Rupiah Hari Ini (6/5) Dibuka Menguat ke Level Rp17.377 per Dolar AS
Rupiah menguat 0,20% ke Rp17.377 per dolar AS pada 6 Mei 2026, didorong oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ketegangan geopolitik di Iran.
(Bisnis.Com) 06/05/26 09:22 212668
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp17.377 pada perdagangan hari ini, Rabu (6/5/2026).
Melansir data RTI Infokom pukul 09.08 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 0,20% ke level Rp17.377. Sejak dibuka, rupiah sempat menyentuh level Rp17.411—Rp17.365 per dolar AS.
Selain rupiah, penguatan juga dialami oleh yuan China yang naik 0,12%, yen Jepang naik 0,14%, won Korea naik 1,13%, dolar Singapura naik 0,16%, baht Thailand naik 0,12%, dan dolar Taiwan naik 0,16%.
Sebelumnya, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada level Rp17.420—Rp17.460 hari ini, Rabu (6/5/2026).
Pasalnya, pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi 0,14% ke level Rp17.409 pada Selasa (5/5/2026). Sepanjang perdagangan, rupiah sempat bergerak pada level Rp17.437—Rp17.385 per dolar AS.
Ibrahim menerangkan penguatan dolar AS pada perdagangan kemarin, belum terlepas dari ketegangan geopolitik yang terjadi di Iran. Pasar disebut kembali bergejolak setelah AS dan Iran kembali melancarkan serangan baru karena kedua pihak berupaya menegaskan kendali atas Selat Hormuz.
Hal itu disebut menambah tekanan pada bank sentral, khususnya The Fed untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama atau bahkan memperketat kebijakan jika tekanan inflasi meningkat.
”Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).
Dari dalam negeri, BPS telah melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% secara tahunan (YoY) pada triwulan pertama 2026. Ibrahim menilai konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut.
Sementara itu, kinerja konsumsi rumah tangga pada periode tersebut terutama didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan.
#rupiah-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah-menguat #dolar-as #kurs-rupiah #rupiah-terhadap-dolar #penguatan-rupiah #rupiah-terkini #rupiah-fluktuatif #rupiah-melemah #ekonomi-indonesia #pertumbuhan-e