Kemenperin-Dekranas perkuat pengembangan kriya berkelanjutan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus memperkuat pengembangan industri kriya dan wastra berkelanjutan ...
(Antara) 09/06/26 13:27 244632
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus memperkuat pengembangan industri kriya dan wastra berkelanjutan melalui perluasan akses promosi, pemasaran, serta pembinaan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita di Jakarta, Selasa menyampaikan upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui penyelenggaraan Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 sebagai ruang akses promosi, pengembangan, dan pemasaran bagi pelaku IKM dari berbagai daerah, terutama untuk memperkuat citra dan daya saing produk wastra, serta kerajinan lokal Indonesia.
"Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM dari berbagai daerah memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, memperluas jejaring usaha, serta memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” kata Reni.
Disampaikan dia, pameran SWN 2026 menampilkan produk terbaik karya 45 IKM berupa tenun, songket, batik, aksesoris, serta berbagai produk kriya yang mencerminkan kekayaan wastra dan budaya Indonesia. Para peserta merupakan perajin binaan kementerian, BUMN, Dekranas/Dekranasda, serta pemerintah daerah.
Penyelenggaraan SWN 2026 yang berlangsung pada 9-11 Juni 2026 di Jakarta ini kata dia, merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dan Dekranas sebagai organisasi yang menghimpun berbagai program pengembangan industri kerajinan dan wastra nasional.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Harian I Dekranas Loemongga Kartasasmita, menilai wastra Nusantara semakin relevan dengan tren slow fashion yang kini berkembang di berbagai negara.
"Di tengah berkembangnya tren fesyen berkelanjutan yang dikenal dengan slow fashion, wastra Nusantara semakin menunjukkan relevansinya dengan tren tersebut karena menawarkan keunikan, kualitas, dan nilai budaya yang tidak dapat tergantikan oleh produk massal. Selain itu, industri kriya kita juga memegang peran penting dalam perekonomian nasional dan semakin diapresiasi di pasar global,” kata Loemongga.
Ia menjelaskan, produk wastra Indonesia sangat erat dengan konsep slow fashion karena proses produksinya masih banyak menggunakan teknik tradisional dan bahan alami.
Meski membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif panjang, produk wastra memiliki daya tahan tinggi dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.
“Inilah yang menjadikan wastra Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di pasar domestik maupun internasional. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita mengangkat budaya wastra sebagai bagian dari tren fesyen berkelanjutan,” tegas Loemongga.
Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan, berharap pameran SWN 2026 dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mengapresiasi warisan budaya Indonesia yang terus berkembang mengikuti zaman.
“Melalui pameran ini, kita bersama-sama berupaya meningkatkan minat generasi muda terhadap wastra dan kriya Nusantara. Regenerasi perajin dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya bangsa di masa mendatang,” ucap Budi.
Selain penyelenggaraan pameran, Kemenperin juga telah melaksanakan berbagai program pembinaan dalam rangka Road to HUT Dekranas ke-46 yang akan digelar di Kota Makassar pada Juli 2026.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#penguatan-ekonomi #ekonomi-domestik #penguatan-industri #kementerian-perindustrian #dekranas