Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang Tembus Rp3 Triliun Sepanjang 2025

Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang Tembus Rp3 Triliun Sepanjang 2025

Kota Bontang capai investasi Rp3,08 triliun di 2025, melebihi target 123,23%. PMDN dominan di sektor kimia, Bontang Utara jadi pusat investasi.

(Bisnis.Com) 07/05/26 05:49 213758

Bisnis.com, SAMARINDA — Kota Bontang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp3,08 triliun sepanjang 2025 atau mencapai 123,23% dari target.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur menyatakan capaian ini tumbuh 13,66% secara tahunan, sekaligus menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bontang.

"Realisasi investasi tahun 2025 yang melampaui target ini menunjukkan bahwa Kota Bontang semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini adalah hasil kerja bersama dalam menciptakan kemudahan berusaha dan kepastian layanan," kata Aspian dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Jika dirinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp3,026 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sekitar Rp54,11 miliar.

Dia menambahkan, nilai investasi ini bersumber dari 323 proyek yang dijalankan oleh 81 pelaku usaha non-UMKM.

Dari sisi sektoral, PMDN didominasi industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi yang menyumbang 85,96% dari total investasi.

Sisanya tersebar di sektor perdagangan dan reparasi (5,18%), industri logam dasar (3,16%), usaha jasa lainnya (2,32%), serta hotel dan restoran (1,12%).

"Dominasi sektor industri kimia mempertegas karakteristik Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kaltim, yang didukung oleh keberadaan industri besar dan ekosistem pendukungnya," kata Aspian.

Sementara itu, PMA terkonsentrasi pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Hal itu menjadi indikator bahwa Bontang mulai menarik minat investor di bidang jasa dan hospitality, bukan sekadar industri berat.

Menariknya, terjadi persebaran distribusi investasi yang mencolok secara geografis.

Bontang Utara mencatat Rp1,17 triliun atau 98,94% dari total investasi, sementara Bontang Barat hanya Rp9,36 miliar (0,79%) dan Bontang Selatan Rp3,20 miliar (0,27%).

Pola ini menegaskan bahwa Bontang Utara masih menjadi episentrum ekonomi dan industri.

Lebih lanjut, Aspian menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan investasi ke seluruh wilayah.

"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan angka investasi, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan investasi. Ke depan, kami akan memperkuat promosi potensi wilayah serta meningkatkan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi," tegasnya.

Adapun dia menuturkan penguatan pengawasan dan peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan LKPM menjadi agenda prioritas untuk menjaga kredibilitas data investasi.

#bontang-investasi #realisasi-investasi #investasi-2025 #investasi-bontang #target-investasi #investasi-pmdn #investasi-pma #sektor-industri-kimia #industri-strategis-bontang #investasi-sektor-jasa #di

https://kalimantan.bisnis.com/read/20260507/408/1971978/lampaui-target-realisasi-investasi-kota-bontang-tembus-rp3-triliun-sepanjang-2025