Alfamidi (MIDI) Targetkan Buka 200 Gerai Tahun Ini di Tengah Ekspansi Kopdes
Alfamidi (MIDI) berencana membuka 200 gerai baru di 2026 dengan dukungan capex Rp1,5 triliun, meski ada wacana pembatasan ritel modern di beberapa daerah.
(Bisnis.Com) 04/06/26 14:32 239931
Bisnis.com, JAKARTA — PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) menyatakan menghormati kebijakan pemerintah terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KMP) dan menilai keberadaan koperasi tersebut tidak akan mengganggu model bisnis perseroan yang menyasar segmen pasar berbeda.
Direktur Corporate Legal dan Compliance MIDI Afid Hermeily menjelaskan bahwa setiap pelaku usaha ritel memiliki model bisnis, segmentasi konsumen, dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
MIDI juga menilai wacana pembatasan operasional atau ekspansi ritel modern di sejumlah daerah belum memberikan dampak material terhadap bisnis perseroan. Menurut Afid lokasi usaha dan segmentasi pasar yang dibidik perseroan umumnya berada di kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan ekonomi.
"Kami melihat segmentasi bisnis yang berbeda sehingga pembatasan saat ini belum berdampak terhadap perseroan. Namun demikian, kami tetap tunduk dan patuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah," ujarnya usai RUPST, Kamis (4/6/2026).
Sejauh ini MIDI tetap berfokus pada pengembangan jaringan ritel modern sesuai strategi bisnis yang telah dijalankan selama ini.
Direktur Finance MIDI Suantopo Po menargetkan pembukaan sekitar 200 gerai baru sepanjang 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi organik.
Rencana ekspansi tersebut didukung alokasi belanja modal (capital expenditure/Capex) sekitar Rp1,5 triliun yang akan digunakan untuk pembukaan gerai baru, penguatan infrastruktur operasional, serta pengembangan layanan digital.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, MIDI telah mengoperasikan sebanyak 2.627 gerai. Jumlah gerai ini bertambah sebanyak 40 gerai dibandingkan akhir 2025.
Dari sisi keuangan MIDI membukukan pendapatan bersih senilai Rp5,88 triliun pada kuartal I/2026 tumbuh 6,43% secara tahunan dibandingkan dengan pada kuartal I/2025 sebesar Rp5,52 triliun.
Laba bersih MIDI tumbuh 39,50% pada kuartal I/2026 secara tahunan senilai Rp265,57 miliar dibandingkan dengan pada kuartal I/2025 sebesar Rp190,37 miliar.
Di tengah berbagai dinamika regulasi dan kondisi ekonomi, MIDI optimistis prospek bisnis ritel modern masih cukup menjanjikan hingga akhir tahun. Perseroan meyakini fundamental usaha tetap kuat dan mampu mencatatkan pertumbuhan yang sehat.
"Kami berupaya agar kinerja tahun 2026 dapat tumbuh secara moderat dibandingkan tahun 2025. Fundamental perseroan masih cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan tersebut," katanya.
#alfamidi #midi #gerai-baru #ekspansi-ritel #koperasi-desa #kopdes-merah-putih #bisnis-ritel #pertumbuhan-ekonomi #strategi-bisnis #belanja-modal #layanan-digital #pendapatan-bersih #laba-bersih #prosp