Jemaah Haji Diimbau Terapkan Buddy System, Tak Bepergian Sendiri saat di Tanah Suci
Jemaah haji Indonesia diimbau gunakan buddy system, bepergian minimal tiga orang untuk keamanan di Makkah dan Madinah. Bawa Kartu Nusuk dan gunakan taksi resmi.
(Bisnis.Com) 28/04/26 15:44 205347
Bisnis.com, MAKKAH — Jemaah haji Indonesia diimbau tidak bepergian sendirian selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah, yakni dengan menerapkan buddy system, demi meminimalkan risiko keselamatan dan kendala mobilitas di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Buddy system atau sistem pendamping adalah istilah militer untuk prosedur keselamatan minimal dua orang berpasangan untuk saling memantau dan membantu. Dalam konteks ini, pemerintah mengimbau agar jemaah haji tidak bepergian sendirian ke mana pun, meskipun saat pergi beribadah.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, mengatakan bahwa jemaah haji sebaiknya bepergian secara berkelompok, minimal tiga orang, jika hendak menuju tempat ibadah, berbelanja, maupun berjalan di sekitar hotel. Hal itu menjadi bentuk pelaksanaan buddy system.
"Untuk petugas maupun jemaah, yang harus dijaga, setiap pergerakan pastikan melakukan secara buddy system. Buddy system dalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang," ujar Tulus di Makkah, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, buddy system bertujuan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan jemaah, seperti risiko lupa arah, kelelahan, hingga kendala darurat lainnya saat berada di tempat ibadah maupun di luar hotel.
Tidak hanya itu, buddy system juga penting dalam kaitan pengetatan akses menuju dan di dalam Kota Suci Makkah oleh otoritas Arab Saudi. Jemaah akan lebih nyaman dan tenang apabila bepergian secara berkelompok.
Tulus menjelaskan bahwa jemaah haji wajib membawa Kartu Nusuk saat beraktivitas di luar hotel. Dokumen Nusuk menjadi identitas utama sekaligus akses resmi selama jemaah berada di Makkah, baik berada di luar hotel, terlebih untuk bisa masuk ke Masjidilharam.
Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga mengingatkan agar jemaah menggunakan transportasi resmi saat menuju Masjidilharam. Hanya taksi berizin, yakni taksi berwarna putih dan hijau, yang diperbolehkan masuk ke area terbatas di sekitar masjid.
Penggunaan taksi tidak resmi berisiko membuat jemaah harus turun jauh dari lokasi tujuan karena pembatasan akses yang diberlakukan otoritas setempat.
"Kalau taksi tidak resmi dipastikan tidak bisa masuk ke area yang masih dilarang," ujarnya.
Berdasarkan data Kemenhaj hingga Selasa (28/4/2026), sebanyak 40.796 jemaah haji Indonesia telah terbang Arab Saudi melalui 104 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, 36.483 jemaah haji dari 104 kloter telah tiba di Madinah.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaf mengatakan proses pemberangkatan berjalan tertib dengan total 93 kloter telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Jemaah yang saat ini berada di Madinah dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Makkah pada Kamis (30/4/2026) untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
#buddy-system #buddy-system-adalah #haji-indonesia #jemaah-haji #jemaah-haji-jangan-bepergian-sendiri #tips-haji #himbauan-haji #tanah-suci #bepergian-berkelompok #keselamatan-jemaah #risiko-tersesat #n-a