Produksi Padi Jatim Berpotensi Sentuh 7,71 Juta Ton, Gubernur Khofifah Ungkap Strategi Pertumbuhan
Jawa Timur proyeksikan produksi padi 7,71 juta ton di 2026, didukung ekspansi lahan dan strategi pertanian modern oleh Gubernur Khofifah.
(Bisnis.Com) 04/06/26 14:17 239929
Bisnis.com, SURABAYA – Provinsi Jawa Timur semakin memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan nasional dengan mencatatkan potensi produksi padi terbesar di Indonesia untuk periode Januari–Juli 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, potensi produksi padi Jawa Timur diproyeksikan menembus 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Realisasi ini tumbuh 5,49% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 7,30 juta ton GKG.
Volume produksi Jatim tersebut menempati peringkat teratas secara nasional, berada di atas Provinsi Jawa Tengah dengan potensi 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi ketangguhan para petani dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sektor agraria, terutama di tengah tekanan ketidakpastian iklim global.
"Capaian ini menjadi bukti nyata ketangguhan petani serta kuatnya ekosistem pertanian Jawa Timur yang terus dibangun bersama. Jawa Timur berkomitmen penuh menjaga peran strategis sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional," ujar Khofifah di Surabaya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Khofifah, akselerasi volume produksi ini ditopang oleh ekspansi luas lahan panen. Data BPS menunjukkan luas panen padi di Jatim pada periode Januari–Juli 2026 mencapai 1,38 juta hektare, atau naik sekitar 5,49% dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,30 juta hektare.
Guna mempertahankan tren pertumbuhan positif sektor pangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memacu program perluasan Luas Tambah Tanam (LTT) dengan mengoptimalkan lahan potensial di berbagai wilayah koridor regional.
Khofifah menjelaskan intervensi pemerintah difokuskan pada penguatan aspek hulu hingga hilir pertanian. Langkah strategis yang ditempuh di antaranya mencakup distribusi benih unggul bersertifikat yang adaptif terhadap perubahan cuaca, serta optimalisasi mekanisasi lewat penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.
Di sisi infrastruktur, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah menggalakkan rehabilitasi jaringan irigasi dan pengembangan sistem irigasi perpompaan
"Kami juga memperkuat sistem deteksi dini (early warning system) dan pelaporan cepat terkait potensi bencana pertanian. Mitigasi yang terukur ini krusial untuk menekan risiko gagal panen (puso) ke level minimum," pungkasnya.
#padi-jatim #produksi-padi-jatim #produksi-padi-jawa-timur #produksi-padi-nasional #gubernur-khofifah #strategi-pertumbuhan-padi #ketahanan-pangan-jatim #luas-panen-padi-jatim #ekspansi-lahan-panen #di