Lonjakan Harga Tak Terbendung, Inflasi Majalengka Tembus 3,27%

Lonjakan Harga Tak Terbendung, Inflasi Majalengka Tembus 3,27%

Inflasi Majalengka Mei 2026 naik 3,27% yoy, dipicu kenaikan harga pangan dan emas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau jadi penyumbang utama.

(Bisnis.Com) 03/06/26 14:07 238730

Bisnis.com, MAJALENGKA- Laju inflasi di Kabupaten Majalengka kembali meningkat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka mencatat inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,27%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kabupaten Majalengka Yanti Heryanti mengatakan inflasi terjadi seiring kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat, terutama pangan dan emas perhiasan.

“Pada Mei 2026 terjadi inflasi yoy sebesar 3,27%, ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,40 pada Mei 2025 menjadi 111,95 pada Mei 2026,” kata Yanti, Rabu (3/6/2026).

Selain secara tahunan, Majalengka juga mengalami inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,21%. Sementara inflasi tahun kalender (ytd) tercatat sebesar 1,50%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terbesar masih berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan indeks sebesar 4,17%.

Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,50%, terbesar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi mencapai 13,59% dengan andil inflasi sebesar 0,79%.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,56%, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 3,25%.

Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan harga antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 2,60%, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,03%, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,65%, pendidikan sebesar 1,37%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,00%.

“Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Yanti.

BPS mencatat sejumlah komoditas memberikan kontribusi dominan terhadap inflasi tahunan. Emas perhiasan menjadi penyumbang utama, diikuti beras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, dan telepon seluler.

Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), cabai rawit, cabai merah, bawang merah, petai, kubis, kangkung, bayam, baju muslim wanita, tas sekolah, nasi dengan lauk, serta pepaya.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga. Komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan antara lain tomat, sabun mandi, bawang putih, kopi bubuk, dan salak.

Secara bulanan, inflasi Mei 2026 terutama dipicu kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, telepon seluler, cabai merah, bawang merah, dan petai.

Kenaikan harga juga tercatat pada buku tulis bergaris, cabai rawit, tahu mentah, semangka, donat, kipas angin, bensin, seragam sekolah anak, jengkol, ikan bakar, serta aneka makanan siap saji.

Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan inflasi bulanan. Di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, ikan mas, tomat, bawang putih, kangkung, bayam, dan makanan ringan.

Yanti menjelaskan, dinamika harga pangan dan kebutuhan rumah tangga masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi perkembangan inflasi di Majalengka.

Kondisi tersebut menunjukkan pasokan dan distribusi komoditas strategis tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di daerah.

#inflasi-majalengka #harga-komoditas #kenaikan-harga #inflasi-tahunan #inflasi-bulanan #indeks-harga-konsumen #kelompok-pengeluaran #harga-pangan #emas-perhiasan #bahan-bakar-rumah-tangga #daging-ayam

https://bandung.bisnis.com/read/20260603/549/1978070/lonjakan-harga-tak-terbendung-inflasi-majalengka-tembus-327