Arab Saudi Usul 50% Jemaah Haji Indonesia Tanazul demi Atasi Kepadatan di Mina

Arab Saudi Usul 50% Jemaah Haji Indonesia Tanazul demi Atasi Kepadatan di Mina

Arab Saudi usulkan skema tanazul 50% untuk jemaah haji Indonesia guna atasi kepadatan di Mina. Usulan ini akan dikaji bersama demi kenyamanan dan keselamatan.

(Bisnis.Com) 05/06/26 06:05 240561

Bisnis.com, MAKKAH — Pemerintah Arab Saudi mengusulkan penerapan skema tanazul hingga 50% bagi jemaah haji Indonesia sebagai solusi mengatasi kepadatan yang terus meningkat di Mina saat fase puncak ibadah haji.

Usulan tersebut mengemuka saat Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Fatah Al-Mashat, melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah untuk bertemu dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut Dahnil, keterbatasan lahan di Mina menjadi salah satu perhatian utama pemerintah Arab Saudi. Di sisi lain, jumlah jemaah haji dunia terus meningkat setiap tahun sehingga menimbulkan tantangan dalam penyediaan ruang dan pengaturan pergerakan jemaah.

"Mina itu sangat terbatas. Karena itu pihak Saudi menyampaikan, jika bisa diterapkan tanazul hingga 50%, mereka akan mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan dan penataan yang lebih baik di Mina," kata Dahnil, Kamis (4/6/2026).

Tanazul merupakan skema yang memungkinkan sebagian jemaah kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah, tanpa harus bermalam penuh di Mina. Artinya, jemaah tidak melakukan mabit di tenda Mina melainkan langsung kembali ke hotel di sekitar Jamarat setelah lempar jumrah.

Pada musim haji 1447 H/2026 M ini, sekitar 20.000 jemaah haji Indonesia atau sekitar 9,8% dari total jemaah mengikuti skema tanazul. Apabila mengacu pada data total jemaah haji reguler yakni 203.000 orang, usulan 50% tanazul itu setara dengan sekitar 101.500 jemaah haji.

Menurut Dahnil, usulan tersebut akan dikaji secara mendalam oleh Kementerian Haji dan Umrah bersama otoritas Arab Saudi. Kajian akan mencakup aspek teknis, operasional, hingga dampaknya terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah.

"Kami akan menyiapkan berbagai simulasi dan perencanaan sejak awal bersama Kementerian Haji Arab Saudi agar pelaksanaannya bisa lebih optimal pada musim haji mendatang," ujarnya.

Dahnil menilai evaluasi terhadap operasional puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi penting mengingat fase tersebut selalu menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Arab Saudi Apresiasi Reformasi Haji Indonesia

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Arab Saudi juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai perubahan tata kelola haji yang dilakukan Indonesia pada tahun ini. Menurut Dahnil, pihak Saudi menilai Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat dalam melakukan pembenahan penyelenggaraan haji, mulai dari aspek pelayanan hingga penguatan perlindungan jemaah.

"Yang jelas mereka sangat mengapresiasi perubahan-perubahan signifikan yang dilakukan Indonesia dalam tata kelola haji," ujarnya.

Selain membahas kepadatan Mina, kedua pihak juga mendiskusikan upaya peningkatan kualitas layanan jemaah dan penguatan aspek keselamatan.

Salah satu fokus yang menjadi perhatian bersama adalah penerapan istitha\'ah kesehatan. Pemerintah Indonesia berencana memperketat proses skrining kesehatan calon jemaah guna menekan angka kematian selama musim haji.

Menurut Dahnil, langkah tersebut sejalan dengan masukan yang selama ini disampaikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara-negara pengirim jemaah.

"Kami akan memperkuat istitha\'ah kesehatan. Kasus-kasus dengan risiko tinggi, termasuk penyakit penyerta tertentu, akan menjadi perhatian serius agar keselamatan jemaah semakin terjamin," katanya.

Selain aspek pelayanan dan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyelenggaraan haji, termasuk pembahasan mengenai pengelolaan keuangan haji. Dahnil mengatakan Kemenhaj akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait serta DPR untuk memperkuat sistem pengelolaan haji ke depan.

"Kami ingin memastikan tata kelola perhajian Indonesia semakin baik, transparan, dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang setiap tahun," ujarnya.

#tanazul-jemaah #kepadatan-mina #skema-tanazul #jemaah-haji-indonesia #reformasi-haji-indonesia #pemerintah-arab-saudi #wakil-menteri-haji #lahan-terbatas-mina #pengaturan-jemaah-haji #istitha-039-ah

https://kabar24.bisnis.com/read/20260605/15/1978546/arab-saudi-usul-50-jemaah-haji-indonesia-tanazul-demi-atasi-kepadatan-di-mina