BI Perkirakan Simpanan Deposito Tumbuh Melambat pada Kuartal IV/2025
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan deposito melambat pada kuartal IV/2025, sementara tabungan dan giro meningkat. Penurunan suku bunga dan preferensi likuiditas nasabah menjadi faktor utama.
(Bisnis.Com) 28/10/25 20:53 19216
Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) perbankan akan meningkat hingga kuartal IV/2025, meskipun pertumbuhan instrumen deposito diproyeksikan melambat.
Dalam Survei Perbankan yang dirilis BI, penghimpunan DPK secara kumulatif (year to date/YtD) sampai dengan kuartal IV/2025 diperkirakan meningkat, terindikasi dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 93,97 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu sebesar 89,27 persen.
Berdasarkan jenis simpanannya, BI memperkirakan instrumen tabungan dan giro tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV/2024 dengan nilai SBT masing-masing sebesar 97,65 persen dan 56,56 persen. Sementara itu, instrumen deposito diproyeksikan tumbuh, tetapi lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2024. “Instrumen deposito diprakirakan juga tumbuh dengan nilai SBT sebesar 44,20% pada kuartal IV/2025, meski lebih rendah dibandingkan kuartal IV/2024 dengan SBT 88,79%,” tulis BI dalam surveinya, dikutip Selasa (28/10/2025).
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan mengatakan, menjelang akhir tahun, perbankan akan fokus menggalang dana murah atau Current Account Savings Account (CASA). Menurut dia, kondisi likuiditas yang longgar membuat bank tidak agresif menawarkan bunga deposito.
“Dengan likuiditas yang tersedia di market, bank tidak mengambil langkah untuk membayar deposito sehingga tidak terlalu menarik untuk penempatan di deposito bagi nasabah,” kata Lani.
Adapun Retail Funding Division Head PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Frengky Rosadrian Perangin Angin menilai, pelambatan penurunan suku bunga menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat enggan menempatkan dana di deposito. “Ya karena pelambatan suku bunga turun. Satu memang ekonomi bergerak, orang lebih banyak bertransaksi ya tabungannya akan lebih dikedepankan,” tutur Frengky.
Sementara itu, Chief Economist PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede menjelaskan, pergeseran komposisi dana menuju tabungan dan giro mencerminkan dua dinamika utama. Pertama, meningkatnya preferensi likuiditas nasabah karena kebutuhan transaksi akhir tahun dan tanda-tanda perbaikan aktivitas usaha. Kondisi itu tercermin dari indeks PMI-BI industri pengolahan yang berada di zona ekspansi serta Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang menunjukkan kegiatan industri pengolahan kembali positif.
Kedua, tren penurunan suku bunga membuat imbal hasil deposito kurang menarik dibandingkan rekening transaksi, sehingga dana lebih banyak bertahan di tabungan atau giro.
Menurut Josua, data September 2025 memperlihatkan pertumbuhan DPK didorong kenaikan giro yang lebih cepat dibandingkan simpanan berjangka. Pada saat yang sama, suku bunga dana rupiah turun secara bulanan, menandakan meredanya persaingan antarbank di pasar dana. “Kombinasi sinyal aktivitas dan harga ini menjelaskan kenapa tabungan dan giro diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada kuartal IV/2025 dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlambatan minat terhadap deposito bukan semata karena nasabah mencari imbal hasil lebih tinggi di bank lain, melainkan akibat dua faktor. Pertama, berkurangnya kompetisi suku bunga di pasar dana seiring kecukupan likuiditas dan penurunan biaya dana perbankan. Kedua, sebagian investor ritel dan institusi mulai mengalihkan dana ke instrumen pasar surat berharga serta reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap yang kinerjanya menguat seiring turunnya imbal hasil SBN dan meningkatnya aliran investasi.
“Dengan begitu, pelemahan deposito lebih tepat dibaca sebagai normalisasi harga dana di bank plus diversifikasi portofolio ke instrumen non-deposito, bukan sekadar reda atau naiknya persaingan antarbank,” pungkas Josua.
#deposito-tumbuh-melambat #simpanan-deposito #kuartal-iv-2025 #dana-pihak-ketiga #pertumbuhan-instrumen-deposito #suku-bunga-deposito #likuiditas-perbankan #tabungan-dan-giro #pergeseran-komposisi-dana