Asia Zero Emission Community (AZEC) Siapkan Pembiayaan Rp166,32 Triliun untuk Mitigasi Krisis Energi

Asia Zero Emission Community (AZEC) Siapkan Pembiayaan Rp166,32 Triliun untuk Mitigasi Krisis Energi

AZEC siapkan Rp166,32 triliun untuk mitigasi krisis energi akibat konflik Timur Tengah, dengan fokus pada transformasi kerja sama dan penguatan ketahanan energi.

(Bisnis.Com) 16/04/26 12:45 193187

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersama Jepang dan negara-negara mitra Asia Zero Emission Community (AZEC) menggelar AZEC Plus Online Summit Meeting untuk merespons ancaman krisis energi akibat konflik di Timur Tengah pada Rabu (15/4/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan secara daring itu dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae. Hasil pertemuan tersebut yaitu peluncuran assistance package plan alias rencana paket bantuan.

Poin yang paling disorot dalam inisiatif ini adalah kesepakatan transformasi kerangka kerja sama menjadi AZEC 2.0 yang dibarengi dengan peluncuran paket pembiayaan jumbo senilai 1,5 triliun yen atau setara sekitar Rp166,32 triliun (kurs Rp110,88 per 1 yen).

Disebutkan, kesepakatan tersebut dirancang untuk mengamankan rantai pasok minyak mentah dan produk energi, hingga penguatan struktur ketahanan energi kawasan dalam jangka menengah dan panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Jepang dalam memitigasi ketidakpastian pasokan energi global.

Airlangga mengaku bahwa kerja sama dalam AZEC harus terus dikawal dengan berlandaskan pada prinsip One Goal, Various Pathways guna mengoptimalkan keunggulan ekonomi yang unik di setiap negara anggota.

Dia memaparkan, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi gangguan pasokan di Teluk Persia, khususnya di jalur vital Selat Hormuz.

"Langkah nyata Indonesia mencakup rencana implementasi program biodiesel B50 pada pertengahan 2026 dan penyelesaian roadmap PLTS Atap 100GW tahun ini sebagai pilar utama peningkatan ketahanan energi nasional," papar Airlangga dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, pertemuan kali ini melanjutkan momentum KTT ke-3 AZEC di Kuala Lumpur pada 26 Oktober 2025, yang mana Indonesia dan Jepang telah mengamankan 21 MoU kerja sama baru di sektor energi terbarukan, dekarbonisasi, serta penguatan rantai pasok.

Hingga saat ini, Airlangga mengaku bahwa AZEC juga mengurai hambatan berbagai proyek strategis nasional, seperti PLTP Muara Laboh serta keberhasilan penyelesaian penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk PLTSa Legok Nangka.

Selain negara mitra inti AZEC, Jepang turut menggandeng Bangladesh, Timor-Leste, India, Korea Selatan, dan Sri Lanka, serta lembaga internasional seperti International Energy Agency (IEA) dan Asian Development Bank (ADB).

#asia-zero-emission #zero-emission-community #azec-summit #krisis-energi-asia #pembiayaan-energi-azec #transformasi-azec #rantai-pasok-energi #ketahanan-energi-asia #kerja-sama-energi #biodiesel-b50-in

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260416/9/1966955/asia-zero-emission-community-azec-siapkan-pembiayaan-rp16632-triliun-untuk-mitigasi-krisis-energi