KAI Siapkan Jalur Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Perlu Investasi Rp 448 T
KAI siapkan proyek ambisius menghubungkan jalur kereta api di Sumatra, dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
(Kompas.com) 05/06/26 12:41 240958
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah menyiapkan pengembangan jaringan rel yang menghubungkan ujung utara hingga selatan Pulau Sumatera, dari Banda Aceh sampai Bandar Lampung.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan sistem transportasi perkeretaapian yang terintegrasi dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra.
Bobby bilang, saat ini jalur kereta api di Pulau Sumatera masih beroperasi secara terpisah di sejumlah wilayah dan belum tersambung menjadi satu jaringan yang berkesinambungan.
Karena itu, pengembangan konektivitas rel lintas Sumatera menjadi salah satu agenda strategis guna mendukung mobilitas penumpang maupun distribusi logistik di masa mendatang.
"Berdasarkan arahan dari Pak Presiden, itu untuk melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatera, yaitu bagaimana kita menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Bobby menuturkan bahwa jaringan rel yang masih terpisah di sejumlah wilayah membuat konektivitas antarkota dan antarprovinsi di Pulau Sumatera belum dapat berjalan secara maksimal melalui moda transportasi kereta api.
"Kalau kita lihat yang existing sekarang itu hanya sepotong-sepotong, dari Bandar Lampung itu sampai Palembang. Kemudian dari Bandar Lampung itu sampai Lubuk Linggau. Kemudian dari Medan juga sedikit gitu ya. Dari Padang juga sedikit," tambahnya.
Lebih lanjut, Bobby mengatakan pembangunan jaringan rel akan diawali dengan penyambungan lintas Banda Aceh–Besitang.
Ruas ini menjadi salah satu prioritas karena berperan strategis dalam membuka konektivitas kereta api di kawasan utara Pulau Sumatera.
Untuk tahap pertama, proyek tersebut mencakup pembangunan jalur sepanjang sekitar 478 kilometer.
Saat ini KAI tengah menyusun detail engineering design (DED) sebagai landasan teknis sebelum memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
Menurut Bobby, kebutuhan investasi untuk mewujudkan jaringan kereta api yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung diperkirakan mencapai 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 448 triliun (kurs Rp 17.900 per dollar AS pada 3 Juni 2026).
"Kalau totalnya itu Sumatera bisa sekitar 20 miliar dollar AS, sampai dengan 25 miliar dollar AS,” tegas Bobby.
Sebagai informasi, rencana pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera yang akan menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung resmi masuk dalam peta jalan transformasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2026–2030.
Proyek yang digagas sebagai bagian dari upaya mewujudkan konektivitas rel terpadu di Pulau Sumatera ini menjadi salah satu agenda strategis jangka panjang pemerintah untuk memperkuat mobilitas penumpang dan distribusi logistik antardaerah.
Saat ini, jaringan kereta api di Sumatera masih belum terhubung secara menyeluruh karena sejumlah lintas berada dalam kondisi terpisah (fragmented).
Karena itu, pembangunan Trans Sumatera diharapkan mampu menciptakan koridor transportasi berbasis rel yang menghubungkan wilayah utara hingga selatan pulau secara berkesinambungan.
Pada tahap awal periode 2026–2030, KAI akan memfokuskan pekerjaan pada reaktivasi jalur-jalur nonaktif serta penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Prioritas utama diarahkan pada pengembangan koridor Banda Aceh–Besitang yang menjadi pintu penghubung antara Aceh dan Sumatera Utara dengan total panjang sekitar 478 kilometer.
Koridor tersebut mencakup lintas Lhokseumawe–Langsa–Besitang sepanjang 248 kilometer, Banda Aceh–Sigli sepanjang 80 kilometer, serta Sigli–Bireuen–Lhokseumawe sepanjang 150 kilometer.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan reaktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat dengan total panjang mencapai 248 kilometer.
Di luar reaktivasi jalur lama, pemerintah turut merancang pembangunan jalur baru sepanjang 1.110 kilometer yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).
Sejumlah koridor yang dipersiapkan antara lain Rantau Prapat–Dumai, Duri–Pekanbaru, Pekanbaru–Rengat, Rengat–Jambi, Lubuklinggau–Bengkulu, hingga Kertapati–Tarahan–Bakauheni yang diproyeksikan menjadi jalur logistik strategis di wilayah selatan Sumatra.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalur khusus angkutan batu bara Tanjung Enim Baru–Tarahan II sepanjang 313 kilometer guna memperkuat kapasitas distribusi komoditas dari wilayah tambang menuju pelabuhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kereta-api-indonesia #trans-sumatra #konektivitas-rel #banda-aceh-bandar-lampung