Layar Bioskop Terbatas, Ruang Tayang Film Nasional Menyempit

Layar Bioskop Terbatas, Ruang Tayang Film Nasional Menyempit

Keterbatasan layar bioskop di Indonesia menghambat pertumbuhan film lokal, terutama bagi produksi kecil, dengan distribusi layar yang tidak merata.

(Bisnis.Com) 14/04/26 14:40 190882

Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan penonton film nasional belum ditopang infrastruktur yang memadai. Keterbatasan jumlah layar bioskop membuat ruang edar film Indonesia, terutama karya rumah produksi kecil, makin sempit.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produser Film Indonesia, Linda Gozali, menilai industri perfilman nasional sedang memasuki fase krusial setelah pertumbuhan pesat pascapandemi. Momentum yang ada dinilai bisa terhenti jika persoalan mendasar tidak segera dibenahi.

Menurut Linda, industri film bergerak dalam siklus lima tahunan. Fase saat ini disebut menjadi momentum pembaruan agar pertumbuhan tidak berhenti di titik yang sama.

Salah satu persoalan utama ialah kekurangan layar bioskop. Menurut dia, infrastruktur perfilman sebenarnya sudah terbentuk, tetapi kapasitasnya belum cukup untuk menopang pertumbuhan produksi.

“Infrastruktur sebetulnya sudah berdiri, tetapi masih kurang. Salah satunya adalah kekurangan layar,” ujar Linda belum lama ini dalam rapat dengar bersama Komisi VII DPR RI.

Data Perusahaan Film Negara menunjukkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Distribusinya pun timpang. Sekitar 70 persen layar berada di Jawa, disusul Sumatera 15 persen dan Kalimantan 5 persen.

Kondisi ini membuat akses penonton di luar Jawa terbatas. Di sisi lain, film-film baru harus berebut jadwal tayang dalam ruang yang sempit.

Linda menyebut bisnis film selalu sarat ketidakpastian. Dalam kondisi layar yang terbatas, risiko produser makin besar karena keberhasilan film tidak hanya ditentukan kualitas karya, tetapi juga peluang mendapat ruang tayang.

“Film sebagai industri adalah perpaduan antara bagaimana kita me-manage ketidakpastian dan juga mem-balance ketidakwarasan,” kata Linda.

#film-nasional #layar-bioskop #film-indonesia #infrastruktur-perfilman #pertumbuhan-film #industri-perfilman #kekurangan-layar #ruang-edar-film #produser-film #penonton-film #bioskop-indonesia #distrib

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260414/254/1966429/layar-bioskop-terbatas-ruang-tayang-film-nasional-menyempit