Alasan Pemerintah Pakai Creative Financing untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

Alasan Pemerintah Pakai Creative Financing untuk Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

Pemerintah gunakan creative financing untuk Pelabuhan Tanjung Carat, Sumsel, guna menghindari beban APBN/APBD dan membuka peluang investasi luas.

(Bisnis.Com) 14/04/26 18:34 191229

Bisnis.com,PALEMBANG – Pemerintah resmi memilih skema pembiayaan kreatif (creative financing) untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Skema pembiayaan ini dipilih agar proyek strategis nasional tersebut dapat berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyaruddin Akhmad menjelaskan bahwa keputusan menggunakan skema tersebut sejalan dengan keterbatasan fiskal pemerintah pusat dan daerah.

“Karena keterbatasan fiskal pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, maka dipilih skema pembiayaan kreatif,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (14/4/2026).

Dia menjelaskan, dari berbagai model KPBU ataupublic private partnershipyang berkembang secara global, pemerintah bersama Kementerian Perhubungan melakukan kajian untuk menentukan skema yang paling efektif.

Sejumlah model yang dikaji antara lainavailability payment, user payment, build-operate-transfer(BOT),build-own-operate(BOO), hinggadesign-build-finance-operate-maintain(DBFOM). Dari berbagai opsi tersebut, skema yang dipilih untuk tahap awal pembangunan adalah Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara.

“Jadi, pemerintah daerah menyerahkan lahan kepada pemerintah pusat sebagai lokasi pelabuhan. Sertifikat HPL diserahkan, sehingga ini menjadi barang milik negara yang nantinya dikerjasamakan,” jelasnya.

Selanjutnya, pembangunan dan pengelolaan pelabuhan akan dilakukan melalui konsorsium yang melibatkan unsur BUMN, BUMD, dan swasta. Konsorsium tersebut nantinya membentukSpecial Purpose Vehicle(SPV) atau badan usaha pelabuhan yang bertanggung jawab atas pembiayaan, konstruksi, operasional, hingga pemeliharaan fasilitas.

“Badan usaha pelabuhan inilah yang nanti mengatur bagaimana pembiayaannya, operasionalnya, konstruksinya, dan maintenance-nya,” katanya.

Basyar menambahkan, pemilihan skemacreative financingjuga dinilai penting untuk membuka ruang investasi yang lebih luas, termasuk dari investor asing.

Menurutnya, kawasan Tanjung Carat diproyeksikan tidak hanya menjadi pelabuhan samudra, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi industri. Kawasan ini berpotensi mengembangkan berbagai sektor industri turunan, seperti karet, sawit, batu bara, bioavtur berbasis kelapa, hingga smelter aluminium.

Selain itu, proyek ini juga direncanakan terintegrasi dengan akses jalan tol dan jalur kereta api menuju kawasan industri serta pelabuhan.“Makanya ini akan menjadicenter of gravitypertumbuhan ekonomi Sumsel secara komprehensif,” tutupnya.

#creative-financing #pembangunan-pelabuhan #tanjung-carat #skema-pembiayaan #proyek-strategis-nasional #apbn #apbd #keterbatasan-fiskal #public-private-partnership #availability-payment #build-operate

https://sumatra.bisnis.com/read/20260414/534/1966584/alasan-pemerintah-pakai-creative-financing-untuk-pembangunan-pelabuhan-tanjung-carat