Efek Ekonomi Transportasi Publik, Pangkas Biaya Hidup hingga Hidupkan UMKM
Pembangunan transportasi publik dapat pengurangan biaya perjalanan warga sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.
(Bisnis.Com) 12/06/26 17:45 248626
Bisnis.com, JAKARTA — Pembangunan transportasi publik dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengurangan biaya perjalanan dan penciptaan pusat-pusat ekonomi baru.
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, mengatakan penyediaan transportasi publik yang memadai dapat menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Kalau kita ingin menyejahterakan masyarakat kita, salah satunya bisa kita awali dengan menyediakan transportasi publik yang baik, karena itu akan sangat membantu bagi mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, biaya transportasi masih menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar masyarakat perkotaan. Dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 sebesar Rp5,7 juta, warga ibu kota rata-rata mengalokasikan sekitar 25% hingga 30% pendapatan mereka untuk kebutuhan transportasi.
Data Statistik Komuter Jabodetabek 2023 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan sebagian besar pekerja komuter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih mengeluarkan ongkos perjalanan yang cukup signifikan setiap hari.
Sebanyak 8,2% komuter mengeluarkan biaya transportasi kurang dari Rp5.000 per hari, 14,7% menghabiskan Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari, sementara 28,6% lainnya mengeluarkan setidaknya Rp25.000 per hari atau setara Rp750.000 per bulan.
Piter menilai kehadiran transportasi publik yang nyaman dan terjangkau dapat membantu memangkas pengeluaran tersebut secara signifikan.
“Mengurangi biaya perjalanan itu sudah bagian dari menyejahterakan masyarakat kita,” katanya.
Selain menekan biaya hidup, pembangunan transportasi publik juga dinilai mampu menciptakan peluang ekonomi baru. Menurut Piter, kawasan di sekitar stasiun kereta maupun moda transportasi massal lainnya kerap berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mencontohkan keberadaan stasiun kereta komuter maupun sistem transportasi seperti KRL dan MRT yang telah memunculkan berbagai aktivitas usaha di sekitarnya.
“Berapa banyak keluarga yang akan terbantu? Efek berantainya, produktivitasnya jadi lebih sehat, lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Piter menegaskan manfaat tersebut tidak hanya dapat dirasakan di Jakarta. Menurutnya, daerah-daerah juga berpotensi memperoleh dampak ekonomi serupa apabila pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi.
“Itu harus berawal dari sebuah tekad dari pimpinan, kepala daerah kita,” katanya.
Dia mengakui investasi pembangunan transportasi publik membutuhkan biaya besar pada tahap awal. Namun, manfaat jangka panjang berupa peningkatan aktivitas ekonomi, munculnya pusat perdagangan baru, hingga tambahan penerimaan pajak dinilai jauh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
“Jadi tidak ada kerugian dari investasi transportasi publik, walaupun investasinya pasti besar,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan pendanaan tersebut, Piter menyarankan pemerintah daerah memperluas skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public private partnership (PPP), serta mempertimbangkan penerbitan obligasi daerah.
Menurutnya, keberhasilan skema pendanaan tersebut bergantung pada kualitas proposal proyek, transparansi kepada publik, serta konsistensi kebijakan pemerintah. Investor, kata dia, akan sangat memperhatikan aspek risiko, termasuk kepastian regulasi dan keberlanjutan proyek lintas pergantian kepemimpinan.
“Dibutuhkan sekali selain hitung-hitungan di dalam proposalnya yang baik, juga harus ada jaminan hukum. Takutnya berubah rezim, berubah kepala daerah, berubah lagi kebijakannya,” ujarnya.
Piter meyakini perluasan pembangunan transportasi publik seperti KRL, MRT, LRT, hingga sistem integrasi transportasi di berbagai daerah akan menghasilkan efek berantai yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Dampaknya tidak terbatas pada hal yang terkait dengan transportasi itu sendiri. Tapi dia akan mengubah kotanya,” kata Piter.
#transportasi-umum #krl #mrt #transum #efek-ekonomi-transportasi