Cina Targetkan 90% Ekonomi Nasional Digerakkan oleh AI pada 2030

Cina Targetkan 90% Ekonomi Nasional Digerakkan oleh AI pada 2030

Cina menargetkan 90% ekonomi digerakkan AI pada 2030, dengan investasi besar di teknologi dan pendekatan open-source, meski terkendala pasokan chip.

(Bisnis.Com) 22/06/26 20:00 256665

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Cina mengincar posisi puncak lanskap teknologi global dengan menargetkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menggerakkan 90% aktivitas ekonomi nasional mereka pada 2030.

Ambisi masif tersebut termuat dalam cetak biru teknologi terbaru lewat Rencana Lima Tahun (Five-Year Plan) ke-15 hingga 2030 yang dirilis Pemerintah Beijing.

Mengutip laporan ABCNews, Senin (22/6/2026) dokumen strategis ini memetakan lompatan teknologi masa depan yang menjadikan AI sebagai fondasi dasar, mulai dari robot humanoid, antarmuka otak-komputer (brain-computer interface), fusi nuklir, teknologi kuantum, hingga jaringan 6G.

Demi mengejar target ekonomi tersebut, Tiongkok mengalokasikan investasi besar-besaran senilai miliaran dolar AS di sejumlah sektor teknologi prioritas.

Alokasi dana ini diarahkan pada pengembangan robot untuk lingkungan kerja dan domestik, otomatisasi tugas rutin kantoran, serta peralatan penerbangan rendah (low-altitude equipment) seperti mobil terbang dan pengiriman logistik menggunakan drone.

Implementasi di lapangan sejatinya mulai terlihat saat ini. Sejumlah produsen otomotif domestik Cina gencar menyematkan asisten pintar dan fitur mengemudi otonom pada kendaraan terbaru mereka. Di sektor kreatif, kehadiran model AI pembuat video dengan hasil realistis bahkan mulai memicu kekhawatiran para pelaku industri perfilman global dan Hollywood.

Di samping sokongan modal yang kuat, Tiongkok menerapkan model ekspansi yang kontras dengan korporasi teknologi di Amerika Serikat. Beijing memilih mempertahankan sebagian besar model AI buatan domestik dalam format open-source atau sumber terbuka sehingga dapat diakses dan dimodifikasi secara bebas oleh jaringan pengembang.

Peneliti Brookings Institute Kyle Chan menilai pendekatan regulasi ini sangat berbeda dengan model komersial tertutup milik AS yang umumnya mewajibkan biaya berlangganan khusus. Format sumber terbuka ini diyakini mampu mempercepat penetrasi teknologi sekaligus memperluas jaringan korporasi yang mengadopsi sistem teknologi Tiongkok.

"Pendekatan open-source Cina bertujuan mendorong adopsi dengan memberikan model AI secara gratis, membangun ekosistem perangkat lunak yang lebih luas, lalu menawarkan layanan berbayar untuk integrasi dan dukungan teknis," ujar Chan.

Kendati memiliki peta jalan yang agresif, upaya Negeri Tirai Bambu dalam mendominasi sektor ini masih membentur barikade rantai pasok semikonduktor.

Sektor komputasi tingkat tinggi Tiongkok dinilai memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada pasokan chip AI kelas atas yang sejauh ini masih didominasi oleh korporasi asal Amerika Serikat.

Kebijakan pembatasan ekspor chip canggih yang diterapkan pemerintah AS sejak 2022 memaksa Cina memacu kemandirian industri semikonduktor dalam negeri agar lepas dari ketergantungan pasokan luar. Namun, riset domestik Tiongkok dilaporkan memerlukan waktu lebih untuk menyamai performa global.

Berdasarkan analisis Council on Foreign Relations, produk chip AI terbaik milik Huawei saat ini kinerjanya diperkirakan masih sekitar lima kali lebih rendah jika dibandingkan dengan produk chip premium yang beredar di pasar Amerika Serikat.

#ai-cina #ekonomi-ai #teknologi-ai #ai-2030 #investasi-ai #robot-humanoid #antarmuka-otak-komputer #teknologi-kuantum #jaringan-6g #mobil-terbang #drone-logistik #asisten-pintar #open-source-ai #chip-s

https://teknologi.bisnis.com/read/20260622/101/1982510/cina-targetkan-90-ekonomi-nasional-digerakkan-oleh-ai-pada-2030