BPS Proyeksi Produksi Beras Tembus 34,77 Juta Ton hingga Akhir Tahun, Naik 13%
BPS memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 34,77 juta ton pada 2025, naik 13% dari tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan luas panen.
(Bisnis.Com) 03/11/25 13:17 25302
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras dalam negeri akan melimpah dan mencapai 34,77 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan perkiraan produksi beras dalam negeri yang melimpah itu sejalan dengan potensi produksi beras subround III, yaitu di September—Desember 2025 yang akan mencapai 9,50 juta ton.
Sepanjang September—Desember di tahun ini, BPS memperkirakan produksi beras bakal meningkat sebanyak 0,76 juta ton atau 8,73% dibandingkan dengan periode yang sama 2024 yang sebanyak 8,74 juta ton beras.
“Dengan demikian, potensi produksi beras sepanjang Januari—Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 34,77 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,15 juta ton atau 13,54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 [sebanyak 30,62 juta ton beras],” kata Pudji dalam Rilis BPS, Senin (3/11/2025).
Pudji menuturkan, peningkatan potensi produksi beras sepanjang Januari—Desember 2025 itu utamanya disumbang oleh peningkatan pada subround I, yaitu pada Januari—April 2025 yang meningkat sebesar 26,54% menjadi 14,01 juta ton.
Adapun, potensi produksi 34,77 juta ton beras hingga akhir 2025 itu sejalan dengan potensi luas panen padi subround III yang mencapai 3,04 juta hektare. Luasnya mengalami peningkatan seluas 0,27 juta hektare atau 9,77% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Alhasil, potensi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 11,35 juta hektare atau mengalami peningkatan seluas 1,30 juta hektare atau 12,98% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
BPS mencatat, peningkatan potensi luas panen Januari—Desember 2025 ini utamanya disumbang oleh peningkatan luas panen pada subround I yang meningkat sebesar 25,82%.
Meski begitu, Pudji mengingatkan bahwa angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Oktober—Desember 2025, mulai dari adanya serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, maupun waktu pelaksanaan panen oleh petani.
Lebih lanjut, data BPS menunjukkan, potensi produksi padi subround III diperkirakan sebesar 16,48 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik 1,32 juta ton GKG atau 8,70% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Dengan demikian, potensi produksi padi sepanjang Januari—Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 60,34 juta ton GKG. Produksinya diperkirakan naik 7,20 juta ton GKG atau 13,55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Pudji menjelaskan, peningkatan potensi produksi padi Januari—Desember 2025 utamanya disumbang oleh peningkatan pada subround I yang meningkat sebesar 26,57%.
Lebih jauh, sepanjang Oktober—Desember 2025, BPS mengungkap, potensi panen sebagian besar terkonsentrasi di beberapa wilayah. Untuk Pulau Jawa, yaitu di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Berikutnya, di Pulau Sumatra, yaitu di Lampung, Aceh, Sumatra Selatan, dan Sumatra Utara. Kemudian untuk Pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Serta, Bali dan Nusa Tenggara Barat, juga Kalimantan Selatan.
#beras-produksi #produksi-beras #beras-dalam-negeri #bps-beras #produksi-beras-2025 #beras-34 #77-juta-ton #peningkatan-produksi-beras #luas-panen-padi #potensi-produksi-beras #subround-iii-beras #produ