Yield SUN Tenor 10 Tahun Sentuh 6,1%, Masih Bisa Turun Lagi?

Yield SUN Tenor 10 Tahun Sentuh 6,1%, Masih Bisa Turun Lagi?

Yield SUN tenor 10 tahun turun ke 6,1% pada 13 Oktober 2025. BNI Sekuritas memproyeksikan yield ini tetap dalam kisaran 6,05%-6,29%. Transaksi SBN meningkat.

(Bisnis.Com) 14/10/25 11:01 2515

Bisnis.com, JAKARTA — Kurva imbal hasil (yield) Surat Utang Negara tenor 10 tahun bergerak melandai ke level 6,1% hingga perdagangan Senin (13/10/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, yield SUN tenor 10 tahun parkir di level 6,103% pada perdagangan kemarin. Posisi itu sedikit turun dari level 6,115% pada perdagangan sebelumnya.

BNI Sekuritas mencatat harga obligasi negara SUN cenderung meningkat pada sesi perdagangan pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) turun sebesar 1 basis poin (bp) menjadi 5,34%, sedangkan yield SUN Benchmark 10 tahun (FR0103) tidak bergerak di level 6,07%.

“Level yield curve 10 tahun masih berada di dalam proyeksi mingguan kami di kisaran 6,05%-6,29%,” tulis Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe dalam riset, Selasa (14/10/2025).

Di sisi lain, volume transaksi SBN secara outright traded tercatat sebesar Rp28,2 triliun pada Senin (13/10/2025), lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp26,9 triliun.

SUN seri FR0104 dan FR0086 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing-masing sebesar Rp6,7 triliun dan Rp4,9 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,9 triliun.

Amir mengatakan BNI Sekuritas mengantisipasi permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah akan stabil.

Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi negara seri FR0093, FR0075, FR0083, dan FR0106 menarik untuk dicermati investor.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada hari ini akan menghimpun penawaran masuk (incoming bids) sebesar Rp45 triliun—Rp55 triliun. Proyeksi itu mencerminkan ekspektasi bid-to-cover ratio sekitar 6,43 kali–7,86 kali.

Pemerintah menargetkan dana segar Rp7 triliun dari lelang SBSN kali ini. Adapun, seri SBNS yang ditawarkan kepada investor, yaitu SPNS10112025 (Reopening), SPNS06042026 (Reopening), SPNS13072026 (New Issuance), PBS003 (Reopening), PBS030 (Reopening), PBS034 (Reopening), PBS038 (Reopening), dan PBS039 (Reopening).

#yield-sun #sun-tenor-10-tahun #imbal-hasil-sun #yield-curve #sun-benchmark #transaksi-sbn #volume-transaksi-sun #harga-sun #obligasi-negara #permintaan-sbn #lelang-sbsn #bid-to-cover-ratio #obligasi-k

https://market.bisnis.com/read/20251014/92/1920088/yield-sun-tenor-10-tahun-sentuh-61-masih-bisa-turun-lagi