RI Masih Butuh Tambahan 1,5 Juta Sapi untuk Swasembada Susu

RI Masih Butuh Tambahan 1,5 Juta Sapi untuk Swasembada Susu

Pemerintah memperkirakan Indonesia masih membutuhkan lebih dari 1 juta ekor sapi perah tambahan untuk mencapai swasembada susu.

(Bisnis.Com) 02/06/26 13:59 237557

Bisnis.com, JAKARTA — Target swasembada susu nasional masih menghadapi tantangan besar. Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 1,5 juta ekor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang saat ini 75% masih dipenuhi dari impor.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengatakan, populasi sapi perah nasional saat ini baru sekitar 540.000 ekor. Untuk mencapai swasembada susu, Indonesia membutuhkan populasi mendekati 2 juta ekor sapi perah produktif.

"Nah, ini target kalau mau swasembada, lebih kurang kita butuh sapi sekitar populasi 2 juta ekor. Sekarang 540.000 ekor, berarti masih sekitar 1 juta lebih yang kita perlukan, tentu dengan paralel peningkatan produktivitas per ekornya," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan tambahan populasi sebenarnya dapat ditekan apabila produktivitas susu per ekor berhasil ditingkatkan. Saat ini, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produktivitas sapi perah nasional rata-rata sekitar 12,5 liter per hari.

Jika produktivitas dapat meningkat menjadi 15 liter hingga 20 liter per ekor per hari, jumlah sapi yang dibutuhkan untuk mencapai swasembada akan jauh lebih rendah.

"Kalau bisa naik menjadi 15 atau 20 liter, bahkan tidak sampai 2 juta populasi yang kita perlukan. Paling tidak kalau dapat 1 juta ekor tambahan dan produktivitas per ekornya dinaikkan, maka kita akan bisa swasembada," katanya.

Makmun menjelaskan pemerintah mulai mendorong percepatan penambahan populasi melalui impor sapi bunting. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat impor sekitar 15.000 ekor sapi bunting, yang disebut sebagai jumlah terbesar dalam sejarah pengembangan sapi perah nasional.

"Sepanjang sejarah kita, tidak pernah mengimpor sapi dalam 1 tahun sebanyak itu. Dengan partisipasi semua pihak totalnya lebih kurang 15.000 ekor," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar sapi telah melahirkan pedet. Dengan asumsi separuh anak sapi berjenis kelamin betina, pemerintah memperkirakan terdapat lebih dari 7.000 calon indukan baru yang dapat mempercepat regenerasi populasi sapi perah nasional.

Menurut Makmun, tambahan populasi dari impor indukan dan reproduksi sapi yang sudah ada berpotensi menambah sekitar 100.000 ekor sapi per tahun. Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk mengejar target swasembada dalam waktu singkat.

Karena itu, pemerintah menilai peningkatan populasi harus berjalan beriringan dengan perbaikan produktivitas melalui peningkatan kualitas pakan, perbaikan manajemen peternakan, penguatan kesehatan hewan, dan pemanfaatan teknologi peternakan modern.

Target tersebut menjadi semakin penting mengingat konsumsi susu nasional terus meningkat, termasuk seiring perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai menyerap susu segar produksi dalam negeri.

#swasembada-susu #sapi-perah #kementan #program-makan-bergizi-gratis-mbg

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260602/99/1977798/ri-masih-butuh-tambahan-15-juta-sapi-untuk-swasembada-susu