Andalkan Asuransi Properti, Aswata Bicara Target Pertumbuhan 2026

Andalkan Asuransi Properti, Aswata Bicara Target Pertumbuhan 2026

PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) mengandalkan sektor properti untuk mencapai target pertumbuhan premi satu digit pada 2026.

(Bisnis.Com) 14/04/26 14:33 190878

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) memperkirakan tiga sektor utama asuransi umum masih menjadi sumber utama pertumbuhan pada 2026. Perusahaan sendiri mengandalkan sektor properti untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini yakni single digit.

Direktur Utama Aswata Christian Wirawan Wanandi memproyeksikan target ini sejalan dengan estimasi pertumbuhan industri asuransi umum 2026 masih berada dalam kisaran satu digit seiring dengan kondisi ekonomi yang menantang.

Christian mengatakan target pertumbuhan premi Aswata tahun ini disesuaikan dengan proyeksi industri yang juga diperkirakan tidak terlalu agresif. Otoritas sebelumnya menyampaikan kisaran pertumbuhan industri sekitar 5% hingga 7%, sementara target pertumbuhan ekonomi daerah atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berada di kisaran 10% hingga 12%.

“Tahun ini targetnya Aswata single digit. Industri juga semuanya single digit. Melihat situasi saat ini, kelihatannya single digit yang paling mungkin,” ujar Christian kepada Bisnis.com, dikutip Selasa (14/4/2026).

Dia menilai sektor properti masih menjadi penggerak utama bisnis asuransi umum. Menurut dia, sekitar 40% portofolio Aswata saat ini berasal dari sektor properti. Sementara itu, kontribusi dari asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dominan masih properti. Untuk Aswata mungkin sekitar 40% dari properti. Kendaraan sekarang mungkin tinggal sekitar 25%,” katanya.

Adapun sisa portofolio berasal dari berbagai lini bisnis lain, termasuk sektor energi dan rekayasa. Christian menyebut sektor minyak dan gas (oil and gas), engineering, konstruksi, serta marine hull masih menunjukkan aktivitas meskipun tidak sekuat periode sebelumnya.

Dia menilai aktivitas konstruksi saat ini tidak lagi sebesar masa lalu, terutama setelah berakhirnya sejumlah proyek infrastruktur pemerintah dalam skala besar. Meski demikian, peluang tetap terbuka dari proyek-proyek yang digerakkan sektor swasta.

Selain itu, program pembangunan perumahan nasional juga dinilai berpotensi mendorong permintaan asuransi konstruksi dan properti apabila terealisasi secara masif.

“Kita harapkan mungkin program tiga juta rumah kalau berjalan, termasuk rumah susun, tentu akan membutuhkan asuransi,” ujar Christian.

#asuransi-umum #sektor-properti #pertumbuhan-asuransi #asuransi-properti #asuransi-kendaraan #asuransi-konstruksi #pertumbuhan-ekonomi #properti-aswata #portofolio-aswata #bisnis-asuransi #sektor-energ

https://finansial.bisnis.com/read/20260414/215/1966516/andalkan-asuransi-properti-aswata-bicara-target-pertumbuhan-2026