Laba Medco Energi (MEDC) Merosot Jadi US$85,64 Juta Kuartal III/2025

Laba Medco Energi (MEDC) Merosot Jadi US$85,64 Juta Kuartal III/2025

Laba bersih Medco Energi turun 68,65% YoY menjadi US$85,64 juta di Q3 2025, dipengaruhi penurunan kontribusi Amman Mineral dan harga minyak. Pendapatan turun 1,45% YoY.

(Bisnis.Com) 03/11/25 10:17 25038

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten minyak dan gas bumi (migas) dan kelistrikan, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan penurunan laba bersih yang signifikan pada 9 bulan 2025 sejalan dengan merosotnya kontribusi dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, MEDC membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar US$85,64 juta atau lebih rendah 68,65% year-on-year (YoY) dari US$273,27 juta pada 9 bulan 2024.

Di sisi top line, MEDC mengantongi pendapatan US$1,75 miliar sepanjang Januari—September 2025. Capaian itu turun tipis 1,45% YoY dari US$1,78 miliar pada periode yang sama 2024.

Medco juga mencatat EBITDA sebesar US$946 juta, turun 3% dibandingkan dengan US$979 juta pada 9 bulan 2024.

Penurunan EBITDA itu seiring dengan penurunan rata-rata harga minyak dari US$80 per barel menjadi US$68 per barel atau turun 15%. Pada saat yang sama, harga gas rata-rata stabil di US$ 6,9 per mmbtu.

Terkait dengan penurunan laba bersih, Manajemen MEDC menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena penurunan kontribusi dari Amman Mineral Internasional (AMMN), dari sebelumnya laba US$129 juta pada 2024 menjadi rugi US$37 juta pada 2025, serta harga minyak lebih rendah dan pengeluaran eksplorasi dry hole.

Roberto Lorato, Chief Executive Officer Medco Energi, mengatakan perusahaan menghasilkan kinerja yang kuat meskipun pasar komoditas bergejolak ditopang oleh operasi lapangan dan fasilitas baru.

“Akuisisi terbaru atas kepemilikan di PSC Sakakemang dan TGI semakin memperkuat posisi strategis kami di rantai nilai gas terintegrasi di Sumatera Selatan dan Jawa, memastikan akses terhadap pertumbuhan dan aset bernilai tambah lebih lanjut,” paparnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/11/2025).

Medco tercatat telah melakukan akuisisi 45% hak operasi Repsol di PSC Sakakemang dan 80% hak operasi di South Sakakemang PSC di Sumatera Selatan.

Selain itu, akuisisi tambahan saham di PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) meningkatkan kepemilikan efektif menjadi 40%. TGI menyalurkan gas alam dari PSC Corridor dan pemasok lainnya di Sumatra Selatan–Jambi ke pembeli di Riau, Batam, dan Singapura.

Dalam perkembangan terbaru, Medco mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$42 juta atau setara dengan sekitar Rp28,3 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan demikian, dividen tahun kalender MEDCO menjadi Rp53,3 per saham, naik 18% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain itu, program pembelian kembali saham MEDC yang diluncurkan pada April dan hingga saat ini telah membeli kembali sekitar 455 juta saham.

“Kepercayaan kami terhadap nilai inti bisnis kami tecermin dari program pembelian kembali saham dan peningkatan pembayaran dividen,” ujar Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro.

#medco-energi #laba-medco-energi #medco-energi-2025 #medco-energi-kuartal-iii #medco-energi-laba-bersih #medco-energi-pendapatan #medco-energi-ebitda #harga-minyak-medco #harga-gas-medco #medco-energi

https://market.bisnis.com/read/20251103/192/1925526/laba-medco-energi-medc-merosot-jadi-us8564-juta-kuartal-iii2025