Serapan Gabah Bulog Cirebon Dekati Target 2026, Tembus 184.600 Ton

Serapan Gabah Bulog Cirebon Dekati Target 2026, Tembus 184.600 Ton

Bulog Cirebon menyerap 184.600 ton gabah hingga Mei 2026, mendekati target tahun ini yakni 197.000 ton.

(Bisnis.Com) 18/05/26 17:51 224013

Bisnis.com, CIREBON — Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon menyerap 184.600 ton gabah kering panen (GKP) dari hasil panen petani hingga 12 Mei 2026.

Angka ini mendekati target pengadaan tahun ini sebesar 197.000 ton, sekaligus melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan serapan terjadi saat musim tanam pertama (MT1) memasuki puncak panen raya di wilayah kerja Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.

Pimpinan Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi, mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan target pengadaan tahun sebelumnya. "Dari awal tahun sampai hari ini sudah kita serap 184.600 ton GKP,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Tahun lalu, target penyerapan GKP Bulog Cirebon berada di angka 145.000 ton. Pada 2026, target dinaikkan menjadi 197.000 ton, mengikuti potensi produksi dan strategi penguatan cadangan beras pemerintah di tingkat wilayah.

Menurut Imam, MT1 secara historis selalu menjadi periode serapan tertinggi karena panen berlangsung serempak dan pasokan melimpah. "Siklusnya memang begitu. Panen raya di MT1 membuat serapan tinggi. Nanti turun saat gadu, MT2, dan MT3," katanya.

Strategi Bulog, kata dia, adalah memaksimalkan pembelian gabah saat panen raya untuk mengamankan stok hingga akhir tahun. Dengan ritme penyerapan yang tinggi di awal tahun, Bulog memiliki ruang lebih longgar untuk mengatur distribusi pada periode paceklik produksi berikutnya.

Dampak langsung dari strategi itu terlihat pada posisi stok. Hingga pertengahan Mei, stok beras medium kategori public service obligation (PSO) yang dikuasai Bulog Cirebon mencapai 216.800 ton. Imam menyebut angka ini sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah cabang tersebut.

"Sepanjang sejarah Bulog Cirebon, ini stok tertinggi yang pernah kami pegang," ujarnya.

Dengan volume tersebut, Bulog memperkirakan ketersediaan beras aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari enam bulan ke depan. Bahkan, bila rata-rata penyaluran berada di kisaran 3.000 ton per bulan, stok bisa mencukupi hingga satu tahun.

Wilayah kerja Bulog Cirebon mencakup Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka—tiga sentra produksi padi di Jawa Barat bagian timur.

Pada fase MT1, petani di wilayah ini memasuki panen serempak sehingga volume gabah yang beredar di pasar meningkat tajam. Kondisi ini memudahkan Bulog melakukan pembelian langsung di titik produksi.

Namun, tingginya serapan juga menghadirkan tantangan baru: keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, Bulog Cirebon memiliki 10 kompleks pergudangan induk dengan total kapasitas 128.700 ton. Angka tersebut tidak sebanding dengan lonjakan volume gabah dan beras yang masuk selama panen raya.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, Bulog menggandeng pemerintah daerah dan pihak swasta dalam skema sewa gudang.

Hingga kini, kerja sama tersebut mencakup 35 kompleks gudang tambahan. Dalam waktu dekat, Bulog berencana menambah sekitar 10 kompleks lagi untuk memperluas daya tampung. Langkah ini dipandang penting agar kualitas beras tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.

Imam optimistis target 197.000 ton dapat tercapai sebelum akhir musim panen raya. Ia menilai kunci keberhasilan terletak pada kecepatan tim di lapangan dalam menyerap gabah petani sebelum masuk ke rantai perdagangan lain. "Selama panen masih berlangsung, kita maksimalkan pembelian," ujarnya.

#bulog-cirebon #serapan-gabah #target-pengadaan #panen-raya #stok-beras #gudang-bulog #cirebon-kuningan-majalengka #perum-bulog #gabah-kering-panen #produksi-padi #distribusi-beras #kapasitas-penyimpan

https://bandung.bisnis.com/read/20260518/549/1974399/serapan-gabah-bulog-cirebon-dekati-target-2026-tembus-184600-ton