Tunggu Rilis MSCI, Rupiah Ditutup Melemah ke 17.859 Per Dollar AS
Rupiah melemah di pasar spot akibat tekanan MSCI, isu manufaktur, dan ketegangan global.
(Kompas.com) 23/06/26 15:51 257474
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Kurs rupiah turun 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp 17.859 per dollar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelaku pasar saat ini menunggu hasil evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Untuk diketahui MSCI Annual Market Classification Review akan dirilis MSCI pada 24 Juni 2026 waktu Indonesia.
“Pasar sebelumnya sempat mengalami tekanan setelah MSCI merilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Selasa sore ini.
MSCI mencatat sejumlah persoalan, mulai dari transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float hingga indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi.
Selain itu, informasi perusahaan emiten juga dinilai kerap tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris.
Di sisi lain, pasar juga terus mencermati rentetan persoalan yang menimpa sejumlah perusahaan manufaktur.
Mulai dari penghentian produksi, perumahan karyawan, keterlambatan pembayaran gaji, hingga relokasi investasi ke negara lain dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing industri manufaktur nasional.
Terdapat empat perusahaan yang terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya akibat memanasnya situasi global, yakni perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Salah satunya adalah perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam melakukan PHK terhadap ribuan karyawan.
Kondisi yang tidak menentu membuat principal di Jepang memindahkan sebagian produksinya serta melakukan diversifikasi ke komponen kendaraan listrik.
Apabila relokasi benar terjadi, dampak langsung terhadap pabrikan kendaraan di dalam negeri akan bergantung pada tujuan produksi pabrik tersebut.
Jika memasok kebutuhan domestik, produsen kendaraan harus mencari pemasok pengganti.
Namun apabila mayoritas produksinya ditujukan untuk ekspor, dampaknya akan lebih besar terhadap penerimaan negara.
Sentimen pasar mulai membaik setelah Washington mengeluarkan izin umum selama 60 hari yang memungkinkan penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk minyak bumi Iran sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.
Langkah tersebut dilakukan setelah pejabat Amerika Serikat dan Iran melaporkan adanya kemajuan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas serta perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social pada Senin bahwa Iran akan setuju untuk menjalani inspeksi senjata guna memastikan “kejujuran nuklir”.
“Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika mereka tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan,” kata Trump kepada wartawan.
Pengecualian sanksi yang juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pengiriman terkait tersebut telah meningkatkan ekspektasi bahwa ekspor minyak Iran dapat meningkat dalam beberapa minggu mendatang.
Kondisi ini berpotensi menambah pasokan global di saat kekhawatiran atas gangguan distribusi melalui Selat Hormuz mulai mereda.
Para pejabat Iran pada Senin menggambarkan pembicaraan terbaru sebagai proses yang telah mencapai “kemajuan besar”.
Sementara itu, sejumlah laporan media menyebut Teheran telah memperoleh keringanan ekspor minyak dan produk petrokimia seiring berlanjutnya diskusi menuju kesepakatan akhir yang diharapkan dapat tercapai dalam waktu 60 hari.
Prospek kembalinya tambahan pasokan minyak Iran ke pasar global untuk sementara menutupi risiko geopolitik yang masih membayangi kawasan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#manufaktur-indonesia #nilai-tukar-rupiah #kesepakatan-nuklir-iran #msci