Industri Pengolahan Cs Berkontribusi Terbesar ke Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2026
Industri pengolahan menyumbang terbesar pada PDB Q1 2026, meski akomodasi makanan dan minuman tumbuh tertinggi 13,14% berkat libur nasional dan program makan gratis.
(Bisnis.Com) 05/05/26 11:55 211445
Bisnis.com, JAKARTA — Industri pengolahan bersama sejumlah sektor utama lain masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026. Adapun laju pertumbuhan tertinggi dicatat sektor akomodasi makanan dan minuman.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 yang melesat hingga 5,61% (yoy) didorong salah satunya oleh lapangan usaha akomodasi makanan dan minuman. Pertumbuhannya pada periode yang sama merupakan yang tertinggi di antara lapangan usaha lainnya, yaitu 13,14% (yoy).
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB kuartal I/2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun. Pertumbuhannya mencapai 5,61% dibandingkan kuartal I/2026, namun terkontraksi dari kuartal IV/2025 yaitu 0,77% (qtq).
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi serta pertambangan masih menjadi lapangan usaha dengan distribusi terbesar terhadap PDB, yakni total 63,52%. Namun, pertumbuhannya secara tahunan masih dikalahkan oleh akomodasi makanan dan minuman sebesar 13,14% (yoy).
"Di mana hal ini didorong oleh peningkatan penyediaan makanan dan minuman pada momen libur nasional dan perluasan cakupan Makan Bergizi Gratis," terang Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Pertumbuhan tertinggi pada kuartal I/2026 setelah lapangan usaha akomodasi dan makan minum adalah jasa lainnya 9,91% (yoy) serta transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,04% (yoy).
Namun demikian, distribusi akomodasi makanan dan minuman terhadap PDB masih di bawah lapangan usaha utama maupun lapangan usaha lainnya seperti transportasi dan pergudangan, infokom, jasa keuangan, serta administrasi pemerintahan. Distribusinya hanya 2,79%.
Dari sisi distribusinya, industri pengolahan menyumbang hingga 19,07% terhadap PDB, kemudian perdagangan 13,28%, pertanian 12,67%, konstruksi 9,81% dan pertambangan 8,69%.
Akan tetapi, BPS mencatat pertambangan justru terkontraksi pada Januari-Maret 2026, yaitu 2,14% (YoY). Pertumbuhan negatif juga terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, yaitu 0,99% (yoy).
Amalia menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan besarnya distribusi lima sektor lapangan usaha utama disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik di awal tahun.
"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang lagi menguat," pungkasnya.
#industri-pengolahan #pertumbuhan-ekonomi-2026 #pdb-kuartal-i-2026 #akomodasi-makanan-minuman #pertumbuhan-tertinggi #distribusi-pdb #lapangan-usaha-utama #pertumbuhan-tahunan #penyediaan-makanan-minum