Hingga Mei 2026, Temuan TBC di Sumsel Naik Mencapai 6.699 Kasus

Hingga Mei 2026, Temuan TBC di Sumsel Naik Mencapai 6.699 Kasus

Hingga akhir Mei 2026, terdapat sebanyak 6.699 kasus TBC ditemukan di 17 kabupaten/kota Sumsel, Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

(Bisnis.Com) 12/06/26 14:11 248320

Bisnis.com, PALEMBANG — Kasus Tuberkulosis (TBC) di Sumatra Selatan terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga akhir Mei 2026, terdapat sebanyak 6.699 kasus TBC ditemukan di 17 kabupaten/kota, Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel Ira Primadesa mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 27 Mei 2026, total temuan kasus tersebut terdiri atas 6.574 kasus TBC Sensitif Obat (SO) dan 125 kasus TBC Resistan Obat (RO).

"Sehingga secara akumulasi temuan kasus TBC di Sumsel saat ini mencapai 6.699 kasus," ujar Ira, dikutip Jumat (12/6/2026).

Dari jumlah tersebut, Kota Palembang menyumbang 2.111 kasus atau hampir sepertiga dari total temuan di Sumsel. Rinciannya meliputi 2.073 kasus TBC SO dan 38 kasus TBC RO.

Menurut Ira, tingginya jumlah kasus di Palembang dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan tingginya mobilitas serta interaksi masyarakat.

Angka tersebut juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 3.148 kasus di tingkat provinsi.

Meski demikian, jumlah kasus yang ditemukan masih jauh di bawah estimasi beban TBC di Palembang yang diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 orang.

"Karena itu, pemerintah terus memperkuat upaya deteksi dini dan pengobatan pasien.Saat ini, cakupan pengobatan TBC di Palembang telah mencapai sekitar 73% atau menjangkau sekitar 6.000 pasien," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman menambahkan, tren peningkatan kasus TBC masih terjadi di sejumlah daerah, terutama di Palembang, Lubuklinggau, dan Prabumulih.

"Memang kasus TBC di Sumatera Selatan cukup tinggi. Kalau kita lihat perkembangannya, memang ada peningkatan dari tahun 2025 ke 2026," kata dia.

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu menjadi prioritas yaitu melakukan pemeriksaan medis dan skrining ketat terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC.Hal itu ditunjukkan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.

"Pencegahan yang paling utama itu memastikan penderita TBC mendapatkan pengobatan hingga sembuh dan patuh mengkonsumsi obat," tutupnya.

#tbc #tuberkolusis #sumatra-selatan #sumsel #dinkes #palembang

https://sumatra.bisnis.com/read/20260612/533/1980526/hingga-mei-2026-temuan-tbc-di-sumsel-naik-mencapai-6699-kasus