Bappenas: Pengembangan anak usia dini harus jadi perhatian kita

Bappenas: Pengembangan anak usia dini harus jadi perhatian kita

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan, pengembangan anak usia dini ...

(Antara) 20/04/26 13:15 196580

Pengembangan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi juga harus menjadi perhatian kita, dan percepatan penanganan anak tidak sekolah juga menjadi bagian dari kita,

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan, pengembangan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi juga harus menjadi perhatian.

“Pengembangan anak usia dini secara holistik dan terintegrasi juga harus menjadi perhatian kita, dan percepatan penanganan anak tidak sekolah juga menjadi bagian dari kita,” katanya dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan tersebut, diluncurkan Country Programme Action Plan (CPAP) Indonesia-UNICEF untuk melanjutkan agenda pembangunan nasional yang selaras dengan rencana pembangunan nasional jangka panjang maupun menengah.

Fokus utama dari strategi ini adalah peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia yang harus diintervensi sejak masa kehamilan.

Presiden RI Prabowo Subianto disebut berkali-kali menyampaikan pentingnya asupan gizi melalui program pemberian makan terhadap ibu hamil, anak usia dini, hingga remaja.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan manusia Indonesia yang sejahtera, adaptif, berakhlak mulia, berbudaya maju, unggul, serta berdaya saing, yang memiliki kesehatan jiwa-raga.

Dalam pelaksanaannya, tanggung jawab pemenuhan gizi ini dikelola secara lintas sektoral, seperti Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertanggung jawab memenuhi nutrisi sejumlah kelompok masyarakat, termasuk bagi mereka golongan lansia.

Kolaborasi juga dilakukan bersama UNICEF dengan menyusun indeks modal manusia, sehingga mitra internasional dapat membantu negara yang memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas warga negara.

“Ketika saya masih anak-anak, UNICEF ini sangat melekat di kami. Tapi saya tadi tanya sama Ibu Manisa Zaman (Representatif UNICEF Indonesia), kenapa kok sekarang tidak? Barangkali Indonesia sudah terlalu luas. Bukan UNICEF-nya yang kurang berperan, Indonesia sudah terlalu luas sehingga UNICEF itu peranannya banyak, tapi kalau menyelesaikan persoalan kita dari Aceh sampai Papua, berat sekali,” ungkap Rachmat Pambudy.

Dalam ekosistem pembangunan ini, pemerintah mengadopsi prinsip tidak boleh ada satupun anak yang tertinggal (no child left behind), sembari tetap memberikan perhatian khusus kepada para ibu hamil dan kaum lansia agar senantiasa terlindungi dan tak terabaikan dalam proses pembangunan. Karena itu, pemerintah Indonesia memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia melalui CPAP.

Kepala Bappenas mengingatkan, bahwa pemberian makan bergizi tidak cukup untuk menjamin pertumbuhan optimal, tetapi harus berjalan beriringan dengan akses pendidikan yang berkualitas dan layanan kesehatan yang mumpuni.

“Tiga itulah menjadi dasar utama dari pemerintah kita untuk menjaga supaya pendidikan optimal dari sisi fisik dan juga jiwanya. Karena itu, penguatan skema yang namanya Nationwide Approach melalui penguatan dan perluasan forum Kementerian/Lembaga (K/L). dan Pemda (pemerintah daerah) mendapatkan manfaat yang terbesar bersama-sama dengan UNICEF,” ucap dia.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

#bappenas #unicef #asupan-gizi #bgn

https://www.antaranews.com/berita/5533820/bappenas-pengembangan-anak-usia-dini-harus-jadi-perhatian-kita