Polisi Arahkan Demo ke DPR, Ketua BEM UI: Kami Tetap Ingin ke Bundaran HI
Ketua BEM UI mengklaim massa aksi sempat ditahan polisi di Dukuh Atas saat menuju Bundaran HI. Polisi mengarahkan massa ke DPR atau Patung Kuda demi menjaga aktivitas dan lalu lintas.
(Bisnis.Com) 12/06/26 14:54 248366
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yalathof Mas\'hum Imawan, menjelaskan kronologi ketika massa ditahan personel kepolisian di kawasan Semanggi saat hendak melakukan unjuk rasa di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut itu menyampaikan bahwa massa diminta untuk melakukan aksi di DPR RI.
"Pada pukul 12 kurang 5 menit siang, kami tepatnya di Dukuh Atas ditahan oleh polisi. Saat itu kami sedang ingin menjalankan ibadah salat Jumat, di mana hal itu telah diatur dalam Undang-Undang 1945, konstitusi, dan juga Pancasila. Akan tetapi, para polisi tidak menghiraukan hal itu dan justru mereka malah melanggar konstitusi tersebut," tuturnya di Bundaran HI saat melakukan konferensi pers.
Dia menjelaskan, ketika polisi ditanya alasan mengenai blokade massa, petugas tidak memberikan jawaban dan justru mengarahkan massa untuk melaksanakan salat di tempat lain.
Menurutnya, hal itu bukanlah tugas kepolisian. Dia menyampaikan alasan massa bersikeras melakukan aksi di Bundaran HI adalah karena tidak percaya lagi kepada DPR maupun pemerintah yang dinilai kerap tidak mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Kami ingin menyampaikan keluh kesah kami, kami ingin menyampaikan bagaimana pemerasan terjadi di negeri ini, dan semua rakyat berhak untuk tahu, semua rakyat berhak untuk ikut. Bukan di DPR, bukan di depan Istana, karena mereka tidak lagi mendengarkan kita. Kita pengen sebuah gerakan yang di mana semua rakyat bisa ikut, bisa tahu apa yang terjadi, dan bagaimana yang terbaik untuk bangsa ini," jelasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya ingin mengalihkan massa demo yang semula akan melakukan unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, ke kawasan DPR RI atau Patung Kuda.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Bundaran HI bukan tempat yang tepat untuk penyampaian aspirasi karena terdapat aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya.
"Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait agar titik penyampaian aspirasi dapat diarahkan ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI, sehingga aspirasi tetap dapat tersampaikan dengan baik," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).
Dia mengatakan bahwa personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disebar di sejumlah titik, antara lain Bundaran HI, Patung Kuda, Cikini, DPR/MPR RI, hingga kawasan Semanggi untuk mengatur arus lalu lintas.
Dia menyebut rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan di lapangan. Apabila diperlukan rekayasa lalu lintas, maka akan diterapkan secara situasional,” tutur Budi.
#bem-ui #yalathof-mas-039-hum-imawan #bundaran-hi #demo-mahasiswa #aliansi-gerakan-menuju-indonesia-bangkrut #polda-metro-jaya #semanggi #dukuh-atas #patung-kuda #dpr-ri #unjuk-rasa #rekayasa-lalu-lin