Kredit Multfinance Naik 2,08% jadi Rp514,65 Triliun pada April 2026
Piutang pembiayaan multifinance naik 2,08% YoY jadi Rp514,65 triliun pada April 2026, didukung pertumbuhan pembiayaan modal kerja 10,64% YoY.
(Bisnis.Com) 05/06/26 15:02 241159
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan di industri multifinance mencapai Rp514,65 triliun pada April 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai itu tumbuh 2,08% secara tahunan.
“Didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% year on year [YoY],” katanya dalam konferensi pers daring RDKB OJK Juni 2026, Jumat (5/6/2026).
Menilik perbandingannya secara bulanan, piutang pembiayaan pada April 2026 naik tipis sebesar 0,10% (month to month/MtM) dari Rp514,09 triliun.
Lebih jauh, dalam empat bulan pertama ini, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,89%, sedangkan NPF net sebesar 0,78%. Adapun, gearing ratio-nya sebesar 2,14 kali.
Di sisi lain, Agusman membeberkan hingga April 2026 masih ada 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi ketentuan kewajiban modal inti minimum sebesar Rp100 miliar.
“Seluruh perusahaan pembiayaan tersebut telah menyampaikan action plan kepada OJK, yang memuat langkah-langkah pemenuhan permodalan minimum,” ucapnya.
Dilanjutkan Agusman, langkah-langkah tersebut antara lain melalui penambahan modal disetor oleh pemegang saham existing, mencari investor strategis dan atau merger.
Untuk diketahui, OJK memproyeksikan piutang pembiayaan perusahaan multifinance pada 2026 tumbuh 6%—8% YoY. Merespons hal ini, praktisi dan pengamat industri pembiayaan Jodjana Jody mengatakan outlook OJK tersebut cukup realistis, meski per akhir 2025 piutang pembiayaan multifinance hanya tumbuh tipis 0,61% YoY.
“Saya rasa target OJK cukup realistis dan tentunya bisa terealisasi bila tingkat suku bunga bisa bertahan dan likuiditas di pasar membaik,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).
Jodjana bercerita untuk 2025 dirinya pernah memprediksi piutang pembiayaan multifinance tumbuh tipis sekitar 5%—6%. Hal ini berkaca pada pasar otomotif yang tergerus hingga 7%—8% dan sudah memperhitungkan diversifikasi pembiayaan ke sektor lain.
Sebab demikian, dia menilai pertumbuhan pada 2026 juga masih berat, mengingat goncangan global yang masih tinggi dan disertai dengan ketidakpastian sektor keuangan di dalam negeri.
#multifinance #kredit-multifinance #piutang-pembiayaan #ojk #pertumbuhan-kredit #pembiayaan-modal-kerja #non-performing-financing #npf-gross #npf-net #gearing-ratio #modal-inti-minimum #action-plan-ojk