Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Prabowo... | Halaman Lengkap [358] url asal
KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada kegiatan panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Dia menyampaikan dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional. Indonesia kini telah mencapai swasembada di sejumlah komoditas pangan utama.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Prabowo.
Pencapaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.
“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” katanya.
Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” ujarnya.
Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” ungkap mantan Menteri Pertahanan itu.
Seluruh upaya tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu. “Kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan soal reshuffle kabinet dalam panen raya udang vaname di Desa Tegalretno, Petanahan, Kebumen, Sabtu (23.5.2026). Presiden... | Halaman Lengkap [420] url asal
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan soal reshuffle kabinet saat menghadiri panen raya udang vaname di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Momen itu terjadi ketika Prabowo berinteraksi dengan warga dan sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut.
Awalnya, Presiden menyapa beberapa tokoh yang mendampinginya, mulai dari Sekretaris Kabinet hingga jajaran TNI, Polri, dan kementerian.
“Saskab? Ada? Oh. Saya, saya enggak mau sebut Saskab karena, tiap saya sebut namanya, lebih teriak. Ya kan? Teddy Indra Wijaya,” kata Prabowo disambut sorakan warga.
Ia kemudian menyebut sejumlah pejabat lainnya yang hadir, seperti Komandan Paspampres Mayor Jenderal Edwin, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
“Iya. Ada lagi Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Saudara Angga, Angga Raka Prabowo. Namanya Prabowo juga. Habis itu ada juga Kapolri namanya Listyo Prabowo juga itu. Panglima TNI Agus Subiyanto. Makanya duduknya selalu harus, Listyo harus di kanan, Agus Subiyanto di kiri. jadi bisa dipanggil Prabowo Subiyanto,” ujarnya yang kembali memancing tawa hadirin.
Candaan berlanjut ketika Prabowo hendak menyebut lokasi acara. Ia sempat mengira dirinya berada di Desa Karangduwur sebelum dikoreksi oleh warga yang menyebut lokasi sebenarnya adalah Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.
“Jadi terima kasih saya diundang ke sini. Desa Karangduwur. (tegal retno). Sini, sini, sini, sini. Apa?” kata Prabowo.
Warga kemudian menjawab, “Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.”
Prabowo lalu memastikan kembali nama wilayah tersebut.
“Petanahan? Kecamatan Petanahan, Desa?”
“Tegalretno,” jawab warga.
Mendengar hal itu, Prabowo lantas menyinggung Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan yang sebelumnya disebut salah menyampaikan nama desa.
“Tegalretno. Waduh, ini. Menko tadi salah. Salah nama. Perlu di-reshuffle enggak kira-kira? Hah? Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Matur nuwun. Minta maaf,” ujar Prabowo yang disambut gelak tawa warga.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mengundangnya menghadiri panen raya udang tersebut.
“Jadi saya lihat diundang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ya, Pak Sakti Wahyu Trenggono. Ya kalau pejabat jangan sebut, rakyat yang harus tahu. Beliau asli orang mana? Orang Boyolali. Jawa Tengah,” kata Prabowo.
Selain berkelakar, Prabowo juga kembali mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kabupaten Kebumen. Menurutnya, daerah tersebut memiliki hubungan khusus dengan keluarganya karena almarhum ayahnya lahir di wilayah itu.
“Jadi Kebumen ini ada hubungan khusus sama saya karena almarhum ayahanda saya lahir di Kebumen ini, di sini. Lahirnya di, ada pabrik gula ya. Pabrik gula yang sudah sekarang katanya jadi hotel katanya, bener ya? (iya),” ujar Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang vaname ke-8 di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Ladang, Desa Tegal Retno, Kecamatan... | Halaman Lengkap [320] url asal
KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang vaname ke-8 di kawasan tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Ladang, Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Diketahui, BUBK Kebumen ini dibangun pada tahun 2022-2023.
Total luas lahan 100 hektare dan sudah terbangun 65 hektare. Total produksi sebanyak 1.151.497 kg dengan jumlah tenaga kerja 145 orang plus tenaga harian lepas 500 orang/hari. Panen raya udang dilakukan dengan menggunakan metode jaring.
Panen raya tersebut menjadi kelanjutan dari keberhasilan panen parsial yang sebelumnya dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada panen kali ini, produksi udang vaname ditargetkan mencapai 75 ton.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP TB Haeru Rahayu telah melakukan panen parsial ketiga di kawasan BUBK Kebumen pada 1 Mei 2026. Dalam panen parsial tersebut, sebanyak sembilan kolam dipanen dengan target 4,2 ton per kolam berukuran panen 35-40 sentimeter.
“Hari ini parsial sembilan kolam dengan target 4,2 ton ukuran 35-40 sentimeter. Panen parsial pertama 12 ton, kedua 15 ton, dan ketiga hari ini 19 ton. Jadi total 46 ton,” ujar Haeru.
Keberhasilan budidaya udang di kawasan BUBK Kebumen menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan nasional, khususnya budidaya udang modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Model Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) merupakan terobosan pengelolaan tambak modern yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga aspek lingkungan.
Menurut Haeru, seluruh udang yang dipanen merupakan produk berkualitas ekspor. Bahkan, sejumlah pembeli disebut datang langsung ke kawasan tambak untuk melihat hasil produksi udang vaname dari Kebumen.
Selain meningkatkan produksi perikanan nasional, keberadaan BUBK Kebumen juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam lokal.
Harga gabah melonjak hingga Rp8.000/kg usai panen raya, namun petani kecil tidak sepenuhnya menikmati keuntungan karena biaya produksi tinggi dan penjualan awal. Pemerintah tetap membeli gabah sesuai [732] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Harga gabah di sejumlah daerah mulai menembus Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. Namun, pemerintah masih mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Di tengah berakhirnya panen raya, lonjakan harga ini memunculkan pertanyaan baru apakah petani benar-benar menikmati kenaikan harga, atau pasar beras nasional mulai memasuki fase tekanan pasokan.
Kenaikan harga gabah mulai terlihat seiring menurunnya volume panen di berbagai sentra produksi. Pemerintah menilai kondisi tersebut sebagai siklus normal setelah puncak panen raya Februari hingga April mulai berlalu.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengungkapkan bahkan rata-rata harga gabah di sejumlah daerah kini telah mencapai Rp7.200 hingga Rp7.300 per kilogram.
“Kondisi ini karena masa panen sudah berlalu sehingga sudah mulai sedikit yang dipanen dan harganya melambung tinggi,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut dia, sejumlah daerah kini mulai memasuki musim tanam baru sehingga volume gabah yang beredar di pasar semakin terbatas.
Kondisi tersebut membuat harga gabah bergerak jauh di atas HPP yang ditetapkan pemerintah.
Bahkan, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyebut harga gabah di beberapa daerah telah menembus Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram.
“Bulog menetapkan harga gabah Rp6.500, namun di lapangan gabah sudah mencapai Rp7.500-Rp8.000,” katanya.
Firman mengingatkan pemerintah perlu mengantisipasi dampak lanjutan terhadap harga beras di pasar jika lonjakan harga gabah terus berlanjut.
Menurut dia, kenaikan harga gabah berpotensi mendorong kenaikan harga beras karena swasta akan mengikuti pergerakan harga pasar.
“Kalau pemerintah menaikkan lagi, swasta juga akan naik. Maka harga tidak terkendali dan imbasnya ke konsumen,” ujarnya.
Meski harga pasar sudah melampaui HPP, Bulog memastikan tetap menyerap gabah petani sesuai harga pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Ahmad Rizal mengatakan Bulog akan fokus membeli gabah yang tidak terserap pedagang atau penggilingan swasta.
“Yang tidak dibeli oleh pihak pedagang manapun, itu kami yang akan beli,” katanya.
Kenaikan Harga Tak Dinikmati Petani
Namun di lapangan, petani dan penggilingan dinilai cenderung memilih pasar komersial karena menawarkan harga lebih tinggi dibanding HPP pemerintah.
Kepala Badan Perbenihan Nasional dan Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI) Kusnan mengatakan tidak semua petani benar-benar menikmati lonjakan harga gabah saat ini.
Menurut dia, sebagian besar petani sebenarnya telah menjual hasil panen beberapa pekan lalu ketika harga belum setinggi sekarang. Petani yang masih memiliki stok gabah umumnya hanya sebagian kecil atau mereka yang memiliki fasilitas penyimpanan memadai.
“Yang menikmati kenaikan ini secara maksimal biasanya pengepul, penggilingan besar, atau sebagian kecil petani yang memiliki fasilitas penyimpanan,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/5/2026).
Kusnan menilai kenaikan harga gabah saat ini lebih banyak dinikmati rantai perdagangan dibanding mayoritas petani kecil.
Di sisi lain, biaya produksi petani juga terus meningkat. Kenaikan harga pestisida, pupuk nonsubsidi, ongkos tenaga kerja, hingga sewa alat mesin pertanian membuat keuntungan petani tidak naik sebesar kenaikan harga gabah di pasar.
“Jadi, kenaikan harga gabah saat ini sebenarnya lebih banyak terserap untuk menutup tingginya biaya modal kerja,” katanya.
Situasi tersebut membuat kenaikan harga gabah belum tentu identik dengan membaiknya kesejahteraan petani.
Petani juga menghadapi tantangan memasuki musim tanam kedua ketika kebutuhan air mulai menjadi perhatian. Produksi ke depan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran irigasi.
Untuk itu, Kementerian Pertanian menegaskan terus memantau perkembangan harga gabah dan beras di lapangan melalui koordinasi lintas pihak.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan pemerintah melibatkan penyuluh pertanian, TNI, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga pemerintah daerah untuk memantau distribusi gabah, irigasi, pupuk subsidi, dan harga beras.
“Kalau ada laporan harga di bawah HPP atau serapan gabah tidak merata, kami akan tindak lanjuti,” ujarnya.
Pemerintah saat ini mempertahankan HPP gabah Rp6.500 per kilogram sebagai batas minimal pembelian untuk melindungi petani, sementara harga eceran tertinggi beras medium ditetapkan Rp13.500 per kilogram dan premium Rp14.900 per kilogram.
Sudaryono mengatakan pemerintah memiliki tiga instrumen utama menjaga stabilitas harga beras, yakni penegakan hukum Satgas Pangan terhadap penjualan di atas HET, distribusi beras SPHP Bulog, dan bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun, di tengah kenaikan harga gabah setelah panen raya, tantangan pemerintah kini bukan lagi menjaga harga agar tidak jatuh di tingkat petani, melainkan memastikan lonjakan harga tidak berujung pada tekanan baru di pasar beras dan inflasi pangan nasional.
Kondisi ini juga memperlihatkan pasar gabah nasional mulai memasuki fase baru setelah panen raya mereda. Pasokan yang menurun mulai mengerek harga di tingkat hulu, sementara pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga beras bagi konsumen.
Kepul uap dari sega lengko berpadu apik dengan tajamnya aroma bawang goreng. Kelezatan nasi berselimut bumbu kacang dengan irisan tahu-tempe inilah yang ... [1,674] url asal
Cirebon (ANTARA) - Kepul uap dari segalengko berpadu apik dengan tajamnya aroma bawang goreng. Kelezatan nasi berselimut bumbu kacang dengan irisan tahu-tempe inilah yang menjadi salah satu sumber energi warga di Cirebon, Jawa Barat, untuk memulai pagi.
Nasi dalam segalengko tak hadir begitu saja. Setiap bulirnya lahir dari peluh petani yang rela tersengat terik mentari saban hari demi merawat padi.
“Beras tentunya datang dari hasil kerja keras petani,” kata penjual segalengko bernama Wawan (51) kepada ANTARA, Kamis (14/5).
Sejak 2001, ia berjualan hidangan khas Cirebon itu dan menjaga konsistensi rasa. Kuncinya bukan pada gurihnya bumbu kacang. Sebaliknya, kualitas beras justru menjadi penentu.
Ia memakai beras premium untuk menjaga tekstur hidangan ini tetap pulen. Saat nasi matang sempurna, maka segalengko terasa lebih nikmat.
Saat panen padi melimpah, ia mengaku lebih gampang mendapatkan beras berkualitas.
Kemudahan tersebut bukan tanpa alasan. Jauh melampaui urusan sepiring segalengko, produksi beras di Cirebon selalu surplus dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Nasi lengko yang menjadi makanan khas di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.
Dinas Pertanian (Distan) Cirebon mencatat produksi beras sepanjang 2025 mencapai 296.416 ton dengan angka surplus 67.106 ton.
Ketangguhan pangan tersebut terus terjaga. Pada periode Januari hingga April 2026, produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat 139.811 ton atau setara 89.633 ton beras.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya menyebutkan capaian ini memastikan pasokan beras, tetap tersedia untuk mengenyangkan perut masyarakat.
Bergeliat
Aktivitas panen padi masih berlangsung pada Mei 2026, misalnya di Desa Winong, Cirebon. Kala ANTARA menyambangi wilayah tersebut, terdengar bunyi mesin perontok yang memecah lengang di tengah lahan terbuka.
Seorang petani berkaus ungu duduk di tepi pematang sambil memandangi sawah yang baru selesai dipanen. Wajahnya kusam karena sering terpapar matahari dan debu.
Namanya Rojai (51), Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur, yang sedang mengikuti proses panen padi di Desa Winong.
Gapoktan yang dipimpinnya menaungi enam poktan dengan total lahan sekitar 125,5 hektare. Sebanyak 208 petani menggantungkan hidup dari sawah tersebut.
Panen kali ini menjadi penutup musim tanam pertama. Setelah gabah diangkut, petani akan kembali membajak lahan untuk menyambut musim berikutnya.
Pada awal tahun ini tanaman padi sempat terserang hama tikus. Namun hasil panen masih cukup baik, rata-rata mencapai 6-7 ton per hektare.
Meski demikian, diakui Rojai, ada hal lain yang lebih menentukan ketenangan petani saat panen tiba yakni harga gabah.
Hampir 40 tahun ia hidup sebagai petani. Dulu, panen raya sering menjadi masa yang membuat petani cemas. Saat gabah melimpah, harga di tingkat petani bisa turun karena permainan tengkulak.
Ketua Gapoktan Tani Makmur Rojai (tengah) saat mengikuti kegiatan panen padi di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.
Sekarang keadaan berubah. Harga gabah di lapangan berada di kisaran Rp7.400 per kilogram. Angka itu muncul setelah pemerintah menetapkan nilai pembelian sebesar Rp6.500 per kilogram.
Rojai mengatakan Bulog telah menerapkan kebijakan ini. Kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut membuat tengkulak atau bandar beras ikut bersaing mendapatkan hasil panen petani.
Rojai tersenyum kecil ketika menceritakan perubahan itu. Sebab, Bulog kini berperan seperti “wasit” di tengah permainan harga gabah.
“Kalau mereka menawarkan di bawah harga Bulog, mereka tidak dapat barang,” katanya.
Berkat hal tersebut pula, lahan-lahan yang sebelumnya tidak digarap pun mulai kembali diolah menjadi sawah produktif.
Adapun biaya pengelolaan sawah secara konvensional bisa mencapai sekitar Rp10 juta per hektare, termasuk untuk pupuk hingga sewa lahan.
Ia tidak hanya mengandalkan padi untuk menyambung hidup. Rojai pun menanam jagung dan cabai, lalu memelihara sapi serta domba.
Penghasilan dari aktivitas itu bisa membiayai enam anaknya yang masih sekolah dan mondok di pesantren, sekitar Rp4,5 juta per bulan.
Rojai tidak ingin anak-anaknya menjauh dari pertanian. Ia justru merancang jalan agar mereka kelak bisa menjadi sarjana di bidang pertanian dan peternakan.
Keberpihakan
Petani dan pelaku usaha perberasan di Cirebon, sudah merasakan dampak langsung dari penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta penguatan serapan gabah.
Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Cirebon Jumair mengatakan kebijakan HPP Rp6.500 per kilogram pada 2025 memberi perubahan besar bagi petani. Sebelumnya harga gabah hanya Rp4.500-Rp5.500 per kilogram.
Saat diberlakukan, banyak petani di Kabupaten Cirebon berlomba menjual gabah ke Bulog.
Namun, ditegaskannya harga tinggi tidak selalu menguntungkan, jika hasil panen turun tajam akibat serangan hama atau gangguan produksi.
“Petani lebih baik harga Rp6.500 tetapi produksi 6 sampai 7 ton per hektare, daripada harga Rp7.000 tetapi hasil panennya hanya 3 ton per hektare,” ujarnya.
Sejumlah petani saat melaksanakan panen padi di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.
Dalam rantai perberasan nasional, Jumair menilai Bulog memegang peran penting sebagai pengendali stok pangan pemerintah.
Stok beras milik swasta memang besar, namun pergerakannya sangat dinamis sehingga sulit dipantau secara pasti. Berbeda dengan Bulog yang memiliki stok riil dan bisa langsung diawasi keberadaannya.
Menurutnya, program optimalisasi serapan gabah pemerintah membuat Bulog memperluas kapasitas penyimpanan sekaligus meningkatkan aktivitas usaha pengusaha penggilingan padi.
Kebijakan ini, sangat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha yang sebagian besar juga merupakan petani di daerahnya.
Ubah persepsi
Kenaikan harga gabah dan penyerapan hasil panen oleh Bulog, perlahan mengubah cara pandang petani di Kabupaten Kuningan terhadap padi.
Hal itu diceritakan oleh Muhammad Ishaq Juarsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cilimus yang membina Desa Bojong, Kuningan.
Sebelumnya banyak petani di wilayahnya, memilih menanam ubi jalar dua kali dalam setahun dengan produktivitas mencapai 22-24 ton per hektare.
Sedangkan padi, hanya ditanam sekali dalam setahun dengan tingkat produktivitas berkisar 6,1-6,2 ton GKG per hektare.
Meski demikian, komoditas ubi jalar memiliki persoalan klasik yakni harga yang sangat fluktuatif. Ketika harga bagus, petani bisa untung besar. Sebaliknya, saat nilai jual jatuh, kerugian ikut menghantam.
Oleh karenanya, saat terjadi kenaikan harga gabah sebagian besar petani mulai melirik padi sebagai komoditas menjanjikan.
“Sekarang ada yang mulai dua kali tanam padi dan sekali ubi jalar,” kata.
Namun, sebagian petani masih bergantung kepada tengkulak karena hubungan sosial dan utang-piutang yang sudah berlangsung lama.
Di salah satu desa di Kuningan, bahkan masih ada anggapan “pamali” menjual padi langsung di sawah sehingga gabah harus dibawa pulang dan dikeringkan lebih dulu sebelum dijual.
Kini kepercayaan petani mulai tumbuh setelah merasakan harga membaik, pembayaran cepat, dan timbangan lebih adil saat menjual gabah ke Bulog.
Kegiatan panen padi di Desa Cikaso, Kuninhan, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.
Momentum tersebut disambut baik oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, yang menargetkan surplus padi pada 2026 meningkat menjadi 125.000 ton, naik dibandingkan capaian sebelumnya sekitar 120.000 ton.
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah menyebutkan sekitar 78 persen luas baku sawah di daerah itu telah dipanen hingga akhir Maret 2026. Dari total 26.016 hektare sawah, sekitar 20.310 hektare sudah dipanen.
Kini, petani tengah sumringah menikmati tingginya harga gabah saat panen padi melimpah.
Ketua Gapoktan Bina Karya Desa Cikaso Kuningan Safarudin mengatakan petani sebenarnya mampu hidup layak, apalagi kalau menanam padi, bawang merah serta cabai. Pendapatannya sekitar Rp30-Rp40 juta per tahun.
Ia berharap pola serapan seperti yang dilakukan oleh Bulog, bisa diperluas ke komoditas pertanian lain.
“Saya bisa menyekolahkan anak hingga sarjana. Intinya panen diserap dan harga stabil,” katanya.
Tertinggi
Saat masa panen, truk pengangkut selalu hilir mudik di kompleks pergudangan Bulog, membawa hasil panen petani dari Cirebon, Majalengka serta Kuningan (Cimajakuning).
Lonjakan penyerapan itu membuat stok beras di Perum Bulog Cabang Cirebon menembus 216.800 ton, tertinggi sepanjang sejarah kantor cabang tersebut berdiri.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Imam Mahdi mengatakan perusahaannya telah menyerap gabah kering panen (GKP) sebanyak 184.600 ton per 12 Mei 2026. Padahal target penyerapan tahun ini dipatok 197.000 ton.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Bulog Cirebon hanya menargetkan penyerapan 145.000 ton GKP.
Menurutnya, stok tersebut diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari enam bulan, bahkan bisa mencapai satu tahun jika penyaluran berada di kisaran 3.000 ton per bulan.
Tingginya penyerapan membuat Bulog harus bergerak cepat mencari tambahan ruang penyimpanan. Pihaknya memiliki 10 kompleks pergudangan dengan kapasitas sekitar 128.700 ton.
Perusahaannya pun menyewa gudang milik pemerintah daerah dan swasta. Sampai sekarang sudah ada 35 kompleks gudang tambahan yang disiapkan, dan jumlahnya masih bertambah untuk memenuhi kebutuhan kapasitas 250.000 ton.
Di balik tingginya penyerapan tersebut, ada pola kerja yang diubah Bulog tahun ini. Penjemputan gabah dilakukan lebih mudah dengan melibatkan PPL, Babinsa, serta mitra pengadaan pangan.
Petani dapat melaporkan jadwal panen dan tonase gabah melalui sistem daring yang disiapkan Bulog, sehingga proses penjemputan lebih cepat dan terorganisasi.
Mekaniame penyerapan tahun ini dibuat lebih terbuka. Semua varietas diterima selama kualitasnya sesuai ketentuan. Artinya petani bisa menanam berbagai jenis padi.
Suasana pengangkutan beras di salah satu gudang milik Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.
Di sisi lain, tingginya penyerapan turut menghidupkan kembali penggilingan padi kecil di wilayah Cimajakuning. Jumlahnya naik dari 70 mitra menjadi 107 mitra tahun ini.
“Mayoritas mitra tersebut merupakan penggilingan kecil dan menengah yang kembali aktif serta militan, setelah program penyerapan gabah berjalan masif,” katanya.
Bulog Cirebon mempercepat penyaluran beras setelah harga beras medium sempat naik hingga Rp14.400 per kilogram pada awal Mei 2026, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram.
Untuk menekan harga, Bulog menggencarkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) dari gudang hingga pedesaan. Beras dijual Rp11.600 per kilogram kepada masyarakat dan sekitar Rp11.200 per kilogram untuk pedagang pasar.
Pedagang pasar diberi jatah hingga empat ton dalam setiap distribusi. Kebijakan itu dilakukan agar GPM tidak dianggap bersaing dengan perdagangan di pasar tradisional. Sementara untuk distribusi keliling, Bulog menyiapkan satu truk berisi 10 ton beras pada setiap kegiatan.
Hingga kini, penyaluran beras SPHP di wilayah kerja Bulog Cirebon telah mencapai 10.900 ton. Selain itu, Bulog menyalurkan bantuan pangan sebanyak 16.300 ton pada periode Maret-April 2026.
Stok beras yang melimpah di Cirebon bahkan dikirim ke luar pulau. Sebanyak 2.000 ton beras diberangkatkan ke Dumai, Riau, melalui Pelabuhan Cirebon. Aktivitas ini sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi pelabuhan.
Memasuki usia ke-59 tahun, Bulog menegaskan penyerapan dan penyaluran kini berjalan beriringan. Gudang terus terisi hasil panen petani, sementara distribusi diperluas agar harga tetap terkendali serta pasokan pangan masyarakat aman.
Bisnis.com, CIREBON — Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon menyerap 184.600 ton gabah kering panen (GKP) dari hasil panen petani hingga 12 Mei 2026.
Angka ini mendekati target pengadaan tahun ini sebesar 197.000 ton, sekaligus melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan serapan terjadi saat musim tanam pertama (MT1) memasuki puncak panen raya di wilayah kerja Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
Pimpinan Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi, mengatakan capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan target pengadaan tahun sebelumnya. "Dari awal tahun sampai hari ini sudah kita serap 184.600 ton GKP,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Tahun lalu, target penyerapan GKP Bulog Cirebon berada di angka 145.000 ton. Pada 2026, target dinaikkan menjadi 197.000 ton, mengikuti potensi produksi dan strategi penguatan cadangan beras pemerintah di tingkat wilayah.
Menurut Imam, MT1 secara historis selalu menjadi periode serapan tertinggi karena panen berlangsung serempak dan pasokan melimpah. "Siklusnya memang begitu. Panen raya di MT1 membuat serapan tinggi. Nanti turun saat gadu, MT2, dan MT3," katanya.
Strategi Bulog, kata dia, adalah memaksimalkan pembelian gabah saat panen raya untuk mengamankan stok hingga akhir tahun. Dengan ritme penyerapan yang tinggi di awal tahun, Bulog memiliki ruang lebih longgar untuk mengatur distribusi pada periode paceklik produksi berikutnya.
Dampak langsung dari strategi itu terlihat pada posisi stok. Hingga pertengahan Mei, stok beras medium kategori public service obligation (PSO) yang dikuasai Bulog Cirebon mencapai 216.800 ton. Imam menyebut angka ini sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah cabang tersebut.
"Sepanjang sejarah Bulog Cirebon, ini stok tertinggi yang pernah kami pegang," ujarnya.
Dengan volume tersebut, Bulog memperkirakan ketersediaan beras aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari enam bulan ke depan. Bahkan, bila rata-rata penyaluran berada di kisaran 3.000 ton per bulan, stok bisa mencukupi hingga satu tahun.
Wilayah kerja Bulog Cirebon mencakup Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka—tiga sentra produksi padi di Jawa Barat bagian timur.
Pada fase MT1, petani di wilayah ini memasuki panen serempak sehingga volume gabah yang beredar di pasar meningkat tajam. Kondisi ini memudahkan Bulog melakukan pembelian langsung di titik produksi.
Namun, tingginya serapan juga menghadirkan tantangan baru: keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, Bulog Cirebon memiliki 10 kompleks pergudangan induk dengan total kapasitas 128.700 ton. Angka tersebut tidak sebanding dengan lonjakan volume gabah dan beras yang masuk selama panen raya.
Untuk mengatasi keterbatasan itu, Bulog menggandeng pemerintah daerah dan pihak swasta dalam skema sewa gudang.
Hingga kini, kerja sama tersebut mencakup 35 kompleks gudang tambahan. Dalam waktu dekat, Bulog berencana menambah sekitar 10 kompleks lagi untuk memperluas daya tampung. Langkah ini dipandang penting agar kualitas beras tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.
Imam optimistis target 197.000 ton dapat tercapai sebelum akhir musim panen raya. Ia menilai kunci keberhasilan terletak pada kecepatan tim di lapangan dalam menyerap gabah petani sebelum masuk ke rantai perdagangan lain. "Selama panen masih berlangsung, kita maksimalkan pembelian," ujarnya.
Beragam peristiwa ekonomi terjadi pada Sabtu (16/5/2026), mulai dari Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan merah ... [506] url asal
Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa ekonomi terjadi pada Sabtu (16/5/2026), mulai dari Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesuaikan besaran fuel surcharge angkutan udara.
Berikut sejumlah berita ekonomi kemarin yang menarik dibaca kembali pada Minggu pagi ini.
1. Prabowo resmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat perekonomian rakyat.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih," kata Presiden dalam acara peresmian di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
2. OJK sebut klaim terkait PHK di BPJS Ketenagakerjaan naik di Maret 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan terdapat kenaikan klaim terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap BPJS Ketenagakerjaan pada Maret 2026.
“Secara tahunan (year-on-year/yoy), pada Maret 2026 tercatat klaim JHT (Jaminan Hari Tua) meningkat sebesar Rp1,85 triliun atau 14,1 persen, yang didorong oleh kenaikan frekuensi klaim terkait PHK,” tutur Ogi Prastomiyono dalam jawaban tertulis yang disampaikan di Jakarta, Sabtu.
3. InJourney Airports tingkatkan pengawasan dan keamanan Bandara Soetta
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, bersama kepolisian setempat meningkatkan pengawasan sebagai upaya menjaga kewaspadaan serta pengamanan di kawasan tersebut.
"Kami informasikan bahwa InJourney Airports dan Polres Bandara Soekarno-Hatta telah memperkuat aspek keamanan, dan telah berhasil mengungkap dugaan tindakan pencurian oleh oknum pekerja operator kargo," kata General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Sabtu.
4. Prabowo resmi awali panen raya jagung dan pembangunan gudang pangan
Presiden Prabowo Subianto resmi mengawali prosesi panen raya jagung periode kuartal II tahun 2026 di lahan-lahan perkebunan binaan Polri, sekaligus juga mengawali pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di berbagai daerah.
Prosesi tersebut berlangsung dalam rangkaian acara panen raya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 15.06 (WIB), saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan groundbreaking (peletakan batu pertama) 10 gudang ketahanan pangan Polri, dan launching operasional 166 SPPG Polri, serta panen raya jagung yang dibina oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, saya nyatakan dimulai," kata Presiden Prabowo yang dilanjutkan dengan menekan tombol sirine di atas panggung.
5. Kemenhub sesuaikan fuel surcharge angkutan udara sikapi harga avtur
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesuaikan besaran fuel surcharge angkutan udara guna merespons fluktuasi harga avtur dan menjaga keseimbangan biaya operasional maskapai serta keterjangkauan tarif penerbangan.
"Penyesuaian fuel surcharge dilakukan berdasarkan mekanisme dan formulasi yang telah ditetapkan dalam regulasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 10 gudang ketahanan pangan, SPPG, dan panen raya jagung yang dibina oleh Polri di Tuban, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu,... | Halaman Lengkap [261] url asal
TUBAN - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 10 gudang ketahanan pangan, SPPG, dan panen raya jagung yang dibina oleh Polri di Tuban, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Prabowo memimpin panen raya jagung.
Hadir mendampingi Prabowo antara lain, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Prabowo juga terlihat mengenakan topi kobil berwarna krem dan mengendarai alat berat corn reaper machine.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Polri sudah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seribuan SPPG itu dibangun untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Juartal II, Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Polri, serta Launching Operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
"Dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG," kata Sigit.
Menurut dia, sebanyak 736 SPPG di antaranya telah beroperasi, 172 SPPG dalam persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan.
"Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja," ujar Sigit.
Sigit menekankan dalam memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan, SPPG Polri telah memiliki sejumlah sertifikat. Hal itu dipastikan untuk menjaga Food Security.
"Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, Sertifikat Uji Laboratorium Air, serta menerapkan prinsip food safety secara konsisten," tutur Sigit.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa produksi padi hingga awal April 2026 di wilayah tersebut telah mencapai setidaknya 4,16 juta ton gabah ... [472] url asal
Prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah
Boyolali (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa produksi padi hingga awal April 2026 di wilayah tersebut telah mencapai setidaknya 4,16 juta ton gabah kering giling (GKG,) atau 39,48 persen dari target tahunan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Widi Hartanto, di Kabupaten Boyolali, Sabtu, menyebutkan bahwa target produksi padi di Jateng pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 10,5 juta ton GKG.
Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Nglarangan, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Secara daring, agenda tersebut bersamaan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Masih pada sektor pertanian, target produksi jagung pada 2026 ditetapkan sebesar 3,7 juta ton, sedangkan produksi jagung per April 2026 mencapai 984.959 ton atau 26,62 persen dari target.
Kegiatan panen raya berlangsung di hamparan lahan jagung milik petani setempat dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kelompok tani, serta masyarakat.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa capaian itu mengartikan bahwa sejumlah indikator produksi pangan di Jateng menunjukkan tren positif hingga awal April 2026.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
"Prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah," katanya.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pemprov Jateng mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026, mulai dari bantuan benih dan sarana produksi, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpipaan, hingga modernisasi pertanian melalui distribusi alat dan mesin pertanian.
Perlindungan petani juga diperkuat melalui program asuransi usaha tani padi seluas 10.449 hektare, asuransi tembakau 10.000 hektare, serta subsidi suku bunga bagi ratusan paket pembiayaan petani.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan panen raya jagung serentak kuartal II dilaksanakan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton.
Menurut dia, sebanyak 100 ton jagung hasil panen juga akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Jagung tersebut dibeli koperasi dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram.
"Dengan demikian diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram," katanya.
Ia menambahkan Polri terus mendorong penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung.
Hingga saat ini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres pada delapan polda telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut dengan total pinjaman mencapai Rp30,3 miliar.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II. Sigit menyebut semua capaian adalah komitmen semangat... | Halaman Lengkap [317] url asal
NGANJUK - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II. Sigit menyebut semua capaian adalah komitmen semangat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Pada 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton," kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Sigit, hasil itu turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional 2025 sebesar 6,74% atau 1,8 juta ton. Sigit melanjutkan, guna mencapai target selanjutnya terdapat potensi lahan 2026 seluas 1,37 juta hektare yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Pada 8 Januari 2026, kami telah melakukan Panen Raya Kuartal I pada lahan seluas 91 ribu hektare dengan hasil panen mencapai 884.129 ton. Selanjutnya pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden panen raya jagung serentak Kuartal II di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 1,23 juta ton,” katanya.
"Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Adapun, koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500/kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000/kg. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500/kg," papar Sigit.
Secara khusus di Kabupaten Tuban, Sigit menjelaskan, bakal melakukan panen raya pada lahan seluas 101,5 Hektar yang merupakan lahan Perhutanan Sosial. Dimana berasal dari lahan empat Gapoktan yaitu KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, dan lahan PT. Semen Indonesia.
"Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah, dan menjaga stabilitas pasokan," ucapnya.
Polda Jawa Barat (Jabar) menggelar acara Panen Raya Ketahanan Pangan Polri di Indramayu. Acara tersebut dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan.... | Halaman Lengkap [200] url asal
INDRAMAYU - Polda Jawa Barat (Jabar) menggelar acara Panen Raya Ketahanan Pangan Polri di Indramayu. Acara tersebut dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan.
Hal yang menarik dalam kegiatan tersebut yakni hadirnya Ulil Albab Presisi atau Ulil Presisi (3) yang sebelumnya viral diacara Polisi Sahabat Anak yang digelar Satlantas Polresta Bogor Kota beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan itu, Ulil terlihat akrab dengan Kapolda Jabar. Bocah yang diberi nama dari Program Kapolri PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan) ini terlihat lugas menjawab pertanyaan dari Irjen Pol Rudi Setiawan.
“Namanya siapa? Tanya Irjen Pol Rudi.
"Ulil Presisi,” jawab Ulil, kemudian saat Kapolda menanyakan umur, Ulil menjawab 3 Tahun.
“Ulil kalau besar mau jadi apa?” tanya Irjen Pol Rudi
Ulil Pun berkesempatan foto bersama Kapolda Jawa Barat dengan pose yang lucu. Tak Lupa Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mendoakan agar kelak Ulil Presisi sukses menggapai cita-citanya dimasa depan dan menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, nusa, dan bangsa.
"Sesuai namanya Presisi dan sesuai harapan orang tuanya semoga Ulil Sukses ya dalam meraih apa yang dicita-citakan, aamiin,” ucap Irjen Pol Rudi Setiawan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas serangkaian implementasi inovasi yang sudah dilakukan di sektor pertanian dalam mendukung program ... [269] url asal
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas serangkaian implementasi inovasi yang sudah dilakukan di sektor pertanian dalam mendukung program swasembada pangan, bahkan berkelakar negara lain dapat mencontek inovasi yang sudah dilakukan Indonesia.
"Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu," kata Presiden Prabowo pada kegiatan panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dipantau secara daring dari Jakarta, Sabtu.
Secara khusus, Prabowo menyoroti penggunaan briket berbahan dasar limbah tongkol jagung, selain juga pupuk berbahan baku batu bara, sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional yang dilakukan Polri.
Presiden mendorong agar implementasi temuan, termasuk inovasi pupuk, itu terus diimplementasikan secara lebih luas untuk memastikan kemandirian pupuk nasional.
Pada kesempatan itu, Presiden bahkan sempat berkelakar bahwa tamu warga negara asing yang diundang menghadiri panen raya tersebut akan mengetahui rahasia pertanian di Indonesia.
"Aku keliru juga undang-undang mereka, dia tahu nanti temuan-temuan kita. Ya wis tidak apa-apa, demi kemanusiaan kau boleh nyontek dari Indonesia," ujar Prabowo berkelakar.
Pada awal acara, Presiden Prabowo sempat menyaksikan berbagai inovasi yang digunakan Polri dalam mengelola lahan perkebunan jagung, di antaranya penggunaan pupuk yang bahannya menggunakan batu bara, kemudian penggunaan benih jagung hibrida, dan pengolahan bonggol jagung untuk menjadi briket.
Dalam acara panen raya jagung pada periode kuartal II/2026 di lahan pertanian binaan Polri, terdapat 36 kepolisian daerah yang terlibat dengan total luas lahan 189.760,36 hektare. Dari jumlah itu, 1.608,76 hektare lahan pertanian jagung panen raya serentak hari ini.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56