Kementan Ancam Cabut Izin Pabrik yang Beli TBS Sawit di Bawah Harga
Wamentan Sudaryono mengancam cabut izin PKS yang membeli TBS di bawah harga ketentuan. Banyak pabrik abaikan regulasi, padahal harga CPO dunia tinggi. Ia minta kepala daerah awasi.
(Kompas.com) 29/05/26 14:50 234976
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono alias Mas Dar, mengancam pihaknya akan mencabut pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli tandan buah segar (TBS) di bawah harga ketentuan.
Pernyataan itu Mas Dar sampaikan usai menggelar rapat kedua bersama asosiasi petani, pabrik kelapa sawit, dan eksportir produk kelapa sawit.
Rapat digelar lantaran masih terdapat ratusan pabrik kelapa sawit yang membeli produk sawit di bawah harga acuan.
SHUTTERSTOCK/KYTan Ilustrasi sawit.Mas Dar mengatakan, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 tahun 2024 mengatur pembelian TBS.
“Jika ada pelanggaran kegiatan-kegiatan sesuai dengan Permentan tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin,” ujar Mas Dar dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Adapun harga sawit bergejolak setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal komoditas kelapa sawit.
Pasar disebut mengalami kepanikan sehingga harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan TBS anjlok.
Mas Dar mengatakan, harga CPO di pasar dunia sebenarnya sedang tinggi. Permintaan bahkan meningkat.
Namun, harga sawit di pasar lokal justru anjlok karena ratusan pabrik kelapa sawit membeli di bawah harga acuan.
“Harga sawit-sawit di tingkat dunia, di tingkat konsumen itu kemudian harganya tidak ada penurunan, baik penurunan harga maupun penurunan kuantitas,” tutur Mas Dar.
Dia pun meminta kepala daerah ikut mengawasi penerapan Permentan Nomor 13 Tahun 2024.
Menurutnya, masih terdapat banyak daerah yang belum menjalankan kebijakan tersebut.
“Bila ditemukan adanya Pabrik Kelapa Sawit yang membeli tandan buah segar yang tidak sesuai dengan ketentuan agar diidentifikasi PKS-nya,” ucap Mas Dar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#harga-tbs-anjlok #kelapa-sawit #pabrik-kelapa-sawit #wamentan-sudaryono #permentan-13-2024