Subsidi CNG Disiapkan, Harga Dijaga Tak Lebih Mahal dari LPG 3 Kg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengisyaratkan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg akan disubsidi. Harga CNG 3 kg diharapkan tak lebih mahal dari LPG 3 kg.
(Bisnis.Com) 06/05/26 16:22 213266
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg bakal disubsidi pemerintah.
Oleh karena itu, harga CNG pun dipastikan tidak lebih mahal dari gas melon tersebut. Bahlil menuturkan, pemberian subsidi pada CNG merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Bahlil, ini dilakukan agar masyarakat mendapat harga terjangkau. Namun, besaran dan mekanismenya masih dalam pembahasan.
"Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat," tutur Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Adapun, untuk harga CNG kemasan 3 kg, Bahlil memastikan harganya tidak akan lebih mahal dibanding LPG 3 kg. Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di pangkalan resmi umumnya berkisar antara Rp18.500 hingga Rp19.000 per tabung.
"Doakan seperti itu [CNG lebih murah dari LPG] ya. Minimal sama. Minimal sama," kata Bahlil.
Pemanfaatan CNG sebagai substitusi LPG 3 kg belakangan didorong oleh pemerintah. Ini tak lepas dari tingginya impor LPG.
Bahlil menuturkan, harga CNG bisa 30% lebih murah dibanding LPG. Pasalnya, sumber gas untuk CNG tersedia di dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor.
Di samping itu, biaya transportasi yang lebih rendah turut menekan harga. Dia juga mengatakan, penggunaan CNG sebenarnya sudah berjalan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa, meski masih terbatas pada skala besar seperti hotel, restoran, dan dapur program pemerintah.
Selain efisiensi biaya, pemanfaatan CNG dinilai berpotensi mengurangi beban devisa negara secara signifikan. Bahlil memperkirakan penghematan bisa mencapai Rp130 triliun hingga Rp137 triliun apabila konversi berjalan optimal.
Kementerian ESDM menargetkan pemanfaatan CNG sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg bakal implementasi mulai tahun ini.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan produksi tabung untuk menampung LNG.
"Tahun ini [bisa dikonsumsi masyarakat]," kata Laode ditemui di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dia mengatakan, pemanfaatan CNG untuk rumah tangga akan dilakukan secara bertahap. Artinya, implementasinya bakal dilakukan dahulu di kota-kota besar, sebagai percontohan.
"Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa," ujarnya.
Dia juga memastikan kompor rumah tangga masih bisa digunakan meski gas berasal dari CNG.
"Tidak ada lagi modifikasi di kompor, langsung [pasang], nyala kompor itu dengan CNG," imbuhnya.
Meski demikian, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Pemerintah melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) tengah menguji ketahanan tabung CNG, termasuk uji tekanan dan standar keamanan lainnya sebelum implementasi dilakukan secara masif.