Bos BSI Optimistis Likuiditas Masih Ample untuk Ekspansi Pembiayaan, Tak Butuh Suntikkan Lagi?
BSI optimistis likuiditas cukup untuk ekspansi pembiayaan tanpa suntikan tambahan, didukung pertumbuhan DPK dan penyerapan dana pemerintah untuk UMKM dan ritel.
(Bisnis.Com) 14/10/25 08:44 2346
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) optimistis kondisi likuiditas perusahaan masih mencukupi untuk mendorong ekspansi pembiayaan di tengah tren pemulihan ekonomi nasional.
Optimisme tersebut sejalan dengan sinyal pemulihan kredit perbankan yang mulai terlihat pada penghujung kuartal III/2025. Dari total Rp200 triliun dana pemerintah yang ditempatkan di bank-bank Himbara, salah satunya BSI, lebih dari separuhnya telah terserap untuk pembiayaan produktif.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, dengan fundamental yang kuat serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp323 triliun, kondisi likuiditas BSI saat ini masih sangat solid dan mencukupi untuk melanjutkan ekspansi pembiayaan.
Ketika ditanya soal tambahan suntikan likuiditas Kemenkeu, Anggoro menyebut likuiditas BSI masih mencukupi.
“Terkait kebutuhan likuiditas, dengan fundamental yang kuat serta didukung pertumbuhan DPK yang mencapai Rp323 triliun, kondisi BSI saat ini semakin solid dan mencukupi (ample) untuk ekspansi pembiayaan,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip Selasa (14/10/2025).
Anggoro menambahkan, BSI optimistis menjadi bagian penting dari akselerasi pemulihan kredit nasional. Per kuartal II/2025 atau Juni 2025, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp293,24 triliun, tumbuh 13,93% secara tahunan (year-on-year/YoY), jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional pada periode yang sama.
Mayoritas pembiayaan BSI, yakni sekitar 72,22%, disalurkan ke segmen ritel dan konsumer, sedangkan 27,78% sisanya ke segmen wholesale (korporasi). Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga, dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross di level 1,87%, lebih baik dibandingkan rata-rata industri.
BSI sebelumnya mengungkapkan telah menyalurkan lebih dari separuh dana penempatan likuiditas sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Anggoro saat itu mengatakan penyerapan dana tersebut sudah di atas 50%. “Pokoknya sudah lebih tinggi dari 50%,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Dia menjelaskan, dana penempatan tersebut sebagian besar disalurkan untuk mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem ekonomi syariah.
“UMKM yang terkait dengan sistem haji, umrah, gadai juga termasuk, cicil emas termasuk, juga supply chain dari SMI,” katanya.
Selain sektor UMKM, BSI juga menyalurkan dana tersebut ke pembiayaan ritel dan konsumsi, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR) yang berada dalam ekosistem BSI. “Kita juga bisa membiayai untuk KPR-KPR yang terkait dengan ekosistem kita. Retail dan konsumer,” tambahnya. Ketika ditanya soal jangka waktu penyerapan dana tersebut, Anggoro memastikan penempatan likuiditas dari pemerintah itu akan segera terserap seluruhnya dalam waktu dekat. “Habis,” ujarnya singkat.
#bsi-likuiditas #ekspansi-pembiayaan #pemulihan-ekonomi #dana-pemerintah #pembiayaan-produktif #pertumbuhan-dpk #akselerasi-pemulihan-kredit #pembiayaan-ritel #pembiayaan-konsumer #non-performing-finan