Tren AI Picu Lonjakan Ancaman Siber, Fortinet: Sistem Keamanan Kian Rumit

Tren AI Picu Lonjakan Ancaman Siber, Fortinet: Sistem Keamanan Kian Rumit

Tren AI meningkatkan ancaman siber di Asia Pasifik, mempersulit sistem keamanan dan menuntut integrasi serta otomatisasi untuk efisiensi dan ketahanan.

(Bisnis.Com) 06/05/26 15:38 213212

Bisnis.com, JAKARTA — Tren pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berisiko memperbesar tekanan keamanan siber di kawasan Asia Pasifik, seiring meningkatnya kompleksitas sistem, fragmentasi infrastruktur, dan membengkaknya beban operasional tim keamanan.

Studi Fortinet bersama Forrester Consulting menunjukkan organisasi kini menghadapi tantangan ganda antara ancaman berbasis AI yang kian agresif dan kondisi internal yang belum siap dari sisi integrasi sistem keamanan.

Sebanyak 69% organisasi mengaku khawatir terhadap ancaman berbasis AI. Pada saat yang sama, 64% menilai kompleksitas tools keamanan dan arsitektur yang terfragmentasi menjadi hambatan utama dalam operasional.

Masalah semakin dalam ketika 46% organisasi kewalahan menghadapi volume alert keamanan yang terus meningkat. Kondisi ini membuat tim keamanan kesulitan memilah ancaman nyata dari aktivitas normal.

Di sisi lain, 43% organisasi masih mengandalkan proses manual dalam menangani insiden keamanan. Ketergantungan ini memperlambat respons dan memperbesar risiko kebocoran atau gangguan sistem.

Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim mengatakan banyak organisasi saat ini menjalankan terlalu banyak solusi keamanan secara terpisah. Hal tersebut menghambat visibilitas ancaman dan memperlambat respons.

“Banyak organisasi memiliki terlalu banyak solusi keamanan yang berdiri sendiri. Akibatnya, tim keamanan kesulitan memperoleh visibilitas menyeluruh dan merespons ancaman dengan cepat,” kata Edwin dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, penyederhanaan arsitektur keamanan menjadi kebutuhan mendesak agar operasional lebih efisien dan mampu mendukung pemanfaatan AI secara optimal.

Forrester Consulting Project Lead Amelia Lau menilai organisasi di Asia Pasifik sedang berada dalam fase transisi menuju model keamanan yang lebih terintegrasi dan otomatis.

“Organisasi menghadapi tantangan ganda, yakni ancaman berbasis AI yang berkembang pesat serta meningkatnya kompleksitas internal. Pendekatan berbasis platform akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan siber,” ujarnya.

Di tengah transformasi tersebut, ancaman siber di Asia Tenggara juga makin intensif. Seluruh negara di kawasan, termasuk Indonesia, menjadi target serangan dengan jutaan aktivitas ancaman dalam satu tahun terakhir.

VP of Marketing and Communications APAC Fortinet Rashish Pandey mengatakan pelaku ancaman terus mencari celah termudah, baik melalui perangkat baru yang terhubung ke internet maupun sistem dengan konfigurasi lemah.

“Makin banyak perangkat dan sistem yang terkoneksi ke internet, makin besar pula permukaan serangan yang bisa dimanfaatkan pelaku ancaman. Ditambah lagi, AI kini membantu mempercepat kemampuan serangan sehingga ancaman menjadi semakin kompleks,” ujar Rashish.

#ai #ancaman-siber #keamanan-siber #fortinet #sistem-keamanan #kompleksitas-sistem #ancaman-berbasis-ai #integrasi-sistem-keamanan #tools-keamanan #arsitektur-terfragmentasi #volume-alert #proses-manua

https://teknologi.bisnis.com/read/20260506/84/1971840/tren-ai-picu-lonjakan-ancaman-siber-fortinet-sistem-keamanan-kian-rumit