OJK Tunjukkan Kinerja Fundamental Emiten Masih Solid saat IHSG Ambles

OJK Tunjukkan Kinerja Fundamental Emiten Masih Solid saat IHSG Ambles

OJK menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat meski IHSG tertekan. Kinerja emiten menunjukkan pertumbuhan positif, dengan laba meningkat lebih dari 21% pada kuartal I/2026.

(Bisnis.Com) 05/06/26 17:12 241343

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kondisi fundamental pasar modal Indonesia masih terjaga meskipun kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Regulator menilai pelemahan pasar tidak mencerminkan memburuknya kinerja emiten secara menyeluruh.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan sejumlah indikator utama pasar modal domestik masih menunjukkan kondisi yang relatif baik di tengah volatilitas yang meningkat.

Menurut Hasan, hal tersebut tercermin dari nilai transaksi dan likuiditas pasar saham yang masih terjaga pada level tinggi. Adapun, rata-rata spreadbid dan ask pada Mei 2026 terjaga di tingkat yang rendah pada level 1,5%. Hal ini dinilai mencerminkan likuiditas pasar yang masih terjaga dengan baik.

"Tentu di tengah dinamika dan tekanan pasar tersebut, kami juga dapat menyampaikan bahwa sebetulnya secara fundamental pasar modal Indonesia dan juga kinerja emiten secara umum tercatat masih menunjukkan angka-angka yang baik," katanya dalam konferensi pers hasil RDKB OJK, Jumat (5/6/2026).

Selain dari sisi aktivitas pasar, OJK juga melihat kinerja korporasi masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan laporan keuangan emiten periode kuartal I/2026, perusahaan tercatat diklaim masih membukukan laba dan mempertahankan pertumbuhan kinerja.

Hasan menjelaskan secara agregat laba emiten pada tiga bulan pertama tahun ini masih tumbuh lebih dari 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menunjukkan fundamental perusahaan terbuka masih cukup solid meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan pasar.

Sementara itu, BEI menjelaskan bahwa dalam kuartal I/2026, emiten-emiten LQ45 mencatat rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9%. Dari sisi distribusinya, dari seluruh total perusahaan tercatat sebesar 80% membukukan laba bersih.

Hasan berharap, investor dapat memperhatikan data historis kinerja emiten hingga mencermati proyeksi dan perhitungan konsensus kinerja emiten ke depan, untuk menilai fundamental suatu perusahaan.

OJK berharap investor dapat mempertimbangkan berbagai informasi fundamental secara rasional, termasuk konsensus proyeksi kinerja perusahaan, dengan tetap memperhitungkan berbagai risiko yang berkembang di pasar.

”Tentu dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang berkembang sebagai dampak dari berbagai faktor yang terjadi, ini yang kita harapkan terus menjadi bagian pertimbangan rasional untuk strategi investasi para investor ke depannya," katanya.

Untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor, OJK bersama self-regulatory organization (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus menjalankan berbagai langkah strategis.

Upaya tersebut dilakukan baik melalui kebijakan jangka pendek untuk menjaga stabilitas pasar maupun reformasi pasar modal dalam jangka panjang. Reformasi tersebut mencakup penguatan integritas pasar, peningkatan transparansi, serta upaya mendorong likuiditas dan pendalaman pasar.

Di sisi kebijakan stabilisasi, OJK mengklaim telah memberikan sejumlah relaksasi untuk meredam tekanan pasar. Salah satunya adalah pemberian fleksibilitas bagi emiten untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, regulator juga melakukan penyesuaian sejumlah parameter perdagangan, termasuk trading halt dan batas auto rejection bawah (ARB), guna menjaga keteraturan pasar di tengah volatilitas yang tinggi.

OJK juga memutuskan untuk menunda implementasi sekaligus melarang praktik short selling pada kondisi pasar saat ini. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan stabilitas pasar dan aspek perlindungan investor.

Dari sisi pengawasan, Hasan menegaskan OJK terus memperkuat market surveillance serta penegakan ketentuan pasar modal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan tetap berlangsung secara transparan, teratur, wajar, dan efisien.

Lebih lanjut, OJK terus berkoordinasi dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), SRO, dan pelaku pasar guna memantau perkembangan terkini serta mengantisipasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Ke depan, OJK memastikan bakal melanjutkan berbagai agenda reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan kualitas emiten dan tata kelola perusahaan. OJK juga akan mendorong peningkatan transparansi, kualitas data kepemilikan investor, serta penguatan aksesibilitas pasar yang selaras dengan praktik di tingkat regional maupun global.

Selain itu, pengembangan produk dan layanan pasar modal akan terus dilakukan untuk meningkatkan likuiditas dan memperdalam pasar keuangan domestik secara berkelanjutan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ojk #ihsg #pasar-modal #kinerja-emiten #fundamental-pasar #likuiditas-pasar #laba-emiten #pertumbuhan-laba #investor #stabilitas-pasar #reformasi-pasar-modal #buyback-saham #short-selling #pengawasan

https://market.bisnis.com/read/20260605/7/1978764/ojk-tunjukkan-kinerja-fundamental-emiten-masih-solid-saat-ihsg-ambles