Jelang Penetapan Regulasi Upah Minimum, Gubernur Jateng Serap Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Gubernur Jateng serap aspirasi buruh dan pengusaha jelang penetapan UMP, guna harmonisasi regulasi dan investasi, demi kesejahteraan dan daya tarik investasi.
(Bisnis.Com) 28/10/25 19:09 19069
Bisnis.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengumpulkan Dewan Pengupahan, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit, dan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Provinsi Jawa Tengah menjelang penetapan upah minimum provinsi (UMP) Jawa Tengah.
Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membuka ruang komunikasi antara pemerintah dengan perwakilan buruh. Setelah agenda tersebut, Gubernur akan melanjutkannya dengan agenda pertemuan dengan perwakilan buruh, pengusaha, dan akademisi guna menjaring aspirasi terkait formula dan penetapan upah minimum. `
“Regulasi mengenai upah minimum hingga kini belum terbit dari pemerintah pusat. Jadi kita perlu menyamakan persepsi. Jangan sampai buruh, pengusaha, dan pemerintah ada dikotomi yang merugikan kedua belah pihak," ujar Luthfi, Selasa (28/10/2025).
Luthfi menilai kesepahaman antara buruh dan pengusaha dalam penetapan upah merupakan salah satu kunci agar Jateng semakin menarik untuk investasi, sekaligus tetap berpihak terhadap kesejahteraan buruh.
Saat ini, tren investasi di Jateng terus menggeliat. Realisasi investasi di Jawa Tengah sampai dengan kuartal III/2025 sudah menyentuh Rp66 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sekitar 65% terhadap total investasi yang masuk ke Jateng.
"Iklim investasi di Jateng ini golnya adalah kesejahteraan masyarakat,” tambah Luthfi.
Perwakilan buruh Nanang Setyono berharap formula penetapan upah minimum harus sesuai dengan standar kebutuhan hidup layak (KHL). Berdasarkan survei, ada sekitar 69 item yang terdapat dalam KHL.
“Kami berharap data mengenai KHL itu harus benar-benar mencerminkan apa yang dibutuhkan, untuk meningkatkan kesejahteraan buruh atau pekerja.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi menilai Jawa Tengah sangat strategis untuk investasi, karena didukung oleh berbagai faktor seperti dukungan regulasi pemerintah, keberadaan kawasan industri di berbagai daerah, serta upah minimum yang kompetitif.
#upah-minimum #regulasi-upah #gubernur-jateng #aspirasi-buruh #aspirasi-pengusaha #dewan-pengupahan #lks-tripartit #satgas-phk #penetapan-ump #kesejahteraan-buruh #investasi-jateng #penanaman-modal-asi