Riset APJII 2026: Penetrasi Internet Jawa dan Kalimantan Melesat, Papua Tertinggal
Penetrasi internet di Jawa dan Kalimantan meningkat pesat pada 2026, sementara Papua tertinggal. Jawa memimpin dengan 85,95% penetrasi, diikuti Kalimantan 80,40%.
(Bisnis.Com) 22/05/26 09:35 228600
Bisnis.com, JAKARTA — Tingkat penetrasi dan kontribusi pengguna internet per pulau di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Kendati demikian, dominasi infrastruktur dan jumlah pengguna di Pulau Jawa masih belum terbendung, meninggalkan wilayah Indonesia Timur yang masih merangkak perlahan dalam mengejar ketertinggalan digital.
Dilansir dari riset Profil Internet Indonesia 2026 milik Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jumat (22/5/2026), Pulau Jawa kokoh di posisi puncak dengan tingkat penetrasi menyentuh 85,95% pada tahun ini.
Angka tersebut mendaki dari capaian 2025 yang berada di level 84,05%. Sejalan dengan hal itu, porsi kontribusi pengguna nasional asal Pulau Jawa ikut terkerek naik menjadi 58,24% dari sebelumnya 57,80%.
Lompatan performa digital yang cukup signifikan juga terjadi di Pulau Kalimantan. Tingkat penetrasi internet di pulau tersebut melesat ke posisi 80,40% pada 2026, berbanding 79,21% pada tahun sebelumnya. Porsi kontribusi komparatif Kalimantan terhadap ekosistem nasional pun ikut terkerek tipis menuju angka 6.20% dari basis tahun lalu sebesar 6,12%.
Di wilayah barat, Pulau Sumatra mengamankan posisi kedua sebagai kontributor basis pengguna terbesar nasional dengan porsi 20,74%, meski angka ini sedikit menyusut dari porsi 2025 sebesar 21,12%. Dari sisi keterhubungan, tingkat penetrasi internet di Sumatra tetap mendaki ke level 78,24% dari sebelumnya 77,34%.
Selanjutnya, geliat digitalisasi di Pulau Sulawesi terekam tumbuh menjanjikan. Penetrasi internet di wilayah berlogo K ini melompat ke angka 72,58% dari posisi 2025 yang tertahan di level 71,20%. Akan tetapi, dari sudut pandang kontribusi nasional, porsi Sulawesi mengalami koreksi minor menjadi 6,62% dari basis awal 6,75%.
Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pergerakan melandai. Penetrasi internet di kawasan wisata tersebut merangkak ke posisi 78,14% dari sebelumnya 77,15%, dengan kontribusi nasional yang relatif stabil di level 5,26% dibandingkan dengan capaian 2025 di angka 5,22%.
Tantangan berat dalam pemerataan ekosistem siber nasional masih membayangi wilayah Maluku dan Papua. Berdasarkan hasil survei terbaru, tingkat penetrasi di wilayah paling timur Indonesia ini memang berhasil naik ke level 69,74% dari capaian 2025 sebesar 68,54%. Namun, porsi kontribusi pengguna nasionalnya justru terkoreksi ke angka 2,94% dari posisi tahun lalu sebesar 2,99%.
Ketimpangan porsi kontribusi yang masih di bawah 3% ini menjadi indikator kuat bagi para pemangku kepentingan dan penyedia jasa internet nasional. Urgensi pemerataan investasi infrastruktur kabel serat optik maupun jaringan seluler mutlak diperlukan guna mengikis jurang pemisah digital antarwilayah secara berkelanjutan.
#internet-indonesia #penetrasi-internet #pengguna-internet #jawa-internet #kalimantan-internet #papua-internet #apjii-riset #digitalisasi-indonesia #infrastruktur-internet #kontribusi-pengguna #penetra