RI Catat Surplus Neraca Dagang 65 Bulan Beruntun, Ini Pendorongnya!

RI Catat Surplus Neraca Dagang 65 Bulan Beruntun, Ini Pendorongnya!

BPS melaporkan neraca perdagangan RI surplus US$ 4,34 miliar pada September 2025, didorong oleh komoditas nonmigas. Surplus beruntun ini berlangsung 65 bulan.

(CNBC Indonesia) 03/11/25 11:38 25201

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 4,34 miliar pada September 2025. Surplus ini mengecil dibandingkan sebelumnya US$ 5,49 miliar.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menegaskan ini adalah surplus 65 bulan beruntun sejak Mei 2020. Surplus ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yang mencapai US$ 5,99 miliar.

"Surplus ini ditopang oleh komoditas nonmigas US$ 5,99 miliar dengan komoditas adalah lemak dan minyak hewan-nabati, HS 27, serta besi HS 72," papar Pudji, dalam rilis BPS, Senin (3/11/2025).

Kendati ditopang oleh komoditas nonmigas, namun pertumbuhan surplus komoditas nonmiga sini melambat sebesar 1,64% dibandingkan bulan Agustus 2025.

Dengan surplus beruntun ini, maka neraca perdagangan Indonesia Januari-September 2025 tercatat surplus US$33,48miliar. Surplus ini berasal dari surplus sektor nonmigas US$47,20 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$13,72miliar.

Negara penyumbang surplus Indonesia a.l. Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 13,48 miliar, India US$ 10,45 miliar dan Filipina US$ 6,54 miliar. Sementara itu, negara yang menyumbang defisit pada neraca perdagangan RI a.l. China US$ 15,60 miliar, Australia US$ 3,38 miliar dan Thailand US$ 14,11 miliar.


(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

#surplus-neraca-dagang #bps #perdagangan-indonesia #komoditas-nonmigas #statistik-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi #defisit-perdagangan #lemak-dan-minyak #negara-mitra-dagang #neraca-perdagangan-2025

https://www.cnbcindonesia.com/news/20251103113851-4-681667/ri-catat-surplus-neraca-dagang-65-bulan-beruntun-ini-pendorongnya