IDAI: Suplemen Bukan Perlindungan Utama Anak dari Infeksi saat El Nino
IDAI: Suplemen bukan perlindungan utama anak dari infeksi saat El Nino. Imunisasi, pola hidup sehat, dan lingkungan bersih lebih penting untuk menjaga kesehatan anak.
(Bisnis.Com) 20/05/26 19:50 226843
Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan suplemen seperti zinc dan vitamin C untuk melindungi anak dari risiko infeksi di tengah cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan akibat fenomena El Nino.
Suplemen memang membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi perlindungan terhadap penyakit tetap perlu diperkuat dengan imunisasi, pola hidup sehat, dan menjaga kondisi lingkungan sekitar.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto), menjelaskan tubuh manusia memiliki sistem imun yang bekerja seperti pertahanan atau tentara untuk melawan virus, bakteri, dan berbagai kuman penyebab penyakit.
Menurutnya, vitamin dan mineral seperti zinc, vitamin C, dan vitamin D berfungsi sebagai perlengkapan yang membantu sistem imun bekerja lebih optimal saat menghadapi infeksi.
“Zinc, vitamin D, dan vitamin C itu seperti logistik atau perlengkapan bagi tentara tubuh kita agar bisa bekerja dengan baik menghadapi kuman,” ujarnya saat seminar media, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, dr. Darmawan menegaskan suplemen bukan satu-satunya perlindungan utama agar anak tidak mudah sakit. Dia mengatakan imunisasi tetap memiliki peran penting karena membantu tubuh mengenali jenis kuman tertentu sehingga sistem imun dapat merespons lebih cepat ketika terjadi infeksi.
Menurutnya, imunisasi dapat diibaratkan sebagai pelatihan khusus bagi sistem pertahanan tubuh untuk menghadapi penyakit berbahaya. Karena itu, pemberian suplemen tetap perlu diimbangi dengan imunisasi lengkap agar perlindungan terhadap anak menjadi lebih optimal.
“Kalau imunisasi itu seperti latihan khusus bagi tentara tubuh kita untuk menghadapi kuman tertentu yang berbahaya,” katanya.
Di sisi lain, dr. Darmawan mengatakan perubahan cuaca ekstrem akibat El Nino juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak. Kondisi panas berkepanjangan, kualitas udara yang menurun, hingga potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Menurutnya, masalah kesehatan akibat perubahan iklim tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor saja karena saling berkaitan dengan kondisi lingkungan, udara, hingga sanitasi masyarakat. Kondisi cuaca yang terlalu panas juga membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi sehingga daya tahan tubuh anak dapat menurun apabila asupan cairan tidak terpenuhi dengan baik.
Selain itu, perubahan cuaca juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk seperti demam berdarah. dr. Darmawan menjelaskan saat musim panas berkepanjangan, masyarakat biasanya menyimpan air di berbagai wadah sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk apabila tidak ditutup rapat.
“Ketika musim panas dan kekeringan terjadi, orang biasanya menyimpan air di ember atau bak. Kalau tidak ditutup rapat, itu justru menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujarnya.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan imunisasi anak lengkap. Menurutnya, langkah sederhana tersebut penting dilakukan untuk membantu anak tetap sehat di tengah perubahan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Dr. Darmawan juga mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap remeh tanda-tanda anak mulai mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas atau infeksi. Jika anak mengalami demam tinggi, sesak napas, lemas, atau tanda dehidrasi, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan lebih cepat.
“Dengan memahami dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, masyarakat diharapkan lebih siap melindungi diri dan keluarga,” katanya.
#suplemen-anak #perlindungan-infeksi #el-nino #cuaca-ekstrem #daya-tahan-tubuh #imunisasi-anak #vitamin-c #zinc-anak #kesehatan-lingkungan #perubahan-iklim #risiko-penyakit #nyamuk-demam-berdarah #pola