Thailand Klaim Diuntungkan Arus Dana Asing yang Keluar dari RI

Thailand Klaim Diuntungkan Arus Dana Asing yang Keluar dari RI

Thailand menjadi salah satu negara yang diuntungkan dari keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia.

(Kompas.com) 20/06/26 11:50 255119

KOMPAS.com – Thailand menjadi salah satu negara yang diuntungkan dari keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia.

Pemerintah Thailand menyebut investor global mulai mengalihkan dana ke negara tersebut karena dinilai memiliki fundamental fiskal yang lebih kuat dan risiko yang lebih rendah.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (20/6/2026), Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas mengatakan arus modal yang masuk ke negaranya sebagian berasal dari dana yang keluar dari Indonesia.

Menurut Ekniti, investor tertarik pada disiplin fiskal Thailand serta keberlanjutan kebijakan pemerintah, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal dan keuangan Indonesia.

"Investor asing kini tertarik pada disiplin fiskal dan keberlanjutan kebijakan Thailand karena kekhawatiran atas risiko stabilitas fiskal dan keuangan yang membebani Indonesia," kata Ekniti kepada wartawan di Bangkok, Kamis (18/6/2026).

Sepanjang 2026, Thailand berhasil membukukan arus masuk dana asing sekitar 2,7 miliar dollar AS ke pasar obligasi dan saham. Sebaliknya, Indonesia mencatat arus keluar dana asing sebesar 4,2 miliar dollar AS dari pasar keuangannya.

Kekhawatiran terhadap ekonomi Indonesia

Arus keluar dana asing dari Indonesia terjadi di tengah pelemahan rupiah yang menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dollar AS.

Selain itu, investor juga mencermati berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai meningkatkan ketidakpastian terhadap prospek fiskal dan stabilitas keuangan negara.

Perpindahan dana tersebut tercermin pada pergerakan pasar saham kedua negara.

Indeks saham acuan Thailand tercatat melonjak sekitar 26 persen sepanjang tahun ini. Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 29 persen dan menempatkan Indonesia di jajaran pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia pada 2026.

Thailand optimistis ekonomi tetap tumbuh

Di tengah meningkatnya aliran modal asing, pemerintah Thailand memperkirakan perekonomian negara itu tetap tumbuh sekitar 2 persen pada tahun ini.

Ekniti mengatakan stabilitas politik setelah pemilu menjadi salah satu faktor yang mendukung investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Proyeksi tersebut sejalan dengan penilaian S&P Global Ratings yang dirilis pekan ini. Lembaga pemeringkat itu menilai pemerintahan hasil pemilu Februari 2026 menghadirkan dinamika koalisi yang lebih stabil dan berpotensi menciptakan lingkungan kebijakan yang lebih kondusif.

Moody\'s Naikkan Prospek Kredit Thailand

Sementara itu, Moody’s juga merevisi prospek peringkat kredit Thailand menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Menurut Moody’s, perubahan tersebut didorong oleh meredanya risiko akibat tarif Amerika Serikat serta menguatnya momentum investasi domestik. Lembaga pemeringkat itu juga mempertahankan peringkat kredit Thailand pada level Baa1.

Masuknya dana asing ke Thailand dan keluarnya modal dari Indonesia menunjukkan pergeseran preferensi investor global yang saat ini lebih memilih pasar dengan persepsi risiko lebih rendah dan kebijakan fiskal yang dianggap lebih konsisten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pasar-modal #investor-asing #pasar-keuangan #kebijakan-fiskal #pasar-saham #arus-modal-asing #ekonomi-thailand #ihsg-anjlok

https://money.kompas.com/read/2026/06/20/113628526/thailand-klaim-diuntungkan-arus-dana-asing-yang-keluar-dari-ri