Purbaya Klaim S&P Tahan Rating Indonesia di BBB Dua Tahun ke Depan

Purbaya Klaim S&P Tahan Rating Indonesia di BBB Dua Tahun ke Depan

S&P Global Ratings memastikan peringkat utang Indonesia tetap berada di di level Triple B (BBB) dengan outlook stabil untuk dua tahun ke depan.

(Kompas.com) 21/04/26 17:20 198123

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings memastikan peringkat utang Indonesia tetap berada di di level Triple B (BBB) dengan outlook stabil untuk dua tahun ke depan.

Kepastian ini diperoleh setelah pertemuan langsung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pihak S&P dalam rangkaian agenda di Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap terjaga di tengah tekanan global.

"Itu artinya selama dua tahun depan rating peringkat kamu gak akan berubah. Tapi, Juni saya akan datang ke sini, ke Indonesia, ketemu kamu lagi, oke. Jadi, bukan untuk baru-baru. Untuk diskusi aja," kata Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).

Purbaya juga menilai, salah satu faktor yang memperkuat keyakinan S&P adalah perbaikan signifikan dalam kinerja penerimaan pajak dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Bendahara negara ini, pernyataan tersebut bahkan disampaikan secara langsung di awal pertemuan sebelum masuk ke diskusi lebih lanjut. Purbaya mengaku sempat terkejut dengan penyampaian itu.

"Kan saya kelihatannya agak kaget. Dia bilang, kamu kelihatannya kaget. Kamu mengharapkan turun ya?" Ujar Purbaya Menirukan S&P.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah, termasuk konsistensi dalam menjaga defisit dan meningkatkan kualitas pendapatan negara.

Purbaya menjelaskan, dari pertemuan itu disampaikan bahwa peringkat Indonesia tidak akan berubah dalam dua tahun ke depan. Namun, S&P tetap akan melakukan pemantauan berkala terhadap implementasi kebijakan pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut kata Purbaya, diskusi juga mencakup berbagai aspek kebijakan fiskal, mulai dari pengelolaan anggaran hingga strategi menjaga stabilitas ekonomi.

Ia menilai, kepercayaan S&P tidak lepas dari cara pemerintah menyampaikan kebijakan secara konsisten dan berbasis data. Selain itu, perbaikan dalam pengumpulan pajak menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan.

Pemerintah mencatat, penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan. Sementara periode Januari-Maret tumbuh sekitar 20 persen dibanding tahun lalu.

Kinerja tersebut diakuinya menjadi sinyal positif bagi investor dan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan fiskal Indonesia.

"Mungkin cara kita menyampaikan lebih meyakinkan. Karena orang ngelihat. Kalau orang mau meragukan-ragukan kelihatan. Terus kita meyakinkan dan dia lihat di belakangnya seperti apa," kata Purbaya.

Dengan tetap bertahannya rating di level investment grade, pemerintah berharap kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik.

Tetap terjaganya rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil kata Purbaya menjadi pesan penting bagi pasar global bahwa fundamental ekonomi nasional masih solid.

Di tengah tekanan eksternal, Indonesia dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, disiplin fiskal, dan stabilitas keuangan negara

Adapun peringkat BBB merupakan kategori investment grade, yang menunjukkan Indonesia dinilai memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah dan tetap layak menjadi tujuan investasi internasional. Status ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, menekan biaya pinjaman, serta memperkuat arus modal ke dalam negeri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#rating #s-amp-p #purbaya

https://money.kompas.com/read/2026/04/21/172019326/purbaya-klaim-sp-tahan-rating-indonesia-di-bbb-dua-tahun-ke-depan