kata dia terkait digelarnya The Amazing You 6 Unlock Your Power.
Dia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan nasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera secara finansial.
Membangun kesiapan finansial yang kokoh dapat dicapai dengan mengatur arus kas menggunakan metode 50/30/20, menyiapkan dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran, serta memulai investasi reksa dana secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Langkah Membangun Kesiapan Finansial menurut Ayovest
1. Kelola Arus Kas (Cashflow)
Gunakan metode penganggaran 50/30/20. Alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk gaya hidup (hiburan), dan 20% untuk tabungan serta investasi masa depan.
2. Evaluasi Rutin
Lakukan pengecekan kesehatan keuangan berkala menggunakan fitur Ayovest Financial Checkup untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda dalam keadaan sehat atau butuh perbaikan.
3. Siapkan Dana Darurat
Sisihkan dana likuid yang cukup untuk menutupi 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin Anda, sehingga Anda siap menghadapi risiko tak terduga tanpa harus berutang.
4. Tentukan Tujuan Keuangan
Susun resolusi keuangan yang spesifik (seperti dana menikah, dana pensiun, atau dana pendidikan) dan pantau perkembangannya.
Pilihan Investasi untuk Gaya Hidup Modern, Mana yang Cocok untuk Gen Z?
Pilihan investasi untuk gaya hidup modern semakin beragam. Kenali reksa dana dan obligasi yang dapat membantu mencapai tujuan finansial jangka panjang. [627] url asal
#investasi-untuk-pemula #pilihan-investasi #investasi-gaya-hidup-modern #reksa-dana #obligasi #surat-berharga-negara #investasi-anak-muda #cara-investasi #investasi-jangka-panjang #tips-invest
Jakarta: Di era serba digital dan cepat seperti sekarang, mengelola keuangan tidak lagi cukup hanya dengan menabung. Kenaikan biaya hidup, inflasi, hingga kebutuhan masa depan membuat banyak orang mulai melirik investasi sebagai cara untuk menjaga sekaligus mengembangkan nilai aset mereka.Menabung tetap penting sebagai fondasi keuangan yang sehat. Namun, investasi kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari strategi finansial modern, terutama bagi generasi muda yang ingin mencapai berbagai tujuan keuangan, mulai dari dana darurat, pendidikan, membeli rumah, hingga mempersiapkan masa pensiun.
Selain investasi, perlindungan finansial juga menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan. Kombinasi investasi dan proteksi yang tepat dapat membantu seseorang menjalani berbagai rencana hidup dengan lebih tenang dan percaya diri.
Mengapa investasi penting di era modern?
Perubahan kondisi ekonomi membuat nilai uang terus mengalami penurunan akibat inflasi. Jika dana hanya disimpan dalam tabungan, daya belinya bisa berkurang seiring waktu.Karena itu, investasi menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga nilai aset sekaligus membuka peluang pertumbuhan dana dalam jangka panjang.
Namun, sebelum mulai berinvestasi, penting untuk memahami karakteristik setiap instrumen agar sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
Reksa dana, investasi praktis untuk pemula
Bagi yang baru memulai perjalanan investasi, reksa dana menjadi salah satu instrumen yang paling populer karena mudah diakses dan dikelola oleh manajer investasi profesional.Melalui reksa dana, dana investor akan ditempatkan pada berbagai instrumen seperti pasar uang, obligasi, maupun saham sesuai jenis produk yang dipilih.
1. Reksa dana pasar uang
Jenis ini cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif yang lebih mengutamakan stabilitas dibanding potensi keuntungan besar.
Instrumen yang digunakan umumnya memiliki risiko relatif rendah dan cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek.
2. Reksa dana pendapatan tetap
Reksa dana pendapatan tetap menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibanding pasar uang dengan tingkat risiko yang masih relatif terukur. Produk ini biasanya berinvestasi pada instrumen obligasi atau surat utang.
3. Reksa dana campuran
Bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas, reksa dana campuran bisa menjadi pilihan. Instrumen ini mengombinasikan investasi pada saham, obligasi, dan pasar uang sehingga portofolio menjadi lebih terdiversifikasi.
4. Reksa dana saham
Reksa dana saham cocok untuk tujuan investasi jangka panjang karena memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.
Namun, instrumen ini juga memiliki fluktuasi yang lebih besar sehingga sesuai bagi investor dengan toleransi risiko yang lebih tinggi.
5. Reksa dana indeks
Reksa dana indeks dirancang mengikuti pergerakan indeks tertentu di pasar modal. Instrumen ini menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan kinerja sejalan dengan indeks acuan tanpa perlu memilih saham secara individu.
Obligasi, pilihan investasi yang lebih stabil
Selain reksa dana, obligasi juga menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena menawarkan pendapatan berkala berupa kupon.Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan dengan jangka waktu tertentu.
Investor akan menerima pembayaran kupon secara berkala, baik bulanan, triwulanan, semesteran, maupun tahunan sesuai ketentuan masing-masing produk.
Obligasi pasar perdana
Pasar perdana memberikan kesempatan kepada investor untuk membeli obligasi langsung saat pertama kali diterbitkan.
Harga yang ditawarkan biasanya sesuai nilai nominal awal sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
Obligasi pasar sekunder
Sementara itu, pasar sekunder memungkinkan investor membeli obligasi yang telah diperdagangkan sebelumnya.
Harga obligasi di pasar sekunder dapat berubah mengikuti kondisi pasar sehingga membuka peluang memperoleh harga yang lebih kompetitif.
Surat berharga negara masih jadi favorit
Salah satu jenis obligasi yang banyak diminati masyarakat adalah Surat Berharga Negara (SBN).Selain menawarkan berbagai pilihan tenor, instrumen ini juga dijamin oleh pemerintah sehingga dinilai memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi.
SBN tersedia dalam bentuk konvensional maupun syariah dengan pilihan kupon tetap atau floating with floor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor.
Dengan strategi yang tepat, investasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mewujudkan berbagai tujuan finansial sekaligus mendukung gaya hidup modern yang semakin dinamis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)
Permintaan Emas Tetap Tinggi, Galeri 24 Catat Penjualan hingga 3 Kg di BIJF
Minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat. [366] url asal
#investasi-emas #harga-emas #investasi-logam-mulia #tren-investasi-emas #emas-batangan #aset-safe-haven #literasi-keuangan #perencanaan-keuangan #pengelolaan-aset #investasi-jangka-panjang #bandung-int
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minat masyarakat terhadap investasi emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan. Tren tersebut tercermin dari penjualan emas Galeri 24 yang mencapai lebih dari 3 kilogram selama ajang Bandung International Jewellery Fair (BIJF) 2026 pada 11-14 Juni 2026.
Capaian tersebut diraih pada tahun pertama keikutsertaan Galeri 24 dalam pameran perhiasan yang digelar di Sudirman Grand Ballroom, Bandung. Penjualan tersebut sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan diversifikasi aset.
Selama empat hari penyelenggaraan, stan Galeri 24 menjadi salah satu area yang ramai dikunjungi. Pengunjung tidak hanya melakukan transaksi pembelian, tetapi juga mencari informasi mengenai produk emas dan berkonsultasi terkait investasi.
Selain menawarkan berbagai produk emas batangan dan perhiasan, Galeri 24 menghadirkan sejumlah program promosi, aktivitas interaktif, serta edukasi investasi yang mendapat respons positif dari pengunjung.
Regional Manager Bandung Galeri 24 Yogianda Aprilindo mengatakan, minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami melihat antusiasme masyarakat Bandung terhadap investasi emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Melalui partisipasi Galeri 24 di Bandung International Jewellery Fair 2026, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan," ujar Yogianda dalam siaran pers, Sabtu (20/6/2026).
Menurut dia, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan aset turut mendorong pertumbuhan minat investasi emas. Kondisi tersebut terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang memanfaatkan sesi konsultasi dan edukasi selama pameran berlangsung.
Tidak hanya berfokus pada penjualan, Galeri 24 juga menggelar talkshow mengenai investasi emas dan perencanaan keuangan jangka panjang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih memahami manfaat dan risiko berbagai instrumen investasi.
Menjelang penutupan acara, total penjualan emas Galeri 24 tercatat melampaui 3 kilogram. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap produk emas sebagai salah satu instrumen investasi.
"Respons positif yang kami terima selama empat hari acara ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga nilai aset melalui investasi emas,” katanya.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut akan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas edukasi investasi kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi seluruh pengunjung yang telah berpartisipasi dan berharap edukasi yang kami berikan dapat mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia untuk memulai investasi secara bijak dan berkelanjutan," ujarnya.
Usia Pensiun Meningkat, Manulife Rekomendasi Atur Ulang Strategi Investasi
Masa pensiun dapat berlangsung selama 30 hingga 40 tahun sehingga membutuhkan perencanaan yang lebih matang untuk menjamin ketahanan finansial jangka panjang. [1,628] url asal
#dana-pensiun #manulife #investasi-rutin #reksa-dana #sip #investasi-berkala #dollar-cost-averaging #the-power-of-compounding #investasi-jangka-panjang #diversifikasi-investasi #investasi-reksa-dana
(Bisnis.Com - Finansial) 10/06/26 05:59
v/245415/
Bisnis.com, JAKARTA — Konsep pensiun di berbagai negara tengah mengalami perubahan mendasar seiring dengan meningkatnya harapan hidup, perubahan pola karier, dan ketidakpastian ekonomi yang semakin tinggi. Kondisi ini mendorong perlunya transformasi sistem pensiun agar mampu menjawab tantangan masa depan.
Dalam laporan terbaru bertajuk Securing Retirement: What Builds a Strong Pension System, Manulife menilai bahwa pensiun kini bukan lagi fase singkat setelah masa kerja berakhir. Sebaliknya, masa pensiun dapat berlangsung selama 30 hingga 40 tahun sehingga membutuhkan perencanaan yang lebih matang untuk menjamin keberlanjutan pendapatan dan ketahanan finansial jangka panjang.
Manulife mengungkapkan bahwa banyak sistem pensiun yang saat ini berlaku, baik di negara maju maupun berkembang, masih dibangun berdasarkan asumsi lama, yakni pekerjaan yang stabil, jalur karier yang dapat diprediksi, serta usia harapan hidup yang lebih pendek.
Akibatnya, sejumlah tantangan masih membayangi sistem pensiun global. Tingkat penggantian pendapatan saat pensiun (retirement replacement rate) dinilai masih rendah, sementara kesenjangan partisipasi program pensiun masih terjadi, terutama pada kelompok pekerja informal.
Selain itu, individu kini semakin dituntut mengambil keputusan finansial yang kompleks dengan panduan yang terbatas. Di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, kesenjangan pendapatan pada masa pensiun juga masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius.
Dalam laporannya, Manulife mengidentifikasi lima elemen utama yang menjadi fondasi sistem pensiun yang tangguh, yaitu kecukupan (adequacy), akses (access), fleksibilitas (flexibility), nasihat (advice), dan akuntabilitas (accountability).
Kelima elemen tersebut dinilai mencerminkan pendekatan yang lebih progresif dalam membangun sistem pensiun, tidak hanya berfokus pada akumulasi aset, tetapi juga memperhatikan aspek inklusivitas, perilaku peserta, serta kepercayaan terhadap sistem.
Laporan ini menegaskan bahwa sistem pensiun yang kuat tidak terbentuk secara kebetulan, melainkan melalui desain kebijakan yang tepat, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Di tengah perubahan tersebut, Manulife menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia solusi pensiun, tetapi juga sebagai kontributor dalam pengembangan sistem pensiun yang lebih berkelanjutan.
Melalui pengalaman global, riset, serta kapabilitas di bidang asuransi, manajemen aset, dan solusi kekayaan, perusahaan berupaya membantu masyarakat menjembatani kesenjangan antara kontribusi selama masa kerja dan kebutuhan pendapatan saat pensiun.
Elvin Tharm, Head of Emerging Markets Asia Retirement, Manulife, berbagi pandangannya mengenai tantangan, peluang, serta prioritas strategis dalam membangun sistem pensiun yang lebih kuat kepada Bisnis. Berikut petikannya:
Laporan terbaru Manulife menunjukkan bahwa ekosistem pensiun di Asia tengah berada pada titik infleksi yang krusial. Dengan tingkat pendapatan di masa pensiun (retirement replacement rate) yang umumnya berada di bawah 50% dari pendapatan sebelum pensiun, jutaan orang berisiko menghadapi ketidakcukupan finansial di masa tua. Dalam konteks ini, bagaimana membangun ekosistem pensiun yang lebih tangguh ke depan?
Urgensi tersebut semakin nyata di pasar seperti Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat penggantian pendapatan pensiun di Indonesia baru berada di kisaran 10–15% dari pendapatan sebelum pensiun. Ini jauh di bawah ambang kecukupan sekitar 40% yang diacu secara internasional, termasuk oleh ILO. Kesenjangan ini mencerminkan adanya kesenjangan struktural yang signifikan antara kebutuhan finansial di masa pensiun dan kemampuan sistem saat ini dalam memenuhinya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pembangunan ekosistem pensiun yang tangguh memerlukan pergeseran mendasar: dari sekadar fokus pada “akumulasi” aset menuju “keberlanjutan pendapatan”. Seiring dengan masa pensiun yang kini dapat berlangsung 30 hingga 40 tahun, langkah ke depan perlu difokuskan pada tiga prioritas utama.
Pertama, desain yang dirancang untuk menghadapi umur panjang. Sistem pensiun perlu keluar dari pendekatan lama yang didesain untuk karier linear dan usia harapan hidup yang lebih pendek.
Ke depannya, diperlukan strategi investasi “through-retirement” yang tetap mempertahankan eksposur pada pertumbuhan aset, bahkan setelah memasuki masa pensiun, alih-alih sepenuhnya beralih ke portofolio konservatif.
Kedua, integrasi nasihat investasi sebagai infrastruktur inti. Ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh besaran kontribusi peserta program pensiun, tetapi juga oleh kualitas pengambilan keputusan.
Akses terhadap panduan profesional - baik melalui platform digital, penasihat manusia, maupun kombinasi keduanya - menjadi kunci untuk menyederhanakan kompleksitas dan menerjemahkan desain sistem menjadi hasil yang lebih optimal bagi individu.
Hal ini juga mencakup penetapan tujuan keuangan yang tepat, seperti membedakan antara kebutuhan jangka pendek dan aspirasi jangka panjang, agar perencanaan pensiun tetap menjadi prioritas.
Ketiga, percepatan agenda reformasi pensiun. Sistem pensiun yang tangguh perlu dikembangkan secara struktural untuk membantu masyarakat menghadapi risiko umur panjang dan ketidakpastian ekonomi.
Di Indonesia, sejumlah perkembangan positif mulai terlihat. Regulator dan pembuat kebijakan terus mendorong reformasi untuk memperkuat tabungan sukarela, termasuk langkah menuju perluasan cakupan wajib dan harmonisasi sistem pensiun.
Dekade mendatang akan mendefinisikan ulang makna pensiun, baik bagi individu, keluarga, maupun perekonomian secara luas. Kita memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk membangun sistem yang tidak hanya memberikan pendapatan, tetapi juga menghadirkan ketahanan, keadilan, dan rasa percaya diri bagi generasi mendatang.

Bagaimana kecenderungan memilih portofolio konservatif dapat menurunkan pendapatan bulanan di masa pensiun?
Temuan ini menyoroti adanya opportunity cost yang signifikan ketika pendekatan investasi terlalu berhati-hati dalam horizon jangka panjang. Analisis kami menunjukkan beberapa hal berikut.
Pertama, kesenjangan imbal hasil (growth gap). Dalam tiga dekade terakhir, indeks S&P 500 mencatatkan imbal hasil rata-rata sekitar 9% per tahun, dibandingkan dengan sekitar 4% untuk obligasi AS.
Ketika sistem pensiun secara default menempatkan peserta pada portofolio yang terlalu konservatif - terutama di tahap awal - efek bunga-berbunga dari imbal hasil yang lebih rendah dapat secara signifikan menggerus hasil akhir investasi.
Kedua, kondisi di Indonesia. Dalam 20 tahun terakhir, baik saham maupun obligasi di Indonesia mencatatkan imbal hasil rata-rata di atas 10% per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan deposito bank sekitar 4,5% dan instrumen pasar uang di kisaran 4–5%.
Namun demikian, dengan profil demografi di mana 59% tenaga kerja berada pada usia produktif (15–44 tahun), sekitar 57% aset pensiun justru ditempatkan pada instrumen pasar uang, sementara 39% berada di obligasi dan hanya sekitar 4% di saham.
Ketiga, kesenjangan pendapatan pensiun (income shortfall). Dengan kinerja pasar modal Indonesia sebagai ilustrasi, seorang peserta program pensiun dengan horizon investasi 30 tahun dan kontribusi rutin sebesar Rp1 juta per bulan, melalui portofolio dengan alokasi saham dan obligasi yang seimbang sesuai siklus usia (glidepath), berpotensi mengumpulkan dana sekitar Rp2,6 miliar.
Sebaliknya, jika sejak awal seluruh dana hanya ditempatkan pada instrumen pasar uang yang sangat konservatif, nilai yang terkumpul hanya sekitar Rp1 miliar. Perbandingan ini menunjukkan hilangnya potensi hasil yang signifikan, khususnya bagi generasi pekerja muda di Indonesia.
Keempat, mitigasi melalui diversifikasi. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk menerapkan diversifikasi lintas kelas aset dan sektor. Penyebaran investasi dapat membantu meredam fluktuasi pasar sekaligus tetap memberikan peluang pertumbuhan, sehingga risiko dapat dikelola tanpa mengorbankan hasil jangka panjang.
Bagaimana cara memperluas partisipasi pekerja lepas dan perempuan - yang selama ini masih kurang terakomodasi - ke dalam skema tabungan pensiun formal?
Inklusi merupakan fondasi dari ketahanan ekonomi. Untuk mendorong kelompok ini masuk ke dalam sistem, diperlukan upaya sistematis dalam mengurangi hambatan struktural, memperluas akses, serta memberdayakan individu agar dapat mulai menabung lebih dini dan secara konsisten.
Skema kontribusi sukarela. Program tabungan sukarela tambahan dapat membantu menutup kesenjangan di berbagai bentuk pekerjaan, terutama bagi pekerja yang berpindah-pindah antar perusahaan, industri, maupun platform.
Sebagai contoh, Employees Provident Fund (EPF) di Malaysia menyediakan inisiatif kontribusi sukarela yang lebih terarah, seperti i-Saraan untuk pekerja gig dan i-Suri untuk ibu rumah tangga, yang menawarkan cara fleksibel untuk mulai berpartisipasi dan membangun tabungan pensiun secara bertahap.
Perluasan cakupan jaminan sosial nasional. Pembuat kebijakan dan regulator memiliki peran kunci dalam memperluas partisipasi dalam sistem jaminan sosial nasional.
Beberapa negara, termasuk Indonesia dan Filipina, mulai memperluas cakupan agar mencakup pekerja mandiri dan sektor informal, sehingga membantu individu dengan riwayat kerja yang tidak kontinu tetap dapat membangun tabungan pensiun secara berkelanjutan.
Peningkatan kesadaran dan literasi. Banyak individu yang belum sepenuhnya memahami keberadaan skema sukarela maupun insentif pajak pada program pensiun.
Oleh karena itu, pemerintah bersama pelaku industri perlu memperkuat upaya edukasi keuangan, meningkatkan sosialisasi, serta membangun kepercayaan diri masyarakat dalam merencanakan masa depan finansial jangka panjang.

Mengapa industri dana pensiun perlu beralih dari fokus pada “saldo simpanan pensiun” menuju solusi “pendapatan berkelanjutan” yang mampu menopang masa pensiun hingga 40 tahun?
Saldo akun yang besar sejatinya hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Di era ketika masa pensiun dapat berlangsung hingga empat dekade, terlalu berfokus pada “lump sum” justru dapat menyesatkan karena beberapa alasan utama.
Tantangan fase dekumulasi. Pertama, ujian sesungguhnya dari sebuah sistem pensiun adalah kemampuannya mengubah tabungan menjadi aliran pendapatan rutin - atau retirement income - yang mampu mengikuti inflasi serta bertahan di tengah volatilitas pasar.
Mengelola risiko setelah pensiun. Kedua, risiko seperti usia panjang, inflasi, dan biaya kesehatan tidak berhenti saat seseorang pensiun. Oleh karena itu, pendekatan berbasis pendapatan berkelanjutan mendorong industri untuk merancang solusi sejak awal yang juga memperhitungkan fase dekumulasi, bukan hanya akumulasi.
Mendefinisikan ulang hasil akhir (outcome). Ketiga, kepercayaan merupakan fondasi dari setiap sistem pensiun. Individu menempatkan tabungan seumur hidup mereka dengan harapan bahwa sistem yang ada transparan, adil, dan selaras dengan kesejahteraan jangka panjang mereka.
Mendorong penggunaan alat dan kalkulator yang menerjemahkan tabungan menjadi proyeksi pendapatan pensiun dapat membantu individu memahami posisi keuangan mereka secara lebih akurat, serta mengambil keputusan yang lebih tepat terkait penganggaran, tingkat kontribusi, dan waktu pensiun.
Sistem yang dibangun di atas transparansi yang lebih baik dan ukuran berbasis hasil (outcome-based) pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan dan keyakinan di setiap tahap perjalanan pensiun.
Apa saja syarat utama dari sistem pensiun yang kuat?
Menurut laporan terbaru Manulife mengenai pensiun, sebuah sistem pensiun yang kuat memiliki lima karakteristik utama.
Pertama, kecukupan dan perlindungan terhadap usia panjang. Dirancang untuk menghasilkan pendapatan yang bertahan sepanjang masa pensiun, serta mampu menghadapi inflasi dan volatilitas pasar.
Kedua, akses dan inklusi. Menjangkau populasi seluas mungkin, termasuk mereka dengan pola kerja yang tidak linear atau terus berubah.
Ketiga, fleksibilitas yang disertai perlindungan. Menyeimbangkan kebebasan individu dalam mengambil keputusan dengan mekanisme perlindungan, seperti program default yang cerdas dan memberikan dorongan perilaku positif, untuk mencegah habisnya tabungan secara prematur.
Keempat, kepercayaan melalui nasihat. Memanfaatkan panduan berbasis digital, penasihat manusia, maupun kombinasi keduanya untuk menyederhanakan kompleksitas finansial menjadi langkah yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.
Kelima, transparansi dan akuntabilitas. Membangun kepercayaan melalui tata kelola yang kuat serta pelaporan yang berfokus pada hasil nyata, terutama kesiapan pendapatan di masa pensiun.
Bahlil Batalkan Gross Split Tambang, Industri Nikel Lega
Pembatalan skema gross split oleh Bahlil disambut positif oleh industri nikel Indonesia, memberikan stabilitas fiskal dan kepastian regulasi bagi investasi jangka panjang. [552] url asal
#industri-nikel #gross-split #pembatalan-gross-split #sektor-pertambangan #stabilitas-fiskal #kepastian-regulasi #investasi-jangka-panjang #daya-tarik-investasi #kenaikan-royalti #harga-patokan-mineral
(Bisnis.Com - Ekonomi) 09/06/26 11:15
v/244469/
Bisnis.com, JAKARTA — Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menyambut bait pembatalan rencana skema bagi hasil atau gross split pada sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba).
Ketua FINI Arif Perdana Kusumah menuturkan, industri nikel saat ini membutuhkan stabilitas fiskal, kepastian regulasi jangka panjang dan rezim investasi yang kompetitif secara global. Hal ini diperlukan agar hilirisasi Indonesia tetap tumbuh dan berkelanjutan.
"Dalam kompetisi global seperti ini, Indonesia perlu memperkuat kepercayaan investor, menjaga stabilitas kebijakan, dan meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang. Gross split revenue bukan solusi untuk industri nikel Indonesia," kata Arif kepada Bisnis, Selasa (9/6/2026).
Dia menjabarkan bahwa pembatalan skema gross split pada sektor pertambangan minerba menjadi angin segar. Sebab, industri nikel pun saat ini telah menghadapi tekanan berat.
Arif menyebut bahwa dalam 12–18 bulan terakhir industri sudah menghadapi kenaikan royalti menjadi efektif sekitar 14% hingga 19%, kenaikan harga patokan mineral (HPM), rencana implementasi Global Minimum Tax (GMT), perlambatan restitusi pajak, serta kenaikan biaya energi dan bahan baku.
Selain itu, pelaku usaha juga tengah menghadapi harga sulfur yang tinggi. Arif mencatat, harga sulfur setelah perang Iran dan gangguan Selat Hormuz melonjak dari sekitar US$400 per ton menjadi mendekati US$1.300 per ton.
"Lonjakan sulfur diperkirakan meningkatkan biaya produksi HPAL sekitar US$4.000 ton nickel equivalent," imbuh Arif.
Dia mengatakan kenaikan harga sulfur ini sangat berdampak pada industri berbasis smelter High Pressure Acid Leach (HPAL). Menurutnya, banyak proyek HPAL saat ini sudah berada pada margin EBITDA sangat tipis, bahkan sebagian negatif.
"Dalam kondisi seperti ini, jika ada tambahan gross split dapat langsung membuat proyek baru maupun ekspansi menjadi tidak feasible," kata Arif.
Lebih lanjut, Arif mengingatkan bahwa wacana skema gross split diterapkan, itu akan menurunkan IRR proyek secara signifikan, memperpanjang payback period, meningkatkan risiko pembatalan proyek, dan menurunkan daya tarik Indonesia dibanding negara pesaing.
Menurutnya, penerapan skema gross split yang drastis justru berisiko menciptakan ketidakpastian besar bagi investor, memperburuk persepsi risiko Indonesia, memperlambat investasi baru, dan mendorong relokasi hilirisasi ke negara lain yang lebih stabil dan kompetitif.
"Jika gross split ini diterapkan, maka akan memberikan risiko-risiko yang serius, termasuk industri hilirisasi nikel di Indonesia, terutama akan mendorong relokasi investasi dan hilirisasi nikel ke negara lain yang lebih kompetitif," jelas Arif.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan ada skema bagi hasil di sektor pertambangan.
Pernyataan itu sekaligus membatalkan rencana pemerintah sebelumnya. Saat itu, pemerintah mewacanakan skema baru bagi hasil antara pemerintah dan pihak pengelola tambang.
Model pembagian hasil yang dipertimbangkan akan mengacu pada praktik atau skema di sektor minyak dan gas, yakni cost recovery maupun gross split.
Bahlil menuturkan, kebijakan gross split hanya berlaku di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Karenanya, dia menegaskan sektor pertambangan tidak akan menerapkan kebijakan tersebut.
"Sementara di sektor minerba tidak ada perubahan sama sekali. Sehingga ini penting saya sampaikan untuk memberikan penegasan bahwa aturan yang sudah ada tidak ada perubahan untuk selamanya. Itu tugas saya untuk menjaga itu," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/5/2026).
Menurut Bahlil, penegasan itu juga ditujukan demi memberi kepastian pada pelaku usaha. Oleh karena itu, dia mengimbau para pelaku usaha tidak perlu risau soal kepastian aturan.
"Hari ini kita melakukan diskusi panjang, hampir satu setengah jam. Untuk bagaimana membuat satu formulasi kebijakan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha khususnya di sektor pertambangan," jelas Bahlil.
Peluang Akumulasi Saham Diskon saat IHSG Terpuruk di Zona 5.000
Kejatuhan IHSG menciptakan anomali valuasi murah dan membuka momentum langka bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham berkualitas. [1,036] url asal
#ihsg-terpuruk #saham-diskon #peluang-investasi #akumulasi-saham #pasar-saham-domestik #koreksi-ihsg #investasi-jangka-panjang #valuasi-saham-murah #sektor-perbankan #saham-bbca #saham-bbri #strategi-i
(Bisnis.Com - Market) 09/06/26 05:00
v/244102/
Bisnis.com, JAKARTA — Kejatuhan pasar saham domestik sepanjang paruh pertama tahun ini dinilai mulai membuka ruang investasi yang langka terjadi dalam satu dekade terakhir. Meski indeks telah ambles hampir 40%, koreksi tersebut justru menawarkan peluang akumulasi strategis ketimbang kepanikan.
Setelah mencatat koreksi mingguan sebesar 8,69% pada pekan pertama Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren penurunannya pada perdagangan awal pekan kedua, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit melemah 4,52% sehingga parkir di level 5.342,13 hingga akhir perdagangan. Sebanyak 661 saham tumbang, 78 saham stagnan, dan hanya 78 saham di zona hijau. Penurunan ini pun menyeret indeks turun 38,22% secara year to date(YtD).
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyampaikan bahwa posisi IHSG pada level 5.300 dengan rasio price to earnings (PER) di kisaran 10 hingga 11 kali merupakan anomali yang hanya terlihat dua kali dalam 15 tahun terakhir, yakni saat pandemi Covid-19 dan krisis finansial global 2008 – 2009.
Namun, terdapat perbedaan mendasar antara kondisi pasar modal saat ini dengan dua periode krisis masa lalu tersebut. Menurutnya, jika krisis terdahulu dipicu oleh kerusakan fundamental secara masif, maka kejatuhan pasar saham kali ini murni karena tekanan sentimen eksternal dan makro.
“Kali ini, produk domestik bruto [PDB] Indonesia masih tumbuh 4,8% dan laba industri perbankan juga tetap solid. Ini adalah sentimen driven crash, bukan fundamentalcollapse,” ucap Wafi kepada Bisnis, dikutip Senin (8/6/2026).
Sebagai gambaran murahnya pasar ekuitas, dia mencontohkan valuasi saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo yang sudah rontok ke level ekstrem. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kini diperdagangkan dengan price to book value (PBV) di bawah standar deviasi -3 dalam jangka 5 tahun.
Sementara itu, emiten pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan PBV di level 1,3 kali dengan PER serendah 7,6 kali.
Di tengah derasnya tekanan jual asing, pelemahan rupiah, serta lonjakan inflasi, KISI Sekuritas melihat bahwa prospek risk-reward investasi saat ini sangat asimetris dan cenderung menarik untuk jangka menengah hingga panjang.
Wafi mengatakan apabila skenario terburuk terjadi, seperti adanya downgrade indeks oleh MSCI yang diikuti prospek negatif dari lembaga pemeringkat S&P, IHSG diproyeksi berpotensi menguji level batas bawah di rentang 4.800–5.000.
Sebaliknya, jika sentimen berbalik membaik, ruang kenaikan atau upside indeks komposit diperkirakan mampu menuju 6.800–7.200 dalam 12 bulan ke depan.
KISI memperkirakan ada empat katalis utama pemicu relief rally atau titik balik struktural IHSG pada semester II/2026. Pendorong utama mencakup kepastian bertahannya Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets pada akhir Juni, serta sinyal pelonggaran suku bunga acuan Bank Indonesia.
Katalis berikutnya adalah stabilitas nilai tukar rupiah yang diharapkan mampu menguat kembali ke bawah level Rp17.500 per dolar AS. Selain itu, kepastian arah kebijakan fiskal pemerintah yang menjaga defisit anggaran di bawah 3%.
“Satu katalis saja sudah cukup untuk memicu relief rally sebesar 8% hingga 15% pada indeks. Kombinasi dari dua katalis atau lebih bahkan bisa menjadi titik balik struktural yang ditunggu oleh pasar,” pungkas Wafi.
STRATEGI INVESTASI
Sementara itu, untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang, Wafi merekomendasikan tiga sektor utama yang disebut memiliki daya tahan kuat serta valuasi yang sudah terdiskon secara historis.
Pertama adalah perbankan. Di sektor ini, saham pilihan jatuh pada BBCA dan BMRI karena didukung PBV yang setara level krisis, pertumbuhan laba operasional yang konsisten, serta model bisnis inti yang tetap utuh.
Adapun pilihan untuk sektor komoditas berbasis dolar AS mencakup AADI, ANTM, BRMS, dan ADRO. Deretan emiten ini diuntungkan oleh skema natural hedge terhadap fluktuasi rupiah di tengah sokongan harga komoditas global.
Di sektor konsumer primer atau consumer staples, pilihan tertuju pada INDF, ICBP, dan AMRT yang dinilai defensif berkat tingkat permintaan masyarakat yang inelastis serta kondisi arus kas yang kuat dan mudah diprediksi.
Dihubungi terpisah, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menuturkan bahwa di tengah tekanan yang melanda pasar dalam negeri, strategi investasi kini bisa dialihkan ke emiten yang memiliki rekam jejak pembagian dividen secara konsisten, serta memiliki fundamental pertumbuhan laba yang kuat.
“[Pilih] saham yang rutin membagikan dividen dan mampu mencetak pertumbuhan laba dari waktu ke waktu. Sementara itu, tidak dibatasi oleh sektornya,” ucap Rudiyanto saat dihubungi Bisnis.
Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong menilai bahwa tekanan makroekonomi yang memicu aksi jual di pasar saham dinilai mulai menciptakan titik masuk investasi yang atraktif pada saham-saham perbankan nasional.
Menurut keduanya, koreksi harga yang terjadi belakangan ini lebih didorong oleh sentimen makro bukan karena penurunan kinerja. Atas dasar fundamental yang tangguh, peringkat overweightdipertahankan untuk sektor perbankan.
“Aksi jual saham perbankan baru-baru ini sebagian besar didorong oleh faktor makro, yang menurut pandangan kami, justru menciptakan peluang menarik untuk membeli bank-bank berkualitas,” ucap keduanya dalam riset terbaru.
Sepanjang empat bulan pertama 2026, laba bersih perbankan dalam cakupan riset mereka masih mampu tumbuh 8,7% year on year (YoY). Laju penyaluran kredit juga kokoh sebesar 11,7% YoY ditopang segmen korporasi komersial, dengan kelompok bank besar memimpin ekspansi sebesar 13,8% YoY.
Di sisi lain, keduanya tidak menampik adanya tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akibat kenaikan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25% pada Mei lalu yang pada akhirnya mengerek biaya dana.
Meski demikian, kebijakan baru pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan porsi lebih besar mengendap di sistem perbankan domestik dinilai bakal menjadi penopang likuiditas baru.
Melihat kombinasi likuiditas yang sehat dan kualitas aset terjaga, Andrey dan David merekomendasikan investor untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap. RHB Sekuritas menempatkan saham BMRI dan BBRI sebagai pilihan utama dengan dengan target harga masing-masing Rp5.920 dan Rp4.000.
_______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Nilai Properti Tak Hanya Ditentukan Lokasi, Ini Faktor Lainnya
Kualitas pengelolaan properti juga dinilai berpengaruh terhadap daya tarik aset. [412] url asal
#investasi-properti #pengelolaan-aset #aset-properti #pasar-properti #investasi-jangka-panjang #properti-jakarta #sunrise-property #nilai-properti #investor-properti #regina-realty #joane-win #manajeme
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemampuan membaca siklus pasar dan mengelola aset secara jangka panjang dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai investasi properti. Selain lokasi, strategi pengelolaan dan pemilihan waktu transaksi turut menentukan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh investor.
Pengalaman mengelola aset secara langsung memberikan perspektif berbeda dalam memahami dinamika pasar properti, mulai dari pemasaran, penyewaan, pengelolaan aset, hingga strategi investasi.
Pendiri Regina Realty, Joane Win, mengatakan pengalaman sebagai pemilik dan investor membantu memahami berbagai aspek yang memengaruhi kinerja sebuah aset properti.
“Kami tidak hanya membantu klien menjual atau membeli properti. Kami berada di posisi yang sama: sebagai investor dan pemilik aset. Berbekal pengalaman itu, kami memahami bagaimana memilih properti yang potensial, mengelolanya dengan efisien, hingga menentukan waktu yang tepat untuk melakukan aksi beli maupun jual,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Salah satu strategi yang pernah diterapkan perusahaan adalah mengakuisisi sejumlah unit apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada 2009, ketika wilayah tersebut masih berada pada fase awal pertumbuhan atau sunrise property.
Menurut Joane, keputusan investasi saat itu didasarkan pada proyeksi perkembangan kawasan dan potensi kenaikan nilai aset dalam jangka panjang.
“Ketika kami membeli unit-unit tersebut, kawasan itu sedang dalam masa pengembangan. Kami melihat peluang pertumbuhan nilai properti yang sangat besar di masa depan,” kata Joane.
Seiring berkembangnya kawasan dan meningkatnya aktivitas komersial di sekitarnya, sebagian aset kemudian dilepas ketika pasar memasuki fase yang lebih matang, sementara sebagian lainnya tetap dipertahankan sebagai aset produktif.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan investasi properti tidak hanya ditentukan oleh lokasi, tetapi juga kemampuan membaca arah perkembangan kawasan serta mengelola aset secara berkelanjutan.
Selain faktor pasar, kualitas pengelolaan properti juga dinilai berpengaruh terhadap daya tarik aset. Penataan ruang, fungsi hunian, dan kenyamanan menjadi elemen yang dapat meningkatkan nilai kompetitif properti di tengah persaingan pasar.
“Properti bukan hanya soal lokasi dan harga. Ada aspek kenyamanan, fungsi ruang, dan nilai estetika yang turut memengaruhi kualitas dan daya saing sebuah aset,” tegasnya.
Dalam praktiknya, Regina Realty tidak hanya menangani transaksi jual beli dan penyewaan properti, tetapi juga layanan pengelolaan aset dan konsultasi investasi. Perusahaan yang berdiri sejak 2003 tersebut mengelola berbagai aset properti di Jakarta, Yogyakarta, hingga Bali.
Joane menilai kebutuhan investor saat ini semakin berkembang, tidak hanya mencari properti untuk ditempati atau dipasarkan kembali, tetapi juga aset yang mampu memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.
“Kami ingin Regina Realty dikenal sebagai mitra yang membantu klien membangun, mengembangkan, dan mengelola asetnya dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, properti bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari perencanaan masa depan,” kata Joane Win.
BNI-PBSI Cetak Generasi Baru Juara, Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Open 2026
Prestasi internasional tidak lahir instan, melainkan melalui pembinaan berkelanjutan. [793] url asal
#bni #pbsi #indonesia-open-2026 #ganda-putra #partai-final #investasi-jangka-panjang #proses-regenerasi #tradisi-prestasi #generasi-unggul
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komitmen jangka panjang dalam membangun prestasi olahraga nasional kembali menunjukkan hasil nyata. Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, melaju ke partai final Indonesia Open 2026 setelah menorehkan serangkaian kemenangan impresif atas pasangan-pasangan unggulan dunia.
Pencapaian ini bukti bahwa proses pembinaan atlet yang dijalankan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bersama dukungan berkelanjutan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mampu melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di level tertinggi dunia.
Di tengah semakin ketatnya persaingan bulu tangkis internasional, keberhasilan Raymond/Joaquin tidak hanya menghadirkan kebanggaan bagi Indonesia, juga memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan prestasi bulu tangkis nasional melalui regenerasi yang terencana dan berkesinambungan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, capaian Raymond/Joaquin merupakan bukti investasi jangka panjang dalam pengembangan talenta muda Indonesia mulai menunjukkan hasil yang konkret.
Menurut dia, keberhasilan Raymond dan Joaquin jadi bukti prestasi dunia lahir dari proses pembinaan yang konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dukungan terhadap PBSI, bagi BNI merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
‘’Kami bangga melihat atlet-atlet muda Indonesia tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing dengan pemain terbaik dunia. Capaian ini sekaligus memperkuat keyakinan, dengan ekosistem pembinaan yang tepat, Indonesia akan terus melahirkan generasi juara yang menjaga tradisi prestasi bulu tangkis nasional,” ujar Okki dalam keterangan, Ahad (7/6/2026).
Dalam laga final, Raymond/Joaquin menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang sebelumnya mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju final berlangsung impresif. Salah satu pencapaian penting mereka kemenangan atas unggulan kedua dunia asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ini bukti kapasitas pasangan muda Indonesia untuk bersaing sekaligus memberikan tekanan kepada para pemain elite dunia.
Momentum positif berlanjut di babak perempat final ketika Raymond/Joaquin berhasil menaklukkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, melalui pertarungan sengit tiga gim.
Dalam pertandingan tersebut, keduanya menunjukkan kematangan permainan, ketenangan dalam menghadapi tekanan, serta daya juang tinggi yang menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
Meski masih berusia relatif muda dibandingkan sejumlah rivalnya, Raymond/Joaquin mampu memperlihatkan kualitas permainan yang kompetitif, mental bertanding kuat, serta karakter juara yang menjadi fondasi penting bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.
Keberhasilan mereka menembus final Indonesia Open 2026 sekaligus menjadi sinyal positif bahwa proses regenerasi yang dijalankan PBSI berada pada jalur yang tepat. Prestasi ini juga menunjukkan, pembinaan berkelanjutan mampu menghasilkan atlet-atlet muda yang siap melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di pentas dunia.
Apresiasi untuk Rachel/Febi
BNI juga memberikan apresiasi atas perjuangan luar biasa pasangan ganda putri muda Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, yang berhasil melangkah hingga babak semifinal Indonesia Open 2026.
Menghadapi pasangan peringkat satu dunia asal Tiongkok, Liu Sheng Shu/Tan Ning, Rachel/Febi tampil kompetitif dan memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 17-21, 16-21.
Menurut Okki, pencapaian hingga semifinal pada turnamen level Super 1000 merupakan pengalaman berharga yang akan mempercepat proses kematangan mereka sebagai atlet elite dunia.
“Rachel dan Febi telah menunjukkan semangat juang, keberanian, serta kualitas permainan yang patut diapresiasi. Menghadapi pasangan nomor satu dunia tentu bukan tantangan yang mudah, namun mereka mampu tampil kompetitif dan memberikan perlawanan terbaik. Kami optimistis pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka ke depan,” ujar Okki.
Keberhasilan menembus semifinal menunjukkan sektor ganda putri Indonesia juga memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing di level elite dunia. Dengan usia yang masih muda dan proses pembinaan yang berkelanjutan, Rachel/Febi diharapkan mampu menjadi bagian penting dari masa depan prestasi bulu tangkis Indonesia.
Sebagai mitra strategis PBSI, BNI konsisten mendukung pengembangan ekosistem bulu tangkis nasional, mulai dari pembinaan usia dini, pengembangan talenta muda, hingga dukungan terhadap atlet menuju level elite dunia.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari kontribusi BNI dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu membawa Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.
Okki menegaskan, BNI akan terus mendukung upaya PBSI dalam memperkuat fondasi pembinaan atlet nasional agar Indonesia terus melahirkan generasi-generasi juara di masa depan.
“BNI meyakini prestasi internasional tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan berkelanjutan. Karena itu, kami berkomitmen terus mendukung PBSI menciptakan ekosistem yang memungkinkan atlet-atlet muda Indonesia berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
Dukungan terhadap pembinaan olahraga merupakan bagian dari kontribusi BNI dalam menyiapkan generasi unggul Indonesia yang mampu berprestasi, berdaya saing global, serta mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” tutup Okki.
Bagi BNI, setiap prestasi yang diraih atlet Indonesia bukan hanya kemenangan di arena pertandingan, melainkan juga cerminan keberhasilan investasi jangka panjang dalam pengembangan generasi muda Indonesia.
Keberhasilan Raymond/Joaquin menembus final serta pencapaian Rachel/Febi hingga semifinal Indonesia Open 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara dunia olahraga dan dunia usaha mampu melahirkan prestasi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia.
Imbal Hasil ST016 hingga 6,25%, Bank Sumsel Babel Ajak Warga Berinvestasi
Bank Sumsel Babel promosikan Sukuk Tabungan ST016 dengan imbal hasil hingga 6,25% per tahun, tenor 2-4 tahun, dan investasi mulai Rp1 juta. [231] url asal
#investasi-syariah #sukuk-tabungan #bunga-st016 #bank-sumsel-babel #imbal-hasil-kompetitif #investasi-aman #prinsip-syariah #tenor-st016 #investasi-jangka-panjang #dana-pendidikan #perencanaan-masa-dep
(Bisnis.Com - Terbaru) 05/06/26 16:03
v/241234/
Bisnis.com, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel mengajak masyarakat memanfaatkan instrumen investasi syariah Sukuk Tabungan seri ST016 yang menawarkan imbal hasil kompetitif hingga 6,25% per tahun.
Produk investasi yang dijamin negara tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengembangkan dana secara aman sekaligus sesuai prinsip syariah.
Adapun pilihan tenor yang ditawarkan, yakni ST016-T2 dengan jangka waktu dua tahun dan imbal hasil 6,05% per tahun, serta ST016-T4 dengan tenor empat tahun dan imbal hasil 6,25% per tahun.
Melalui Bank Sumsel Babel, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal minimal Rp1 juta. Adapun batas maksimal pemesanan mencapai Rp5 miliar untuk ST016-T2 dan Rp10 miliar untuk ST016-T4.
ST016-T2 akan jatuh tempo pada 10 Juni 2028, sedangkan ST016-T4 jatuh tempo pada 10 Mei 2030.
Sukuk Tabungan menjadi pilihan investasi yang cocok untuk berbagai tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, mulai dari dana pendidikan, persiapan ibadah, hingga perencanaan masa depan keluarga.

Selain menawarkan imbal hasil yang kompetitif, ST016 memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya dijamin oleh negara, dikelola sesuai prinsip syariah, serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui jaringan Bank Sumsel Babel.
Instrumen ini juga dinilai menarik di tengah kondisi pasar keuangan yang masih berfluktuasi karena memberikan kepastian imbal hasil sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Masa penawaran ST016 berlangsung mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat melakukan pemesanan langsung melalui Bank Sumsel Babel.
Penghargaan Bursa Efek London Tandai 20 Tahun Perjalanan Henan Asset
Henan Asset merayakan 20 tahun dengan memenangkan LSEG Lipper Fund Awards 2026 untuk ketiga kalinya, menegaskan komitmen investasi jangka panjang di tengah pasar yang bergejolak [661] url asal
#london-stock-exchange #henan-asset #lipper-fund-awards #best-equity-sharia-indonesia #global-islamics #reksa-dana-syariah #investasi-jangka-panjang #volatilitas-pasar #investasi-syariah #penghargaan-i
(Bisnis.Com - Market) 04/06/26 13:02
v/239797/
Bisnis.com, JAKARTA - Setiap tahunnya, Grup Bursa Efek London (London Stock Exchange Group / LSEG), salah satu raksasa penyedia data dan pengelola bursa saham tertua di dunia, melakukan penilaian kinerja secara independen dan objektif terhadap produk keuangan di 19 negara melalui ajang LSEG Lipper Fund Awards. Karena penilaiannya murni berbasis data tanpa kompromi, ajang ini menjadi penghargaan internasional paling bergengsi yang ditunggu para pengelola dana global.
Tahun ini, manajer investasi PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) kembali memperoleh pengakuan kelas dunia tersebut dalam ajang LSEG Lipper Fund Awards 2026. Melalui produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A, Henan Asset sukses memenangkan penghargaan pada universe Global Islamics untuk kategori Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years. Pencapaian luar biasa ini sekaligus menandai tahun ketiga secara berturut-turut bagi Henan Asset dalam menerima penghargaan internasional dari LSEG Lipper untuk kategori reksa dana syariah.
LSEG Lipper Fund Awards sendiri merupakan salah satu penghargaan global yang memberikan penilaian terhadap kinerja reksa dana di berbagai negara dan kategori aset. Pada universe Global Islamic, penilaian dilakukan terhadap negara-negara dengan perkembangan industri investasi syariah yang signifikan, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan beberapa pasar utama lainnya.
Penghargaan ini datang di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026, IHSG tercatat terkoreksi 19,55% secara year-to-date (YTD) akibat tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dunia. Meski demikian, industri reksa dana tetap menunjukkan resiliensi dengan nilai aktiva bersih (NAB) mencapai Rp711,89 triliun atau tumbuh 5,41% secara YTD, ditopang oleh net subscription sebesar Rp37,24 triliun sepanjang tahun 2026 berjalan.
Di tengah kondisi seperti ini, Henan Asset menilai investor membutuhkan pendekatan investasi yang lebih disiplin, terukur, dan tidak reaktif terhadap volatilitas jangka pendek.

London Stock Exchange
Direktur Henan Asset, Markam Halim, menyampaikan bahwa penghargaan dari Grup Bursa Efek London ini menjadi pengingat bahwa investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan portofolio.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Di tengah kondisi pasar yang terus berubah, kami percaya integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan untuk tetap adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” ujarnya.
Menurut Markam, selama dua dekade berdiri, perusahaan belajar bahwa pasar akan selalu bergerak dalam siklus. Karena itu, fokus utama perusahaan bukan hanya menghadapi momentum jangka pendek, tetapi menjaga kualitas pengelolaan investasi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.
Selain menjadi pengakuan terhadap kualitas pengelolaan investasi perusahaan, penghargaan ini juga hadir bertepatan dengan ulang tahun ke-20 Henan Asset pada 2 Juni 2026. Pada momentum tersebut, perusahaan mengusung tema “Two Decades of Resilience and Growth” yang mencerminkan perjalanan Henan Asset dalam menghadapi berbagai fase pasar sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Henan Asset, Edwardus Ronald Yudianto, menyampaikan bahwa perjalanan 20 tahun perusahaan tidak terlepas dari kepercayaan investor yang terus tumbuh dalam berbagai kondisi pasar.
“Kepercayaan yang telah dibangun bersama investor menjadi fondasi penting bagi perjalanan kami selama 20 tahun terakhir. Karena itu, fokus kami bukan hanya menghadirkan produk investasi, tetapi juga memastikan setiap layanan terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan investor yang semakin dinamis,” jelas Ronald.
Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (AUM) sebesar lebih dari Rp13 triliun dengan dukungan lebih dari 110 ribu investor dari berbagai segmen. Perusahaan juga memegang prinsip untuk mengelola dana secara terfokus melalui hanya 15 produk investasi demi menjaga kedisiplinan dan konsistensi kinerja. Produk-produk tersebut mencakup; reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, reksa dana dengan dasar syariah, hingga reksa dana dengan denominasi USD yang akan diluncurkan pada tahun 2026.
Ke depan, Henan Asset menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi investor dalam menghadapi dinamika pasar melalui pengelolaan investasi yang prudent, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
“Pada akhirnya, investasi bukan hanya tentang melewati satu fase pasar, tetapi bagaimana tetap bertumbuh secara konsisten dalam perjalanan jangka panjang. Kami berharap dapat terus menjadi growth partner yang dipercaya investor dalam setiap fase tersebut,” tutup Markam.
Saham RI Didepak FTSE, BEI: Risiko Jangka Pendek Reformasi Pasar Modal
Empat saham RI dikeluarkan dari FTSE Russell akibat reformasi BEI, memicu arus keluar dana asing jangka pendek, diharapkan menguntungkan jangka panjang. [454] url asal
#saham-ri #ftse-russell #bei #konsekuensi-jangka-pendek #reformasi-pasar-modal #arus-dana-asing #pasar-modal-indonesia #investasi-jangka-panjang #indeks-global #msci #kapitalisasi-pasar #likuiditas-sah
(Bisnis.Com - Market) 25/05/26 13:28
v/231280/
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menilai didepaknya empat saham domestik dari indeks ternama FTSE Russell sebagai konsekuensi jangka pendek atas upaya reformasi yang belakangan gencar dilakukan BEI bersama regulator.
Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, menilai risiko yang mungkin timbul dari rebalancing FTSE adalah keluarnya arus dana asing dari pasar RI. Hanya saja, upaya yang telah dilakukan regulator belakangan, diklaim bakal membawa dampak jangka panjang bagi pasar modal.
”Memang kami pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal Indonesia. [Arus keluar dana asing] untuk jangka pendek mungkin ya, tapi yang kami lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan panjang dari pasar modal kita,” katanya saat ditemui wartawan di BEI, Senin (25/5/2026).
Menurut Jeffrey, investor yang memiliki horizon investasi secara jangka panjang akan diuntungkan dari upaya reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO.
Meskipun begitu, BEI tidak tinggal diam. Jeffrey menerangkan bahwa pihaknya saat ini tengah memilah-milih perusahaan yang memiliki potensi untuk masuk ke indeks ternama di global, seperti MSCI hingga FTSE.
Upaya itu, disebut tengah disiapkan dalam internal BEI untuk dalam jangka waktu yang singkat bakal mengajak diskusi emiten tercatat, dalam rangka kembali duduk dalam jajaran saham indeks global.
”Kami lihat yang kapitalisasi pasarnya itu ada di rentang yang harusnya bisa masuk [indeks global], tingkat likuiditasnya cukup baik, itu nanti kami ajak diskusi. Tentu kami akan mengikuti ketentuan yang secara terbuka disampaikan oleh global index provider,” katanya.
Adapun, berdasarkan pengumuman resmi FTSE, dikutip Sabtu (23/5/2026), aksi bersih-bersih dilakukan terhadap sejumlah saham Indonesia dalam tinjauan kuartalan periode Juni 2026.
Dalam dokumen review yang dirilis FTSE Russell, DSSA masuk daftar exclusion dengan alasan failed high shareholding concentration.FTSE juga menerapkan mekanisme teknis ekstrem berupa penghapusan konstituen pada harga nol atau price of zero.
Keputusan tersebut mempertegas ketatnya evaluasi FTSE terhadap aspek free float dan kualitas perdagangan saham emiten di pasar modal Indonesia. Selain DSSA, FTSE juga mengeluarkan sejumlah saham dari kategori Micro Cap.
Saham tersebut antara lain PT Daaz Bara Lestari Tbk.(DAAZ) dikeluarkan dari indeks karena gagal memenuhi ketentuan minimum free float atau failed minimum free float requirement. Sementara itu, PT Hillcon Tbk. (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk. (MLIA) sama-sama didepak lantaran gagal memenuhi surveillance stocks screen.
FTSE Russell menyatakan daftar hasil review kuartalan tersebut masih berpotensi mengalami perubahan hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026. Adapun, perubahan akan efektif berlaku mulai 8 Juni 2026 dan dianggap final kecuali terdapat kondisi luar biasa sesuai kebijakan FTSE Russell.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56