Bandara Cari Sumber Pertumbuhan Baru Lewat Kolaborasi Digital Kripto
Layanan hospitality bandara kini membuka akses berbagai fasilitas airport lounge bagi anggota Indodax di sejumlah bandara di Indonesia.
(Bisnis.Com) 11/06/26 18:02 248171
Bisnis.com, JAKARTA — Operator layanan hospitality bandara mulai mencari sumber pertumbuhan baru di luar segmen pelanggan konvensional dengan menggandeng platform aset digital kripto. Langkah ini dilakukan untuk menjangkau jutaan pengguna layanan digital yang memiliki mobilitas tinggi sekaligus memperluas pasar layanan premium di bandara.
Tren tersebut terlihat dari kerja sama yang dijalin Injourney Aviation Services (IAS) Hospitality dengan platform aset kripto Indodax. Kolaborasi ini membuka akses berbagai fasilitas airport lounge bagi anggota Indodax di sejumlah bandara di Indonesia.
Direktur Komersial IAS Hospitality Ariadevi Hermaini mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas ekosistem layanan hospitality melalui kolaborasi dengan berbagai sektor yang memiliki basis pengguna besar.
"Kami sangat antusias menyambut komunitas Indodax ke dalam ekosistem airport hospitality kami yang terus berkembang. Kemitraan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman hospitality premium yang semakin mudah diakses melalui kolaborasi strategis yang memberikan nilai nyata bagi para pelancong," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, anggota Indodax memperoleh akses dan berbagai fasilitas di jaringan airport lounge IAS Hospitality yang mencakup Prayana Lounge, Concordia Lounge, Saphire Lounge, dan Angkasa Lounge di sejumlah bandara nasional.
Kolaborasi ini menunjukkan semakin kuatnya tren integrasi layanan digital dengan sektor hospitality. Operator lounge bandara kini tidak lagi hanya mengandalkan pelanggan maskapai premium atau pemegang kartu kredit sebagai sumber pertumbuhan, tetapi juga mulai membidik komunitas digital dengan karakteristik mobilitas yang tinggi.
CEO Indodax William Sutanto mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi pengguna platform aset digital.
Menurutnya, mayoritas anggota Indodax berasal dari kelompok usia produktif yang aktif melakukan perjalanan dan membutuhkan layanan pendukung yang relevan dengan gaya hidup mereka.
"Saat ini Indodax memiliki hampir 10 juta member di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki mobilitas tinggi. Kami percaya nilai tambah bagi pengguna tidak hanya hadir melalui layanan di dunia online, tetapi juga melalui pengalaman yang memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari," kata William.
Dia menilai kolaborasi dengan sektor hospitality menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat loyalitas anggota di tengah semakin ketatnya persaingan industri aset digital.
Di sisi lain, bagi operator hospitality bandara, kemitraan dengan platform digital dinilai membuka peluang menjangkau basis pelanggan baru dalam jumlah besar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada trafik penumpang premium tradisional.
Ke depan, IAS Hospitality dan Indodax membuka peluang pengembangan berbagai program bersama yang mengintegrasikan layanan hospitality premium dengan inovasi digital guna menjawab perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman yang terhubung dalam satu ekosistem layanan.
#kripto #crypto #bitcoin #bandara #injourney #pariwisata #mata-uang-kripto #aset-kripto #ethereum #crypto #aset-kripto #peretasan #keamanan-digital #hacker #n-a