Rokok Ikut Mengerek Inflasi Cirebon, Harga Kian Mengasap
Inflasi tahunan Cirebon Mei 2026 naik 3,27% dipicu harga pangan, rokok, dan pendidikan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau jadi penyumbang terbesar.
(Bisnis.Com) 04/06/26 12:01 239746
Bisnis.com, CIREBON - Laju inflasi tahunan di Kota Cirebon kembali menguat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,27%, didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, rokok, serta biaya pendidikan.
Kepala BPS Kota Cirebon Samiran mengatakan inflasi tahunan terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 106,26 pada Mei 2025 menjadi 109,74 pada Mei 2026.
Selain secara tahunan, Kota Cirebon juga mengalami inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,39% dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,37%.
"Secara umum perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 menunjukkan adanya kenaikan yang mendorong inflasi di Kota Cirebon," kata Samiran, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi mencapai 6,81%.
Disusul kelompok pendidikan sebesar 4,31%, kesehatan 4,14%, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 3,13%, pakaian dan alas kaki 1,47%, serta transportasi 1,07%.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan 0,19%. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,99%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,49%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 1,26%.
Hanya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang mengalami deflasi sebesar 0,33% secara tahunan.
BPS mencatat sejumlah komoditas memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan. Di antaranya beras, daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), biaya akademi atau perguruan tinggi, bakso siap santap, cabai rawit, jeruk, dan minyak goreng.
Kenaikan harga komoditas tersebut menjadi faktor utama yang mendorong tekanan inflasi di Kota Cirebon sepanjang setahun terakhir.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.
Komoditas yang menyumbang deflasi tahunan terbesar antara lain bawang putih, tomat, parfum, pengharum cucian atau pelembut, sabun mandi cair, kelapa, buku pelajaran SMA, kentang, sabun mandi, serta sabun detergen bubuk.
Secara bulanan, inflasi Mei 2026 juga dipengaruhi kenaikan harga bawang merah, cabai merah, SKM, cabai rawit, jeruk, Sigaret Putih Mesin (SPM), ketoprak, buah naga, pelumas atau oli mesin, serta bensin.
Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dan memberikan andil terhadap deflasi bulanan.
Komoditas tersebut antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, rampela hati ayam, bawang putih, jagung manis, ikan gurame, pembersih lantai, tomat, emas perhiasan, dan cumi-cumi.
Dari sisi andil kelompok pengeluaran terhadap inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 2,17%.
Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menyumbang 0,48%, pendidikan 0,22%, transportasi 0,11%, kesehatan 0,09%, serta kelompok lainnya dengan kontribusi yang lebih kecil.
Samiran menuturkan, dominasi kelompok pangan dalam pembentukan inflasi menunjukkan harga bahan kebutuhan pokok masih menjadi faktor yang paling memengaruhi pergerakan inflasi di Kota Cirebon.
"Kondisi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya stabilisasi pasokan dan distribusi komoditas pangan untuk menjaga inflasi tetap terkendali pada bulan-bulan mendatang," katanya.
#inflasi-cirebon #harga-rokok #inflasi-tahunan #bps-cirebon #kenaikan-harga #komoditas-pangan #kelompok-pengeluaran #harga-konsumen #inflasi-bulanan #inflasi-tahun-kalender #kelompok-makanan #kelompok