Serapan Gabah Bulog Sudah 80 Persen dari Target 2026

Serapan Gabah Bulog Sudah 80 Persen dari Target 2026

Pihaknya melibatkan dukungan mitra penggilingan, TNI, dan Polri guna memastikan penyerapan berjalan lancar.

(Kompas.com) 21/06/26 17:50 255567

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pihaknya sudah menyerap 3,17 juta ton setara beras atau 80 persen dari target tahun 2026 per 20 Juni 2026.

Informasi itu Rizal sampaikan saat menghadiri Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Rizal mengatakan, Bulog mendapatkan tugas untuk menyerap 4 juta ton setara beras pada 2026.

“Perum Bulog tidak hanya hadir di hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan, tetapi juga terus memperkuat peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah,” kata Rizal dalam keterangan resmi, Minggu (21/6/2026).

Rizal mengatakan, Bulog membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan yakni Rp 6.500 per kilogram.

Kebijakan itu sekaligus menjadi upaya pemerintah melindungi petani sehingga mendapatkan kepastian harga dan pasar.

Menurutnya, proses penyerapan gabah itu dilakukan secara transparan, cepat, dan sesuai aturan yang berlaku.

Pihaknya melibatkan dukungan mitra penggilingan, TNI, dan Polri guna memastikan penyerapan berjalan lancar.

“Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan,” ujar Rizal.

Pensiunan jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat (AD) itu menilai, Penas Petani Nelayan di Gorontalo merupakan upaya pemerintah memperkuat sinergi petani, nelayan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pangan nasional.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan, pihaknya ikut memperkuat sinergi tersebut.

“Penas menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” tutur Rizal.

Sementara, dalam momentum itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mengatakan Penas Petani dan Nelayan menjadi ruang strategis bagi petani, nelayan, pelaku usaha, dan pemerintah.

Event itu juga menjadi wadah mereka untuk memperkuat jejaring, bertukar wawasan, hingga mendorong penerapan inovasi dan teknologi di sektor pangan.

Gibran menekankan, Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu program prioritas di tengah gejolak geopolitik.

"Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujar Gibran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bulog #gabah #serapan-gabah #serapan-gabah-bulog

https://money.kompas.com/read/2026/06/21/175022126/serapan-gabah-bulog-sudah-80-persen-dari-target2026