Mengapa AI Kini Menjadi Fondasi Baru Daya Saing Perusahaan?
AI tak lagi sekadar alat bantu. Perusahaan kini didorong menjadikan AI sebagai inti strategi untuk meningkatkan daya saing bisnis.
(Kompas.com) 16/06/26 21:18 251559
JAKARTA, KOMPAS.com – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi. Teknologi ini tidak lagi sekadar digunakan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi mulai menjadi fondasi baru dalam pengambilan keputusan dan strategi bisnis.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut tidak hanya memanfaatkan AI sebagai pendukung operasional, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis dan model organisasi.
Perubahan tersebut menandai pergeseran dari pendekatan AI-enabled menuju AI-first, yakni menjadikan AI sebagai bagian inti dari strategi perusahaan.
Pandangan tersebut mengemuka dalam AI Leadership Exchange 2026 bertajuk The Agentic Leap: Empowering Indonesia\'s Digital Leadership and Winning the Enterprise AI Race.
Acara yang digelar pada Kamis (11/6) oleh IBM Indonesia dan CIO Insight Indonesia itu mempertemukan pemimpin teknologi perusahaan, pelaku industri, dan regulator untuk membahas pemanfaatan AI di berbagai organisasi di Indonesia.
AI Jadi Penentu Daya Saing Bisnis
Pergeseran menuju AI-first dinilai penting karena perusahaan yang lebih cepat mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis berpotensi meningkatkan produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan model bisnis baru.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan, Indonesia perlu membangun kemampuan nasional dalam pengembangan AI agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi sendiri.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mendorong pengembangan ekosistem AI melalui kerangka 5A, yakni Availability, Affordability, Awareness, Ability, dan Agency.
"Kerangka ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan AI secara lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi sektor ekonomi maupun industri nasional," ujarnya.
Sementara itu, General Manager IBM Asia Pacific, Hans A.T. Dekkers menilai kesenjangan mulai terlihat antara perusahaan yang menggunakan AI sebagai alat bantu dan perusahaan yang menjadikan AI sebagai bagian inti operasional bisnis.
Menurut Hans, kelompok pertama umumnya memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja, sedangkan kelompok kedua menggunakan AI untuk membangun ulang proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga model operasional perusahaan.
"Perbedaan pendekatan tersebut menghasilkan dampak yang sangat berbeda terhadap daya saing perusahaan," kata Hans.
AI tak lagi sekadar alat bantu. Perusahaan kini didorong menjadikan AI sebagai inti strategi untuk meningkatkan daya saing bisnis.Memasuki Era Agentic AI
Perkembangan AI juga dinilai memasuki fase baru yang dikenal sebagai Agentic AI.
Jika generasi AI sebelumnya berfokus pada kemampuan menghasilkan konten atau membantu pekerjaan manusia, Agentic AI memungkinkan sistem AI menjalankan serangkaian tugas, mengambil keputusan, dan berkolaborasi secara lebih mandiri dengan manusia.
Chief Technology Officer sekaligus Vice President of Sales Engineering IBM Asia Pacific, Jerry Zhu mengatakan, perusahaan yang mampu menjadikan AI sebagai bagian dari model bisnis berpotensi memperoleh keunggulan kompetitif yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang hanya memanfaatkan AI sebagai teknologi pendukung.
"Pemenangnya adalah perusahaan yang mengutamakan AI atau AI-first, bukan sekadar perusahaan yang memanfaatkan AI," ujarnya.
Fondasi Data Jadi Kunci
Meski peluangnya besar, implementasi AI masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling sering ditemui adalah kualitas dan integrasi data.
Jerry menilai banyak proyek AI gagal memberikan hasil optimal karena data perusahaan masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung.
Kondisi tersebut membuat AI kesulitan memperoleh informasi yang cukup untuk menghasilkan analisis maupun rekomendasi yang akurat.
Dalam sesi diskusi bertajuk From AI Investment to ROI: Building the Foundations for Agentic AI, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengingatkan agar organisasi tidak mengadopsi AI hanya karena tren.
Ia menilai investasi AI harus memiliki tujuan bisnis yang jelas agar mampu menghasilkan manfaat nyata dan memberikan pengembalian investasi (return on investment/ROI).
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi Bank BNI Toto Prasetio menekankan bahwa transformasi AI tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan budaya kerja organisasi.
Chief Technology Officer IBM ASEAN, Patrick Bruinsma menyarankan perusahaan membangun fondasi operasional yang kuat agar berbagai inisiatif AI dapat diterapkan secara lebih cepat, aman, dan efisien di masa depan.
Perbankan Mulai Percepat Adopsi AI
Di sektor perbankan, AI semakin dipandang sebagai kapabilitas strategis untuk meningkatkan layanan, efisiensi operasional, dan kemampuan analisis bisnis.
Meski demikian, adopsi AI di sektor keuangan harus dilakukan secara hati-hati mengingat industri ini juga dituntut menjaga keamanan data, memenuhi ketentuan regulator, dan memastikan ketahanan operasional.
Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara, Ricardo Irwan Rei mengatakan, pemanfaatan AI akan terus didorong untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan pelat merah.
Menurut dia, Indonesia juga perlu mulai memikirkan pengembangan teknologi AI yang dibangun secara mandiri guna memperkuat kedaulatan digital nasional.
Ke depan, para pelaku industri menilai keunggulan perusahaan tidak lagi ditentukan semata oleh akses terhadap teknologi AI terbaru.
Faktor yang lebih penting adalah kemampuan mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam proses bisnis, tata kelola, budaya kerja, serta pengambilan keputusan sehari-hari.
Dengan kata lain, tantangan terbesar perusahaan bukan lagi membangun teknologi AI, melainkan membangun organisasi yang siap bekerja bersama AI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#artificial-intelligence #kecerdasan-buatan #transformasi-digital #teknologi-ai #daya-saing-perusahaan