OJK Catat Dana Kelolaan Reksa Dana Naik jadi Rp718,44 Triliun di Tengah Gejolak Pasar
OJK melaporkan dana kelolaan reksa dana naik 6,39% menjadi Rp718,44 triliun, didorong oleh investor ritel domestik, meski pasar modal bergejolak.
(Bisnis.Com) 19/05/26 15:12 224973
Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan sejumlah indikator positif di sektor reksa dana saat pasar modal tertekan saat ini. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi alias Kiki mengatakan bahwa nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tahun ini meningkat sebesar Rp49,71 triliun.
Kiki menjabarkan, peningkatan NAB reksa dana tersebut utamanya didorong oleh net subscription dari investor ritel domestik. NAB adalah total nilai dana kelolaan reksa dana, sementara net subscription adalah dana masuk bersih, selisih dari uang investor yang membeli reksa dana dikurangi uang investor yang melakukan redemption (menjual) reksa dana.
"Jadi meningkat sekitar 6,39% sehingga total AUM [reksa dana] kita adalah Rp718,44 triliun," ujar Kiki saat konferensi pers di Gedung BEI Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kiki melanjutkan, optimisme investor domestik juga tetap terjaga di tengah volatilitas pasar modal, ditunjukkan dari tumbuhnya jumlah investor ritel domestik sebesar 7 juta sepanjang tahun berjalan.
Kiki menilai indikator-indikator positif tersebut menjadi sinyal bahwa reformasi pasar modal yang dijalankan OJK dan BEI mampu mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.
"Jadi ini juga melihat bahwa reformasi ini diarahkan untuk memastikan bahwa pasar keuangan Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi ukuran, tetapi juga kita kedepankan dari aspek fundamentalnya, integritas, kemudian keterbukaan dan lain-lain," ujarnya.
Kiki melanjutkan, pelemahan IHSG akhir-akhir ini sejalan dengan kondisi bursa regional, bahkan penurunan bursa di sejumlah negara lain lebih dalam dari Indonesia. Kondisi tersebut mencerminkan adanya sentimen global yang sama, dari konflik Timur Tengah hingga ekspektasi kebijakan moneter secara global yang diperkirakan akan terus hawkish.
OJK menilai koreksi IHSG yang terjadi pasca pengumuman MSCI cenderung masih moderat, dari kisaran 1,98% hingga 1,85%. Menurutnya, dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental.
"Jadi, selalu seperti kami sampaikan, kami menyampaikan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kita lakukan. Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih [baik] secara fundamental. Dan juga IHSG sekarang pergerakannya relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun sub indeks utama seperti LQ45, IDX30 dan IDX80," tandasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ojk #reksa-dana #dana-kelolaan #nilai-aktiva-bersih #net-subscription #investor-ritel #pasar-modal #aum-reksa-dana #investor-domestik #reformasi-pasar-modal #ihsg #bursa-regional #sentimen-global #keb