ASAKI yakin program prioritas pemerintah pacu kinerja industri keramik

ASAKI yakin program prioritas pemerintah pacu kinerja industri keramik

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menilai berbagai program prioritas pemerintah, seperti 3 juta rumah hingga pembangunan Sekolah Rakyat, ...

(Antara) 04/06/26 16:33 240076

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menilai berbagai program prioritas pemerintah, seperti 3 juta rumah hingga pembangunan Sekolah Rakyat, menjadi faktor penting yang memacu kinerja industri keramik nasional.

"Kami ditopang juga oleh program-program pemerintah, seperti program 3 juta rumah, program renovasi sekolah, program pembangunan Sekolah Rakyat," kata Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto di Tangerang, Banten, Kamis.

Lebih lanjut, dijelaskan dia, kapasitas produksi industri keramik nasional meningkat dari 538 juta meter persegi per tahun pada 2021 menjadi 650 juta meter persegi per tahun pada 2025 atau tumbuh sekitar 25 persen.

Pada tahun 2026, kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 672 juta meter persegi per tahun dan terus bertambah hingga mencapai 728 juta meter persegi per tahun pada 2029.

Selain kapasitas produksi, tingkat utilisasi industri juga mengalami perbaikan signifikan. Setelah sempat turun hingga 63 persen pada 2024, utilisasi industri keramik nasional berhasil meningkat menjadi 73 persen pada 2025.

Sementara itu pada semester I tahun 2026, tingkat utilisasi tercatat sebesar 72,5 persen.

ASAKI optimistis tingkat utilisasi pada akhir tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya dan mencapai target 75 persen.

Lebih lanjut, menurut Edy, sekitar 95 persen produksi keramik nasional diserap oleh pasar domestik. Oleh karena itu, keberlanjutan berbagai program pembangunan pemerintah menjadi penopang utama pertumbuhan permintaan keramik di dalam negeri.

ASAKI juga menyatakan industri keramik nasional telah memasuki era swasembada keramik. Sejak 2020 hingga 2029, industri keramik nasional menambah kapasitas produksi sebesar 190 juta meter persegi atau tumbuh sekitar 35 persen.

Lebih lanjut, ekspansi industri tersebut juga berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan investasi. Edy menyebutkan bahwa tambahan kapasitas produksi sejak 2020 hingga 2029 menyerap investasi lebih dari Rp25 triliun dan menciptakan lebih dari 20 ribu lapangan kerja baru.

Dengan perkembangan tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap di industri keramik nasional diperkirakan mencapai lebih dari 175 ribu orang pada 2029.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#penguatan-industri #industri-domestik #asaki

https://www.antaranews.com/berita/5594073/asaki-yakin-program-prioritas-pemerintah-pacu-kinerja-industri-keramik