Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat, Tekanan Rupiah karena Persepsi Pasar
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia kuat meski rupiah tertekan oleh persepsi pasar, bukan masalah ekonomi domestik.
(Bisnis.Com) 23/05/26 13:00 229907
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat kuat meski pasar keuangan menghadapi tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Purbaya, rapat tersebut dihadiri sejumlah ekonom senior dan mantan pejabat pemerintah yang berbagi pengalaman dalam menghadapi krisis ekonomi 2007–2008 maupun periode sebelumnya.
Hal itu disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
“Tadi kan banyak senior-senior dari bekas mantan gubernur BI ada satu, dari Bappenas ada beberapa orang,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, dia menyebut para tokoh tersebut memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka ketika menghadapi tekanan ekonomi global di masa lalu.
“Dia sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007—2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa,” katanya.
Purbaya mengatakan Presiden meminta dirinya mempelajari berbagai masukan tersebut untuk memperkuat langkah antisipasi pemerintah. “Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” ujarnya.
Kendati demikian, Purbaya membantah adanya kekhawatiran pemerintah terhadap potensi krisis ekonomi seperti 1998.
“Tidak. Karena masukan mereka juga sama, sebetulnya fundamental kita amat baik,” katanya.
Dia menilai kondisi ekonomi saat ini jauh berbeda dibandingkan krisis moneter 1998, terutama dari sisi pelemahan nilai tukar rupiah.
“Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari 2.000 melemah ke sekian, Rp17.000 kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan 4-5 persen kan sebetulnya jauh,” ujar Purbaya.
Selain itu, ia menekankan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tetap solid di tengah tekanan global dan volatilitas pasar. “Dan di samping itu fundamental ekonominya bagus sekali,” katanya.
Menurut Purbaya, tekanan terhadap rupiah dan pasar keuangan lebih banyak dipengaruhi persepsi pasar dibanding persoalan fundamental ekonomi domestik.
“Mereka juga bilang mungkin persepsi orang yang membuat ada tekanan ke nilai tukar,” ujarnya.
Dia juga menyinggung berbagai sentimen eksternal yang belakangan menekan pasar Indonesia, mulai dari perubahan indeks MSCI hingga penilaian lembaga pemeringkat internasional.
“Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar,” kata Purbaya.
Namun, ia memastikan para ekonom senior yang hadir dalam rapat sepakat bahwa kondisi fundamental Indonesia tetap baik. “Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah, mereka setuju,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah berencana memperbaiki strategi komunikasi publik agar kondisi ekonomi Indonesia dapat dipahami masyarakat dan pelaku pasar secara lebih proporsional. “Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik,” kata Purbaya.
#ekonomi-indonesia #fundamental-ekonomi #tekanan-rupiah #persepsi-pasar #purbaya-yudhi-sadewa #krisis-ekonomi #nilai-tukar-rupiah #pasar-keuangan #ekonomi-global #krisis-moneter-1998 #volatilitas-pasar