Indonesia persiapkan transisi pertanian rendah emisi
Pemerintah Indonesia mempersiapkan transisi ke sistem pertanian yang rendah emisi karbon melalui praktik berkelanjutan sesuai Rencana Pembangunan Jangka ...
(Antara) 22/06/26 13:55 256173
Denpasar (ANTARA) -
Pemerintah Indonesia mempersiapkan transisi ke sistem pertanian yang rendah emisi karbon melalui praktik berkelanjutan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2025-2029.“Indonesia saat ini sedang mempersiapkan inisiatif untuk mempromosikan sistem pertanian padi rendah emisi khususnya pada wilayah produksi hasil rendah dan menengah,” kata Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Kementerian Pertanian Ade Candradijaya pada sambutan virtual di sela Dialog Transformasi Padi Berkelanjutan Organisasi PBB Bidang Pangan dan Pertanian (FAO) di Sanur, Bali, Senin.
Menurut dia, inisiatif itu mengedepankan pendekatan terukur yang dapat menekan emisi, sembari mempertahankan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang besar dan sistem data juga mendukung produksi padi yang efisien dan berkelanjutan.
Pihaknya memperkuat produksi beras dalam negeri melalui investasi irigasi, pembenihan, hingga pemberdayaan kepada petani.
Meski begitu, lanjut dia, pemerintah Indonesia menekankan ketahanan pangan tidak dapat dicapai hanya berbasis peningkatan produktivitas, tapi aksi keberlanjutan juga dibutuhkan di antaranya dalam mengelola sumber daya air, kesehatan tanah, adaptasi iklim, hingga efisiensi produksi.
Untuk mendorong pertanian rendah emisi itu, kata dia, Pemerintah Indonesia mengapresiasi dukungan dari lembaga kemitraan dan pendanaan internasional Global Environment Facility (GEF), FAO, Bank Dunia, UNDP dan mitra lainnya melalui Program Terintegrasi Sistem Pangan (FSIP).
“Program ini menyediakan wadah penting untuk memajukan pendekatan terpadu yang mendukung produksi pangan, keberlanjutan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati dan ketahanan iklim,” imbuhnya kepada puluhan delegasi dari 12 negara di Asia dan Afrika yang kumpul dalam dialog itu di Bali.
FSIP merupakan program yang dipimpin oleh FAO, dan Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian (IFAD) dan didukung GEF.
Dengan dana hibah GEF lebih dari 280 juta dolar AS dan total investasi sekitar 2,2 miliar dolar AS, FSIP memprioritaskan sektor pangan utama mencakup tanaman pangan seperti padi, gandum, dan jagung.
Kemudian komoditas yang diperdagangkan secara global seperti kakao, minyak sawit, dan kedelai, peternakan, dan akuakultur, sambil menerapkan sistem pertanian terpadu dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurut FAO pada 2023, emisi dari sistem pangan dan pertanian global menyentuh 16,5 miliar ton setara karbon dioksida atau sekitar 32 persen dari total emisi gas rumah kaca global.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#pertanian-rendah-emisi #emisi-karbon #pertanian-emisi-karbon #pangan-dunia #panen-padi
https://www.antaranews.com/berita/5617692/indonesia-persiapkan-transisi-pertanian-rendah-emisi